WCDS, Ada pertanyaan saya, apakah "ke-engganan" masuk Mahawarman ini juga dialami oleh perkumpulan2 aktifitas yang lain, yang hampir sejenis, seperti misalnya terjun payung (AVES), Wanadri, pramuka. dsb. Saya kira, beberapa anggota alumni senior yang putra/putri-nya sudah menjadi mhsw, atau alumni Yon I yang jadi pengajar di ITB, atau juga para mhsw/i ITB sendiri yang sekarang aktif di Mahawarman, dapat mencermati mengapa putra/putri-nya atau rekan2nya tidak tertarik untuk ikut bergabung di Mahawarman. Dari hasil pengamatan ini, nanti kita dapat menganalisa dan memikirkan bagaimana cara mengatasi ke-"engganan" ini. Beberapa analisa sudah dikemukakan di dalam milis ini, beserta dengan jalan keluarnya, seperti misalnya kiat2 memasarkan Mahawarman ini ke khalayak.
Salah satu kelebihan Menwa adalah, pembinaan di Menwa dapat diikuti dan dibuat cukup flexible bergantung dari minat anggotanya, dalam arti, seseorang di Menwa dapat dibina untuk maju di bidang olahraga kemiliteran seperti terjun payung, dsb., atau dalam bidang management/kepemimpinan dsb., atau hal-hal lain yang kesemuanya ini idealnya akan membentuk watak pribadi seorang alumni Menwa nantinya, (dalam hal ini alumni Mahawarman Batalyon I - ITB) menjadi seseorang yang mandiri, disiplin, jujur, ksatria, setia kawan, tangguh dan tidak mudah menyerah. Ini semua akan diberikan kepada bangsa ini atas nama ITB, dan inilah "sesuatu" yang Mahawarman Batalyon I bisa berikan untuk ITB. Saya kira ini jawaban yang mungkin Pak Adji tanyakan. Insya Allah, saya juga juga ingin turut membantu menghidupkan Batalyon I, Resimen Mahawarman kembali. Semoga Resimen Mahawarman Batalyon I ITB bisa terus jaya. Amin Wassalam, Harry Kusna --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
