Saya sampai tertegun sendiri bahwa analisa saya bisa lari ke arah
ke"etnis"an. Seandainya saya menulis di harian Kompas, berapa banyak lagi
yang merasa tidak puas??!!.
Kesalahan saya rupanya terletak di "intro"nya dengan meruntut dari Jawa
Barat nya......seharusnya saya langsung saja bahwa pak Endang dari pasukan
Siliwangi dan Siliwangi merupakan pasukan tempur dengan pembinaan teritorial
yang terbaik menurut perjalanan TNI. Saya ingin menekankan bahwa perang anti
gerilya memerlukan operasi teritorial untuk melumpuhkan lawan secara
menyeluruh dan itu memerlukan kurun waktu yang lama......dan sekali lagi
Siliwangi unggul di dalam operasi jenis ini (mungkin saya terlalu bangga
dengan Siliwangi kali ya?!).

Saya tinggal di Riau hampir 15 tahun. Perasaan bahwa Jawa selalu diutamakan
adalah hal yang sering saya dengar. Bahkan mereka menganggap bahwa di Jawa
masyarakatnya sudah makmur semua.........yang lucu, saat ada tayangan
kondisi suatu desa di Jawa yang miskin seperti gunung Kidul, mereka bertanya
ke saya bahwa apa itu betul? Yang perlu dicermati sekarang adalah keadaan
sekarang di era otonomi daerah. Riau mempunyai anggaran belanja beberapa
trilyun (sebelumnya milyar saja) tetapi kondisi riel nya tetap sama saja
(seperti jalan-jalan propinsi).

Wasalam


--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke