Selamat pagi Hermansyah ,
Informasi anda sangat menarik,melengkapi info kang Abas .
Sebetulnya kekayaan budaya dan adat istiadat bangsa Indonesia sangat 
beragam, tidak heran jika  kaum kolonialis menggunakannya untuk memecah 
belah dan menghancurkan  persatuan Indonesia .
Saya sepakat dengan pemikiran bahwa penyelesaian masalah hanya bisa 
dilakukan dengan mengumpulkan dan memperbanyak persamaan2 , bukan mencari 
perbedaan2nya .
Keberhasilan  operasi militer di Aceh ,akan sangat ditentukan oleh kemampuan 
kita memisahkan antara kepentingan  rakyat Aceh yang menginginkan keadilan , 
dan keinginan sebagian  "rakyat Aceh" yang ingin mengatur dirinya sendiri 
dengan membentuk  GAM .
Apakah sudah saatnya kita bicara tentang operasi teritorial dalam rangka 
membangun kembali Aceh setelah operasi militer ini berhasil diselesaikan ?? 
Bagaimana pendapat kang Abas dan mas Djoni ??
Wassalam ,
Priyo PS
-----------------------------
>From: [EMAIL PROTECTED]
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [yonsatu] Re: FYI! Re: Strategi Anti Perang Gerilya
>Date: Mon, 2 Jun 2003 15:43:30 +0200
>
>Hello Gank!
>Ini ada pendapat menarik dari salah satu sobat saya yang orang Aceh, buat
>nambah2 info.
>
>Salam hangat,
>HermanSyah XIV.
>
>
>
>Menarik,
>
>Banyak benarnya statement teman elu di bawah.
>
>Info yang gue tahu, setelah Atjeh Oorlog berakhir (sekitar 1904), maka
>Belanda berusaha "mengurangi" kekuasaan Sultan Acheh di Kutaraja (nama
>dulu dari Banda Acheh). Caranya adalah membagi Acheh atas sekitar beberapa
>daerah "zelf bestuurder", yang dipimpin oleh para Oeleebalang yang
>bergelar teuku. Kakekku sendiri adalah Teuku Djohan Alamsyah, tetapi
>karena dia Oelebalang daerah Peusangan, dia disebut juga Teuku Tjhik
>Peusangan.
>
>Anak anak para Teuku ini biasanya disekolahkan ke sekolah modern, seperti
>Europese Lagere School, MULO, AMS hingga Recht Hogeschool di Batavia.
>Untuk menandingi para teuku ini, ada organisasi namanya POESA (Persatuan
>Oelama Seluruh Aceh) dipimpin oleh para Teungku (gelar ulama) [ jangan
>dicampur baur dengan Tengku, gelar bangsawan Melayu/Malaysia]. Orang nomor
>satunya adalah Teungku Daud Bereuh.
>
>Di tahun sebelum Jepang masuk ada usaha para Teungku mendekati kelompok
>Teuku. Karena kelompok Teuku adalah "administrator" ulung, dekat dengan
>Belanda dan punya uang. Kira kiranya sama dengan PPP deketin Golkar :-).
>Usahanya adalah mencari seorang Perdana Menteri dari pihak Teuku (ahli
>administrator), sementara real power ada di pihak Teungku (seperti
>Khomeini, gitu). Kalau dulu hal ini sempat terjadi, maka sejarah mungkin
>tidak seperti sekarang.
>
>Setelah Jepang masuk hingga tahun 46, maka terjadilah Revolusi Sosial,
>dimana terjadi banyak pembunuhan kaum bangsawan. Setelah itu kaum ulama
>berusaha "menempel" ke RI nya Soekarno, dengan membuat traktat di sekitar
>November 45 yang menyatakan Acheh bergabung dengan RI.
>
>Demikianlah sedikit inputan dari gue. Karena gue juga "grow up" tidak di
>Acheh, gue tidak tahu perkembangan selanjutnya. Boleh lu share ke rekan
>yang lain, as long as you don't need to reveal my e-mail. Aku nggak mau
>berpolemik masalah ini.
>
>Rekanmu,
>
>Teuku M. Syamaun Peusangan
>-----Original Message-----
>From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>Sent: Monday, June 02, 2003 2:21 PM
>To: Peusangan, Syamaun
>Subject: FYI! [yonsatu] Re: Strategi Anti Perang Gerilya
>
>
>Oen,
>
>FYI.  Mungkin loe punya any comments?
>
>Mansyah.
>
>
>----- Forwarded by hermansyah/Tjipdo1 on 06/02/2003 09:32 -----
>
>"Abas F Soeriawidjaja" <[EMAIL PROTECTED]>
>05/31/2003 13:43
>Please respond to yonsatu
>
>         To:        <[EMAIL PROTECTED]>
>         cc:
>         Subject:        [yonsatu] Re: Strategi Anti Perang Gerilya
>
>
>
>Pak Syafril Yth,
>                Berikut ini, pandangan saya yang subyektif, maafkan pada
>rekan2 dari Aceh, apabila ada hal2 yang bersifat subyektif adalah
>semata-mata pandangan pribadi dengan pengetahuan terbatas yang belum
>tentu benar.
>
>Masyarakat Aceh pada zaman Penjajahan Belanda, terkelompok dalam
>prefektur2 atau daerah2 yang sedikit banyak terisolasi satu sama lain,
>baik secara fisik maupun lingkungan kekuasaan.
>Prefektur2 ini dipimpin oleh para Ulebalang yang bergelar bangsawan
>Teuku.
>Dan sebagaimana umumnya prefektur, para Bangsawan/Teuku, didampingi oleh
>para Tengku yang merupakan tokoh Agama (Islam).
>Kalau di Jawa Barat, para bangsawan prefektur2 adalah Bupati2 yang
>didampingi oleh para Panghulu.
>Kalau di Inggris barangkali setara dengan the King and the Bishop.
>
>Melalui para Teuku/Ulebalang inilah Penjajah Belanda mengendalikan
>kekuasaannya di Aceh.
>Sebagaimana para bangsawan di Jawa, mereka dimanjakan oleh Penjajah
>Belanda dan mendapat prioritas dalam pendidikan, demikian juga para
>Teuku.
>Pada zaman itu intelektual lahir dari para Teuku dan kerabatnya.
>
>Ketika Penjajahan Belanda berakhir 1945 - 1950 ( Revolusi Kemerdekaan),
>para Teuku tidak disukai masyarakat dan katanya bahkan terjadi
>pembantaian (?) terhadap para Teuku oleh rakyat Aceh, karena dipandang
>sebagai "kaki tangan" Penjajah.
>Katanya terjadi pengungsian besar2an dari para Teuku/Ulebalang dan
>keluarganya ke Pulau Jawa.
>Setelah Kemerdekaan, kekuasaan para Ulebalang berakhir, dan kepemimpinan
>sosial diambil alih oleh para Tengku sebagai "The Second Leader" di
>masyarakat.
>Perubahan drastis beralihnya kepemimpinan masyarakat ke para Tengku,
>menimbulkan kekosongan Kepemimpinan Sosial, mereka ini tidak mempunyai
>pengalaman sebagai Pemimpin Sosial, karena mereka adalah para Pemimpin
>dalam bidang Agama.
>Akibatnya para Tengku yang lahir dari "bangunan" struktur masyarakat
>dibawah Ulebalang, sering gagal memecahkan masalah2/konflik2 sosial di
>masyarakat.Mereka hanya pandai memberi fatwa2 yang tidak/belum tentu
>menyelesaikan realitas persoalan/konflik.
>
>Contoh dari pengalaman saya, masalah2 konflik sosial maupun
>orang-perorang sering tidak jelas benar-salahnya, karena konflik2
>didalam masyarakat diselesaikan melalui "upara perdamaian" yang disebut
>"Peusijuk" ( pesejuk = membuat yang panas menjadi sejuk )dan disertai
>dengan do'a bersama, kadang2 disertai dengan Wejangan/Siraman Rohani.
>Dan menurut pengalaman saya,akibatnya konflik2 yang sama berulang dan
>terus menerus terjadi tanpa ada penyelesaian yang jelas, karena selalu
>berakhir dengan Peusijuk yang sifatnya hanya perdamaian formal yang
>hanya menunda persoalan.
>
>Kegagalan para Tengku, kemudian melahirkan "Informal Leaders" yang
>berani dan tegas serta bisa mengambil keputusan.
>Dan celakanya , biasanya mereka, "Informal Leaders" ini adalah "jagoan2
>kampung", mereka lebih didengar dan dimintai untuk menyelesaikan
>masalah2 oleh masyarakat, meskipun sebenarnya masyarakat sendiri,
>sehari-harinya tidak menyukai para jagoan tersebut.
>Sebagaimana tingkah laku para jagoan kampung, mereka juga sering
>bertidak sewenang-wenang terhadap masyarakat.
>
>Patut diketahui, Gelar Teuku, Cut (untuk bangsawan wanita) adalah
>diturunkan,artinya gelar ini diturunkan ke anak.
>Sedangkan Tengku, adalah gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada
>seseorang pemimpin, jadi tidak diturunkan ke anak.
>Jagoan2 kampung itu kemudian secara langsung kemudian "mengambil alih"
>Tengku2 yang lahir dari struktur bangunan prefektur Ulebalang dan
>menjadi "Tengku2 baru" yang berkuasa di kampungnya ( atau beberapa
>kampung yang berdekatan).
>
>Segini dulu deh, mudah2an bermanfaat.
>
>Wassalam,
>
>
>-----Original Message-----
>From: Syafril Hermansyah [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>Sent: Saturday, May 31, 2003 4:46 PM
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [yonsatu] Re: Strategi Anti Perang Gerilya
>
>
>On Fri, 30 May 2003 17:48:20 +0700 Abas F Soeriawidjaja (AFS) wrote:
>
> > Segini dulu deh. Nanti saya coba juga menjelaskan mengapa para
> > pemimpin pemberontakan Gam adalah para Tengku. Dan apa bedanya Teuku
> > dengan Tengku.
>
>Pak Abas, kata Tengku juga dipakai di Riau, itu adalah gelar Bangsawan.
>Yg saya tahu kata Teuku (dibaca Tengku) di Aceh juga gelar Bangsawan,
>apa benar ?
>
>
>--
>
>
>--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
>Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
>Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>
>

_________________________________________________________________
Protect your PC - get McAfee.com VirusScan Online 
http://clinic.mcafee.com/clinic/ibuy/campaign.asp?cid=3963


--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke