Saya membaca TNI sedang berusaha mengisolasi GAM dari dunia internasional. Beberapa LSM asing sekarang berusaha untuk hadir di Aceh supaya komunikasi dan koordinasi lebih baik dengan GAM....ini yang dicegah oleh pemerintah. Pengalaman Timor Timur (walau berbeda back ground) menunjukkan kita kedodoran di tingkat internasional....karena saat ini kita tidak punya diplomat ulung plus kemampuan kita yang terbatas dari segi relationship dengan negara lain.
Pelacakan HP nya puluhan panglima GAM butuh waktu lama, akan kalah cepat dengan disinformasi dari GAM yang terus mengalir keluar..... -----Original Message----- From: Akhmad Bukhari Saleh [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, May 29, 2003 1:56 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [yonsatu] Re: [hankam] Teknik Identifikasi posisi GAM ----- Original Message ----- From: Syafril Hermansyah To: [EMAIL PROTECTED] Sent: 29 Mei 2003 2:32 Subject: [yonsatu] Re: [hankam] Teknik Identifikasi posisi GAM > Teorinya sdh benar, tp kok elaborasinya nggak mengarah > ke situ sih, hanya soal komunikasi doank, pasti anak elektro deh :-) Terlepas dari anak elektro atau bukan, saya tertarik membaca berita bahwa TNI melarang penjualan kartu isi-ulang pulsa handphone di daerah pengaruh GAM. Kan gebleg tuh. Kenapa tidak justru dibiarkan GAM memakai handphone sehingga mudah mengidentisikasi posisinya? Tommy Soeharto saja bisa dilacak komunikasi HP-nya, apalagi GAM! Saya jadi berandai-andai, coba kalau di Dishub TNI ada perwira elektro/elektronika lulusan ROTC Yon-I... Wasalam. --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
