Kepada siapa atuh kita harus mengadu ? Yaitu yang bisa ambil tindakan dan
tidak sekedar mengeluh di milis ? ROTC, wajib militer, atau apapun namanya
: saya setuju pisan. Saya punya tiga anak. Saya tidak akan menyuruh mereka
menghindar, seperti Bill Clinton kalau eligible. Baik yang laki-laki
maupun perempuan. Asalkan programnya jelas dan adil. Kalau wajib ya untuk
semua. Jangan untuk orang biasa wajib, untuk orang kaya atau pejabat dapat
dispensasi Apalagi kalau punya standard keselamatan bagus : peralatan
kelas 1, latihan intensif, organisasi rapi, semangat tinggi. Jangan kaya
sekarang, standard markmanship tentara rada diragukan, katanya jarang
latihan karena enggak ada biaya buat beli peluru. Atuh apa yang dibikin
oleh Pindad ? Pisang goreng ? Memangnya Pindad bikin pelor untuk apa ?
Jangan pake bedil yang larasnya enggak karuan setelah nembak satu
magasin. Nembak musuh kena temen atuh ! Namanya juga bukan friendly fire
lagi. Stupid fire! Enggak usah lah yang punya tight grouping burst sekelas
Uzi....
Saya yakin ide ini banyak juga subscriber-nya. Cuman ya itu : UUD.
Panginten teu aya biaya. Parantos seep kanggo dana kavling...........Cik
atuh para Ekek enggal-enggal jaranten pejabat......anu tos janten pejabat
sing enggal-enggal bertindak........sebelum kita jadi gombloh, paling gede
tapi paling bloon se-Asean.......
"Akhmad Bukhari Saleh" <[EMAIL PROTECTED]>
14/06/2003 03:03 PM
Please respond to yonsatu
To: "Yon-II/UNPAD" <[EMAIL PROTECTED]>, "Yon-I/ITB"
<[EMAIL PROTECTED]>
cc:
Subject: [yonsatu] Fw: [hankam] Malaysia to start compulsory national
service in
2004
Kita ketinggalan lagi nih...
Wasalam.
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>