Pikiran naif saya mengatakan bahwa menekan ITB dengan segala alasan sosialis yang ekstrim dan tidak menyerahkan ITB pada pasar adalah keliru. Sebagai BHMN, ITB selayaknya mulai mempersiapkan diri sebagai corporate yang independen dan menjual kapabilitasnya kepada pasar nasional maupun internasional dengan indeks per mahasiswa yang standard. SPMB mungkin lebih tepat dipergunakan sebagai arena perebutan beasiswa (membantu sebagian biaya kuliah, dibantu oleh APBN). Mahasiswa yang tidak merasa perlu mendapatkan beasiswa, silahkan daftar tanpa lewat SPMB. Demikian pula dengan mahasiswa asing, mestinya mereka bayar penuh ke ITB. Masalahnya sebetulnya apakah dana untuk beasiswa mahasiswa yang melalui jalur reguler di ITB akan sanggup membiayai 85 % dari seluruh mahasiswa yang diterima?
Sepertinya jika jalan ini ditempuh, peluang KKN pada dana subsidi pendidikan pun bisa diperkecil. Wassalam Samsi Samsi -- __________________________________________________________ Sign-up for your own FREE Personalized E-mail at Mail.com http://www.mail.com/?sr=signup CareerBuilder.com has over 400,000 jobs. Be smarter about your job search http://corp.mail.com/careers --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
