FYI Menilai Perusahaan. Begin forwarded message:
Date: Tue, 03 Jun 2003 18:15:36 +0700 From: "IICD_Indonesia" <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [Keuangan] Evaluasi Kinerja Presiden Direktur Dear Keuangan Indonesia Berikut ini adalah artikel yang berkaitan dengan Good Corporate Governance Mudah-mudahan bermanfaat. Raharjo Yakin, IICD (Indonesian Institute of Corporate Directorship) E V A L U A S I K I N E R J A PRESIDEN DIREKTUR Jika investor ingin menganalisis kinerja perusahaan bacalah laporan keuangannya, namun untuk melihat nilai-nilai dan perilaku perusahaan bicaralah pada presiden direktur (presdir)nya demikian R.W.Emerson yang dimuat Majalah Fortune November 2002. Tidak mengejutkan pula jika masih banyak investor berpersepsi dan menanamkan uangnya pada suatu perusahaan hanya dengan bertanya siapa presdirnya. Studi tahun 2001, Burson-Marsteller menemukan bahwa lebih dari 90% analisWall Street dan investor institusi merekomendasi atau membeli saham berdasarkan reputasi presdir dari suatu perusahaan. Salah satu alasan mengapa mereka melakukan ini karena lingkungan bisnis memang susah ditebak dan sangat dinamis, namun karakter dan kompetensi seorang presdir mudah dilihat dari _track-record_nya dan dalam tindak tanduk kesehariannya. Kalau begitu mengevaluasi kinerja presdir merupakan hal yang penting. Investor perlu mengevaluasi kinerja presdirnya untuk menghindari kegagalan kepemimpinan atau skandal perusahaan dimasa depan yang merugikan investasinya. Disamping itu, terlepas dari adanya pemahaman yang berbeda atas struktur governansi (penadbiran) perusahaan yang efektif, akhir-akhir ini kita lihat banyak serikat karyawan menuntut penggantian direksi karena dianggap kinerjanya buruk. Kalau begitu muncul pertanyaan apa kriteria yang dipakai mengevaluasi presdir dan bagaimana mekanisme mengukurnya, seberapa sering dievaluasi serta faktor apa saja yang perlu mendapat pehatian lebih dalam evaluasi ini. Artikel ini mendiskusikan jawaban dari pertanyaan tersebut. Kriteria evaluasi Sebelum menetapkan kriteria ada baiknya kita melihat dulu apa uraian pekerjaan seorang presdir. John Carver, penulis buku Effective board governance, mendefinisikan bahwa tugas seorang presdir adalah memastikan: - tercapainya target yang dibebankan RUPS secara wajar baik itu target usaha, kepuasan pelanggan atau pengguna jasa dan biaya untuk mencapai target tersebut - menghindari/tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan perusahaan dan semuanya ini dilakukan dalam batas-batas kewenangan direksi yang diberikan RUPS dan undang-undang perusahaan terbatas. Ada juga beberapa perusahaan memformulasikan uraian tugas presdirnya dengan memakai filosofi balanced scorecard yang mencakup target finansial dengan resiko yang wajar atau tingkat produktifitas, tingkat kepuasaan pelanggan, efisiensi proses internal dan aset intelektual yang ada diperusahaan. Uraian kerja tadi yang kemudian dituangkan dan dielaborasi ke dalam suatu rencana strategis yang terukur dan dijadikan kontrak kinerja (performance contract) bagi presdir dan tim manajemennya. Terukurnya target kinerja yang harus dicapai membantu presdir dalam meningkatkan akuntabilitas kerjanya dalam mengelola perusahaan. Atau dengan kata lain, mengevaluasi kinerja Presdir sama dengan mengevaluasi kinerja organisasi yaitu apa yang seharusnya dicapai dan apa yang seharusnya tidak dilakukan atau dihindari. Ini juga membantu RUPS agar terhindar dari suka atau tidak suka dengan kepribadian presdir. Susan Shultz menyarikan _world best practices_ kriteria evaluasi kinerja Presdir dalam 8 kategori yaitu: 1. Rencana & Implemetasi Strategi Apakah presdir memformulasikan suatu rencana strategis yang baik dan kompetitif sesuai harapan pemegang saham dengan mengalokasikan sumber daya konsisten pada rencana strategis tadi? Dan apakah dia melaporkan secara teratur milestones implemetasi strategi tadi. 2. Kepemimpinan Apakah presdir berhasil membangun dan mengkomunikasikan visi dan nilai-nilai perusahaan sehingga dimengerti, didukung dan dijalankan perusahaan? Apakah presdir berhasil membangun budaya dan lingkungan kerja sesuai nilai-nilai perusahaan dan menjalankan bisnis secara etis, penuh integritas dan hanya untuk kepentingan perusahaan? Apakah kompetensi dan gaya kepemimpinan presdir saat ini memadai dan mendukung tercapainya target perusahaan 5-10 mendatang? 3. Kinerja Keuangan Apakah presdir mampu menetapkan target finansial secara wajar dan mencapainya dengan resiko yang dapat ditoleransi. Apakah presdir memastikan bahwa ada sistem yang baik untuk melindungi aset perusahaan dan memastikan lancarnya operasi perusahaan 4. Efektiftivitas & efisiensi Operasional Perusahaan Seberapa jauh presdir mengendalikan kualitas dan pengelolaan perusahaan sehari-hari secara efektif dan efisien. Dan seberapa jauh presdir mempromosikan peningkatan mutu berkesinambungan, dan tingkat kompetisi perusahaan serta seberapa jauh presdir mendukung dan mendorong inovasi dalam perusahaan serta memberikan penghargaan pada yang berhasil melakukannya dan berhasil. 5. Pengembangan Manajemen dan Suksesi Apakah presdir mempersiapkan arah rencana pencetakan pemimpin perusahaan dimasa depan serta menyediakan sumber daya untuk itu. Dan bagaiman ia melaksanakan program retain (mempertahankan) bagi karyawan khususnya senior manajer? 6. Sumber daya manusia Seberapa jauh presdir menghubungkan antara tujuan dan strategi perusahaan dengan tujuan dan strategi pengembangan sumber daya manusia? Dan seberapa efektif dia dalam memastikan dan strategi pengembangan sdm tadi diimpelemetasikan dengan baik dan benar pada proses rekrutmen, pelatihan, penggajian, retensi karyawan, penciptaan lingkungan kerja yang kondusif serta penghargaan bagi yang berkontribusi lebih dari yang dituntut perusahaan. 7. Komunikasi Apakah presdir berhasil membangun jalur komunikasi tidak hanya ke pemegang saham tetapi juga ke pelanggan, karyawan, pemerintah, investor dan lain-lain. 8. Hubungan kerja yang profesional antara dewan komisaris dan dewan direksi Seberapa jauh presdir berupaya dalam membangun hubungan kerja profesional antara dewan komisaris dan dewan direksi Tentunya delapan kriteria ini bisa disesuaikan dengan kondisi perusahaan masing-masing dan masih sangat generik sekali sifatnya. Mekanisme Pengukuran Kinerja Best practices menunjukkan bahwa adalah baik untuk mengukur kinerja direksi pada 2 level yaitu level individu dan level direksi sebagai suatu tim. Lalu siapa yang mengukur? Kembali lagi praktek terbaik didunia menunjukkan bahwa adanya penilai dari pihak luar /pihak ketiga yang independen menjamin akuntabilitas dan validitas dari evaluasi kinerja presdir yang hasilnya kemudian diserahkan ke RUPS. Tentunya masukan dari dewan komisaris juga merupakan hal yang penting untuk dipertimbangkan, namun disarankan tidak dijadikan patokan utama karena hal ini berpotensi menjadi bibit moral hazard atau arena dagang sapi dalam perusahaan antara direksi dan komisaris. Seberapa sering diukur? Kembali lagi best practices menunjukkan bahwa evaluasi bulanan atas kinerja Presdir yang dilakukan oleh dewan komisaris sangat membantu, namun pada industri tertentu yang sifat kompetisinya stabil mungkin bisa sampai 2-3 bulan sekali dilakukan evaluasi lengkap. Bentuk-bentuk monitoring ini bisa dalam executive report saja setiap bulannya, atau pada akhir tahun memakai auditor external, atau juga sebaiknya dan disarankan ada inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan anggota dewan komisaris yang ditugaskan khusus untuk mengecek apakah laporan kinerja yang dibuat presdir didukung oleh akuntabilitas yang baik dan patuh pada aturan yang telah ditetapkan. Marcelino Pandin, Managing Director IICD Artikel ini ditulis untuk Bisnis Indonesia. -- syafril ------- Syafril Hermansyah<syafril-at-dutaint.co.id> . --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
