Assalamu'alaikum Bung Syafril , Betul sekali yang anda maksud , Bapak Jusuf Ronodipuro adalah pendirinya RRI ,...masih gagah dan sama sekali tidak cengeng ,....(padahal usianya 84 lho,...) Bung Syafril , Batalyon lagi sakit , kita sembuhkan dulu , sementara ini tindakan yang bisa kita lakukan adalah ,....buat "pernapasan buatan" dulu ,.. baru kalau udah napas kita suruh lari lagi ,.. Begitu , boss ,.. roger , atuh ,.. Salam hangat selalu dan sangat menarik pembicaraan anda bertiga tentang semangat kebangsaan . Ngomong2 , Evy alumni angkatan berapa , ya ,.. koq baru dengar namanya ,.. Wassalam , Priyo PS ----------------- -----Original Message----- From: Syafril Hermansyah <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Date: Thu, 7 Aug 2003 20:50:53 +0700 Subject: [yonsatu] Re: [anggota] Perasaan Kebangsaan
> On Wed, 06 Aug 2003 02:07:44 +0700 > "Priyo Pribadi Soemarno" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Sewaktu CORPS melaksanakan pertemuan di DHN45 hari Jum'at yang lalu > , > > kebetulan kami bertemu dengan salah satu tokoh Perintis Kemerdekaan > , > > yaitu Bp. Jusuf Ronodipuro , beliau sudah berusia 84 tahun , masih > > gagah , masih kuat merokok 3 pak KANSAS per hari dan mengisap > > cerutu .. > > Beliau dalam kartu namanya menuliskan dibawah namanya ,.."mantan > Duta > > Besar" . > > Ah saya ingat sekarang, si Bapak ini termasuk foundernya RRI, anaknya > dulu sempat jadi pembawa berita di TVRI dan istri (anaknya) peragawati > Sebenarnya dalam konteks apa beliau ada di gedung DHN ? > > [ ... ] > > > Sewaktu masuk lagi keruangan rapat bersama mas Djoni Saleh , saya > > berpikir ,..." kenapa kita cengeng banget , yaaa ? Koq , cuma urusan > > POSKO , anggaran , tuntutan ......., dll ..........." > > :-) > Saat kemarin ada diskusi soal yg ini, saya sebenarnya ingin berkomentar > begitu, tp saya pikir ulang krn saya sdg tidak sehat dan banyak kerjaan > sisa-2x migrasi yg belum smooth shg mungkin saja pemikiran itu tidak > benar. > > Dulu sewaktu masuk Mahawarman saya tidak pernah punya pikiran utk > mendapatkan fasilitas, saya cuma ingin punya banyak teman yg pola pikir > yg sama, lingkup kegiatan yg disukai sama. Krn saya bukan anak orang > kaya, maka saya jadi asisten Dosen/Mata Kuliah Umum dan honornya > dibelikan Kaporlap yg makin lama makin lengkap. > Pergi jalan-2x dg temanpun banyak pakai biaya sendiri, naik kendaraan > umum atau jalan kaki tdk jadi masalah, yg penting senang. > > Dulu saya juga sempat lupa soal menyelesaikan pendidikan di ITB akibat > senang berhura-hura dg teman-2x di Mahawarman, sampai saya akhirnya > diingatkan orang tua saya bhw tinggal 1 tahun lagi beliau akan pensiun > (jeleknya subsidi nih <g>), shg akhirnya saya ngebut belajar utk UKT > (Ujian Komprehensif Tertulis) dan menyelesaikan Tugas Akhir. > > Sungguh satu perjuangan yg sulit utk bisa meningkatkan "semangat > belajar" dg cepat dan konsisten shg saya perlu melakukan langkah-2x > persiapan a.l. : > - tiap hari saya lari pagi stl shalat subuh, lari siang stl makan > siang. > - saya hanya duduk di meja belajar untuk belajar, diluar itu saya tidak > mau duduk di kursi itu, shg akhirnya tercipta "sugesti" kalau sdh > duduk di kursi itu saya pasti belajar. Berkat lari pagi/siang, saya > tahan belajar berjam-jam, sering tertidur di meja belajar. > - jika semangat belajar turun, saya datang ke Warteg yg banyak tukang > becaknya, melihat bgm mereka banyak yg hanya beli nasi saja, lauk > cukup pakai lalap dan sambal yg gratis. Dalam pikiran saya, kalau > saya > tidak lulus maka mungkin saya akan jadi spt mereka. > - saya sengaja jadi asisten di TPB, agar terpengaruh melihat betapa > riangnya mereka-2x ini belajar. > > Intinya, saya mencoba melakukan apa saja berdasar apa yg saya miliki > saat itu, putar otak memilah apa yg yg bisa saya lakukan dg "modal" yg > saya punya, saya tidak berharap dari apa-2x dari yg belum saya miliki. > > Kembali ke soal Batalyon, kalau memang Posko tidak diminati ya sudah > bubar saja, kalau memang masih diminati ya kerjakan apa yg bisa > dikerjakan. > Dari analisis lingkungan yg sempat disebutkan di Milis ini, kondisi > external punya peran besar dalam menurunnya minat mahasiswa menjadi > Mahawarman, situasinya tidak kondusif. Perlu bantuan dari alumni atau > pihak manapun agar legitimasi Menwa bisa dikembalikan. Sementara itu > bagi anggota yg masih aktif, menurut saya, lakukanlah aktivitas apa > saja > yg diminati oleh semua anggota, shg eksistensi/keberadaan selalu > terlihat, makin lama hubungan antar anggota makin solid/kompak. Dg > demikian pada saat kondisi external mendukung, bisa langsung ditanggapi > dg cepat oleh anggota aktif. > > > -- > syafril > ------- > Syafril Hermansyah > > > > --[YONSATU - > ITB]---------------------------------------------------------- > Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> > Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
