Memang rektor kita itu itebe pisan........., tapi saya ikut mendukungnya karena memang 
ITB perlu dana, sementara sekarang banyak mahasiswa yang kuliah saja pake mobil, tapi 
bayar uang kuliahnya disamakan dengan yang miskin.
Dan konsep Dirjend Pendidikan Tinggi yang mendorong 5 Perguruan Tinggi Negeri Unggulan 
untuk mencari dana tambahan ini 'kan sudah dilontarkan beberapa tahun lalu, karena 
kita pernah dengernya pada forum pertemuan Dirjen Dikti dengan IA ITB di Jakarta.
Dan lagi siswa berprestasi yang kurang mampu, toch masih dimungkinkan untuk masuk ITB 
(85 % tetap melalui jalur ini, tanpa menurunkan jumlahnya dibanding tahun lalu), 
bahkan menurut saya dari kelompok inilah yang akan kemudian menjadi tokoh2 
dimasyarakat.
 
Djanaka.
Syafril Hermansyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
On Fri, 11 Jul 2003 09:44:11 +0700 Bachtiar Iskandar (BI) wrote:

[ ... ]

> Barangkali alasan ITB tidak menyentuh rasa keadilan seperti alasan
> UI, seperti juga kata Rektor ITB tersebut , bukankah lebih baik kita
> katakan bahwa " Pendidikan yang baik itu tidak murah " dari pada
> "Pendidikan yang baik itu memang mahal ".

Nampaknya memang Rektor sebaiknya belajar soal diplomatik shg pandai
bicara diplomatis :-) (saya lbh suka diplomat dpd politikus, walau
sepintas mirip kalau ngomong y.i. dg gaya bahasa bersayap, akan tetapi
diplomat umumnya tdk bertendensi tricky ).

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah

.


--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : 
Moderators : 
Unsubscribe : 
Vacation : 



---------------------------------
Do you Yahoo!?
SBC Yahoo! DSL - Now only $29.95 per month!

--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke