On Sat, 09 Aug 2003 04:05:00 +0700
"Priyo Pribadi Soemarno" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Bung Syafril , apa yang kita semua lakukan , kelihatannya cuma untuk 
> Batalyon I ITB ,...yang kata mas Koni sudah kejet2 , mau bubar ,...
> Tetapi , sebetulnya hakekat utama perbuatan para CORPS yang concern 
> dengan kehidupan Batalyon I , adalah pencerminan dari sikap kita semua
> yang  "siap sedia" berfungsi sebagai  "cadangan" (meskipun bukan
> perwira cadangan atau ROTC)  , yang menginginkan kelangsungan
> penyediaan sumber daya manusia yang terbaik bagi bangsa ini .

Saya setuju dg apa yg sudah disampaikan, cuma saya lihat ada yg kurang
dicover y.i. motivasi dari anggota aktifnya sendiri.
Akan lebih bagus jika nantinya latihan kepemimpinan dls disampaikan oleh
anggota aktif, bukan alumni (alumni hanya mendampingi).
Titik berat dari kerangka kegiatan kelihatannya lbh mengarah ke
exposure, ini bagus dari sudut pandang "marketing", akan tetapi tetap
harus ada kemauan dari anggota aktif untuk punya potensi melakukan itu
sendiri.

Saya ingat dulu Aussie berkomentar thd kegiatan-2x kami yg di nyinyir
oleh sebagian senior krn apa yg kami lakukan terkesan spt main-2x
(jalan-2x sembari latihan potong kompas malam, membentuk sel dan
terkadang malam-2x sel diminta berkumpul cuma utk mencheck kesiagaan dll
yg aneh-2x).
Aussie saat itu ngomong "tidak usah perduli dg omongan orang lain, tidak
usah perduli dg teman-2x yg tidak mau aktif, berlatih saja sendiri, jadi
pinter sendiri, dan semua itu untuk kemajuan diri kita sendiri".

Anggota aktif ibaratnya anak kita, merekalah tunas masa depan. Dari
pertemuan-2x yg sudah ada, anggota aktif selalu menceritakan soal masa
lalu, soal kehebatan anggota-2x kita di masa lalu. Menurut saya,
berhentilah bicara soal kejayaan masa lalu, bicaralah soal masa kini dan
pusatkan pikiran bgm menyiapkan mereka dg situasi masa depan. 

> Kelak dikemudian hari , apabila program ROTC atau cadangan nasional
> sudah diberlakukan , terdapat aturan yang jelas mengenai mobilisasi
> dan penugasan untuk situasi darurat , dimana kita harus meninggalkan
> kegiatan sehari-hari , hanya untuk melaksanakan panggilan negara
> sebagai cadangan. 

Kalau arah kita memang ke ROTC, ya siapkan mereka utk menjadi ROTC, tdk
usah perdulikan ROTC sdh berlaku atau belum, anggap saja sudah jalan dan
berpikir serta bertindak bgm mengisi kegiatan itu.

Jadi saran saya utk anggota aktif, beraktivitaslah apapun aktivitas itu,
apa yg masih bisa terpikirkan utk dilakukan ya dilakukan, kalau yg bisa
melakukan aktivitas cuma berdua, lakukan berdua, jika bisa lebih tentu
lebih baik. Tidak usah menunggu keadaan berubah dulu baru beraktivitas,
akan tetapi berlatih sehingga jika pada saatnya kesempatan itu tiba (UU
ROTC diberlakukan) maka Anda semua sudah siap.

Saya sampaikan sajak yg dibuat oleh salah seorang anggota Wanadri yg
mengilhami kami dulu saat melakukan aktivitas

--- Kerendahan Hati, karya : Wanadri-0041-Siwa ---

... Kalau Engkau tak sanggup menjadi beringin yang tegak diatas bukit,
jadilah saja belukar, tetapi belukar yang terbaik yang tumbuh di tepi
danau.
... Kalau Engkau tak sanggup menjadi belukar, jadilah saja rumput,
tetapi rumput yang memperkuat tanggul dipinggiran jalan.
... Kalau Engkau tak sanggup menjadi jalan raya, jadilah saja jalan
kecil, tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air.
... Tidak semua orang menjadi Kapten, tentu ada awak kapalnya. 
... Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai
dirimu.
... Jadilah saja DIRIMU, sebaik-baik DIRIMU SENDIRI.


--- Bandung 2 Juni 1979 ---

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah



--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke