Resep sukses!
Salam hangat,
HermanSyah XIV.
----- Forwarded by hermansyah/Tjipdo1 on 08/27/2003 09:24 -----
irwan pranajaya <[EMAIL PROTECTED]>
08/27/2003 08:05
To: [EMAIL PROTECTED]
cc:
Subject: [kanisius_alumni] Kenali dan Miliki Watak Sukses Para Pemimpin
> Tugas utama seorang officer (the leader) di US Army
> adalah taking
> care of his soldiers. Article ini kayaknya cocok
> dengan apa yang
> disebut di atas.
>
> salam,
>
> Kenali dan Miliki Watak Sukses Para Pemimpin
> Oleh Roy Sembel dan Sandra Sembel
>
>
> Bill Gates (kaisar kerajaan Microsoft), Walt Disney
> (pemimpin
> Disney, perusahaan entertainment raksasa untuk
> anak-anak), Sam
> Walton (komandan Walmart, salah satu perusahaan
> retail terbesar
> dunia), Jeff Bezos (kapten perusahaan buku on-line,
> Amazon.com),
> Jack Welch (kepala suku perusahaan elektronik
> General Electronics),
> Ibu Theresa (tokoh yang dicinta berbagai lapisan di
> seluruh dunia).
>
> Mereka merupakan pemimpin yang telah terbukti sukses
> membawa
> perusahaan dan orang-orang yang dipimpinnya untuk
> berprestasi
> gemilang di bidang masing-masing. Ingin sukes
> seperti para pemimpin
> dunia ini? Pelajari dan miliki watak sukses mereka.
>
> Berpikir sukses
> Siapa yang mengira bahwa wanita di Indonesia yang
> lebih dari seabad
> lalu masih banyak yang buta huruf dan tidak
> berpendidikan, sekarang
> banyak yang sudah menduduki posisi puncak di bidang
> yang ditekuni
> masing-masing? Prestasi fenomenal kaum wanita
> Indonesia ini adalah
> hasil buah pikir sukses Raden Ajeng Kartini yang
> dituangkan pada
> surat-surat yang dikirimkan pada teman-temannya di
> berbagai tempat.
> Siapa yang menyangka komputer yang beberapa dekade
> lalu hanya
> digunakan di perusahaan-perusahaan besar karena
> ukurannya yang besar
> dan harganya yang sangat mahal, sekarang sudah
> menjadi perangkat
> yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan masyarakat
> masa kini?
> Bahkan komputer sudah masuk ke pelosok tanah air.
> Semua ini adalah
> hasil buah pikir sukses Bill Gates, sang kaisar di
> kerajaan bisnis
> Microsoft.
>
> Siapa yang berani bermimpi bahwa kejadian historis
> (seperti
> pertandingan final piala dunia, perang, dan
> penganugrahan hadiah
> Nobel) di suatu tempat, bisa disaksikan secara
> "live" di belahan
> bumi yang berlawanan? Keajaiban ini adalah buah
> pikir sukses Ted
> Turner, "kepala suku" jaringan televisi dunia CNN.
>
> Kartini, Bill Gates, Ted Turner meraih sukses karena
> mereka berpikir
> sukses. Hal ini bukan berarti mereka sama sekali
> tidak pernah
> mengalami kegagalan. Justru sebaliknya, kegagalan
> berkali-kali
> menimpa mereka. Namun karena mereka tidak berhenti
> untuk berpikir
> sukses, maka belajar dari kegagalan-kegagalan
> tersebut, mereka
> bangkit dan mencari serta menciptakan kesempatan
> untuk meraih
> sukses. Ibu Kartini yang pada awal perjuangannya,
> banyak ditentang
> oleh bangsa sendiri, bahkan sanak keluarga sendiri
> karena dianggap
> melawan adat, tidak patah semangat, iapun menggalang
> dukungan dari
> orang-orang yang sependapat dan sepikir dengannya
> tanpa batas
> negara, etnis ataupun agama.
>
> Ide Bill Gates tentang penyederhanaan penggunaan
> komputer baik
> secara fisik maupun fungsi ditolak berbagai calon
> investor yang
> didekatinya. Bahkan perusahaan-perusahaan komputer
> besar yang saat
> itu berjaya seolah mencibirkan bibir mereka atas
> "pemikiran sukses"
> Bill Gates. Namun watak kepimpinan Bill Gates yang
> kuat memacunya
> untuk terus berpikir sukses. Keteguhan untuk terus
> berpikir sukses
> inilah yang membukakan pintu sukses.
>
> Demikian pula dengan Ted Turner, raja CNN. Beberapa
> kali gagal dalam
> berbisnis tidak membuatnya berhenti berupaya.
> Kegagalan demi
> kegagalan yang dihadapi dipelajari dengan seksama,
> sehingga ia tidak
> mengulanginya lagi. Hasilnya, kesuksesan gemilang
> diraih pemimpin
> perusahaan televisi dunia CNN.
>
> Bicara sukses
> Karena pikiran mereka dipenuhi ide-ide sukses, maka
> apa yang keluar
> dari mereka juga adalah kata-kata sukses. Kata-kata
> ini disampaikan
> dengan sederhana, dan mudah dimengerti para pengikut
> sehingga bisa
> memotivasi dan memberi inspirasi kepada para
> pengikut untuk tetap
> optimis walaupun harus menghadapi berbagai kendala,
> krisis, dan
> masalah.
>
> Bicara sukses bukanlah merangkai kata-kata bohong
> yang tak bermakna,
> sebaliknya kata-kata ini adalah menyiratkan
> kejujuran, harapan, dan
> rasa hormat yang ditunjukkan para pemimpin pada
> orang-orang yang
> mereka pimpin. Bicara sukses bukan berarti hanya
> bicara "manis"
> dengan menyembunyikan "kelemahan" para pemimpin
> sendiri ataupun para
> pengikut mereka. Bicara sukses juga mengungkap
> "kelemahan"
> dan "kekurangan" yang bisa dan harus diperbaiki dari
> sang pemimpin
> dan para pengikutnya. Jadi, fokusnya bukan pada
> kendalanya, tetapi
> kesempatan sukses di tengah kendala yang dihadapi.
>
> Bung Tomo dan Bung Karno, pemimpin bangsa Indonesia
> di zaman
> revolusi telah menggugah hati dan semangat
> pemuda-pemudi Indonesia
> untuk berjuag meraih sukses yang telah
> diimpi-impikan bersama:
> Kemerdekaan Indonesia yang akhir minggu ini kita
> rayakan bersama.
> Kedua pemimpin bangsa ini tidak menutupi adanya
> kendala yang mungkin
> dihadapi. Mereka mengingatkan adanya bahaya pemecah
> belahan yang
> mungkin dilakukan pihak musuh, namun dengan
> keteguhan dan kekompakan
> serta tekad untuk saling mendukung, maka kendala ini
> pasti bisa
> teratasi. Bayangkan jika kedua pemimpin bangsa ini
> hanya menyuarakan
> kekhawatiran dan keraguan mereka saja tanpa
> memompakan semangat dan
> harapan. Mungkin saat ini Indonesia masih berada di
> bawah
> cengkeraman penjajahan.
>
> Karakter bicara sukses yang diperkuat dengan
> kejujuran, komitmen
> sukses, dan loyalitas, juga banyak dijumpai pada
> pemimpin dunia
> lain, seperti Nelson Mandela, Martin Luther King,
> dan Aung San Suu
> Kyi. Para pemimpin ini senantiasa memompakan
> kata-kata sukses bagi
> bangsa dan pengikut mereka untuk bangkit melawan
> dis-kriminasi,
> kemisikinan, penindasan, dan keputusasaan, walaupun
> banyak kendala
> yang harus dicermati, disiasati, dan diatasi.
>
> Berbagi sukses
> Seorang petani jagung, yang jagungnya selalu menang
> dalam kontes
> jagung di daerahnya diwawancarai oleh seorang
> wartawan. "Apa rahasia
> Bapak sampai 10 tahun ini terus menerus menjadi
> juara satu dalam
> kontes jangung di daerah ini?" demikian pertanyaan
> sang
> wartawan. "Saya memberi bibit jagung unggul saya
> pada para petani di
> sekitar ladang saya," jawab si petani.
>
> Dengan terheran-heran sang wartawan bertanya,
> "Mengapa begitu?
> Bukankah hal ini berarti Bapak memberi kesempatan
> pada lawan-lawan
> Bapak untuk menang?" Dengan bijak sang petani
> menjawab, "Jika para
> petani di sekitar saya menanam jagung yang buruk,
> maka benih dari
> tanaman jagung yang mereka tanam akan terbang ke
> ladang saya dan
> bersatu dengan benih-benih jagung saya. Akibatnya,
> tanaman jagung
> saya kemungkinan tidak akan memiliki kualitas prima
> karena telah
> tercemar oleh benih-benih buruk tersebut."
>
> Prinsip seperti itulah yang diterapkan oleh para
> pemimpin yang
> sukses. Mereka sadar bahwa sukses tidak bisa diraih
> sendirian.
> Sukses tidak habis untuk dinikmati sendirian. Sukses
> harus diraih
> dan dinikmati bersama. Jadi untuk sukses, para
> pemimpin ini sadar
> bahwa mereka juga harus membuat orang lain sukses,
> sehingga
> kesuksesan bersama akan terasa lebih manis dari pada
> kesuksesan
> sendiri.
>
> Walt Disney, dalam memproduksi film-film klasik dan
> fenomenalnya,
> juga menerapkan prinsip berbagi sukses. Disney sadar
> bahwa karya
> yang bagus perlu ditunjang oleh tim yang bagus dan
> mitra yang bagus
> pula. Untuk itu, Disney tidak segan-segan merekrut
> ilustrator,
> animator, pengisi suara, penulis naskah, sutradara
> dan insan film
> lainnya yang memiliki kualitas prima di bidang
> masing-masing. Tidak
> heran jika film-film hasil karya mereka (misalnya:
> Beauty and the
> Beast, Snow White, Pocahontas, Lion King) selalu
> mengundang decak
> kagum dunia. Untuk memproduksi film spektakuler,
> para pemimpin di
> perusahaan Disney juga bersedia bermitra dengan
> Pixar, perusahaan
> animasi terbaik di bidangnya baik dari segi
> teknologi maupun aspek
> kreatif. Buah hasil kerja sama ini adalah film-film
> animasi yang
> tidak hanya sukses meraih untung, tapi juga meraih
> penghargaan,
> misalnya: Bug's Life, Toy Story, dan Finding Nemo.
>
> Mimpi sukses
> Jika kita mendayung bersama dalam satu perahu, semua
> pendayung perlu
> memiliki pemahaman yang sama akan tempat yang akan
> dituju, sehingga
> bisa mendayung dengan irama yang sama. Namun, jika
> jika ada
> kebingungan tentang tempat tujuan yang telah
> ditetapkan, maka para
> pendayung kemungkinan akan mendayung kearah yang
> berlawanan,
> sehingga walaupun sudah bekerja keras, perahu tidak
> akan melaju,
> bahkan mungkin akan berputar-putar di satu titik
> saja. Demikian pula
> dengan kesuksesan, untuk memimpin anak buah menuju
> ke
> tempat "sukses", sang pemimpin perlu punya "mimpi"
> sukses. Tanpa
> mimpi ini, sang pemimpin tidak akan punya gambaran
> tentang kriteria
> sukses yang akan diraihnya bersama para pengikutnya.
>
>
> Sam "Walmart" Walton merupakan pemimpin di dunia
> bisnis yang punya
> mimpi sukses dan berhasil menularkan mimpi ini pada
> para pengikut
> mereka. Sam Walton bermimpi untuk menghadirkan
> sebuah "superstore"
> yang memberikan keramahan pelayanan, kenyamanan
> tempat, keamanan
> berbelanja, harga murah, dan variasi barang yang
> beragam dengan
> kualitas prima bagi para pelanggan. Agar mimpi bisa
> terwujud, Sam
> Walton senantiasa membagikan mimpinya pada para
> karyawan Walmart. Ia
> lalu berkeliling untuk bertemu muka dan
> berkomunikasi dengan para
> manajer toko, dan pegawai di berbagai outlet Walmart
> di seluruh
> Amerika Serikat. Usahanya ini membuahkan kesamaan
> visi, sehinga
> seluruh jajaran bisa bersinergi untuk meraih sukses
> yang telah
> dimimpikan bersama.
>
> Peta sukses
> Setelah mimpi sukses dimiliki, seorang pemimpin
> perlu memiliki "peta
> sukses." Dengan peta ini, sang pemimpin bisa memilih
> alternatif rute
> yang paling efektif untuk meraih sukses. Orang
> kebanyakan biasanya
> akan memilih jalan yang sudah dikenalnya, ataupun
> yang paling sering
> dilalui orang, karena takut dan enggan mengambil
> resiko mencari
> jalan baru. Seorang pemimpin, dengan modal peta yang
> dimiliki,
> justru bisa mengendalikan rasa takutnya untuk
> mencari, mencoba, atau
> bahkan membuka jalan baru menuju sukses.
> Pengetahuan, kemampuan dan
> ketrampilan seorang pemimpin di bidang yang ditekuni
> merupakan peta
> yang ampuh dan akurat untuk membantu mencari rute
> terbaik meraih
> sukses.
>
> Jeff "Amazon.com" Bezos, yang sudah banyak makan
> asam dan garam di
> dunia teknologi informasi berusaha mencari bahkan
> membuka jalan baru
> untuk menyediakan jasa penjualan buku yang dapat
> dilakukan kapan
> saja, dimana saja, dan oleh siapa saja tanpa batasan
> tempat dan
> waktu. Jika orang kebanyakan memilih usaha "toko
> buku" untuk
> mewujudkan mimpi ini, maka Jeff Bezos, membuka jalan
> baru, on-line
> bookstore, untuk meraih mimpi suksesnya.
>
> Rencana strategis untuk sukses
> Setelah peta dipelajari dan dikuasai dengan baik,
> rute-rute
> alternatif ditetapkan, maka langkah berikutnya
> adalah menyusur
> rencana strategis meraih sukses. Untuk sampai
> ketempat tujuan, perlu
> disusun rencana mengenai kendaraan apa yang akan
> digunakan, tempat-
> tempat pemberhentian mana yang akan disinggahi,
> siapa saja yang akan
> dihubungi untuk memperoleh dukungan dan fasilitas
> yang diperlukan,
> dan berapa biaya yang diperlukan untuk melakukan
> semua ini. Semua
> ini perlu dirancang dengan akurat, namun fleksibel,
> dengan
> menyisakan kemungkinan untuk penyesuaian terhadap
> kondisi dan
> kejadian yang mungkin saja tidak 100% sesuai dengan
> yang telah
> diperkirakan sebelumnya.
>
> Jack Welch adalah seorang pemimpin yang merancang
> sukses dengan
> menyusun rencana strategis jitu dengan melibatkan
> jajaran pimpinan
> perusahaan di tempat ia berkerja. Untuk meraih
> sukses, Welch
> mengajak anak buahnya untuk "melihat" kemasa depan:
> apa yang bisa
> membuat mereka gagal dalam persaingan, strategi apa
> yang harus
> dilakukan agar hal ini tidak terjadi atau strategi
> apa yang harus
> diciptakan agar kondisinya bahkan terbalik: mereka
> menang dalam
> persaingan. Strategi ini dikenal dengan singkatan
> DYB (Destroy Your
> Business) dan GYB (Grow Your Business).
>
> Tindakan sukses
> Yang membedakan seorang pemimpin yang sukses dari
> yang gagal adalah
> keberanian untuk mengambil tindakan. Jika orang lain
> hanya berhenti
> pada mimpi sukses, ataupun menyusun rencana sukses,
> maka seorang
> pemimpin yang sukses berani mengambil keputusan
> untuk bertindak
> meraih sukses. Tentu saja tindakan ini tidak membabi
> buta, melainkan
> sudah dipikirkan sungguh-sungguh, dengan perencanaan
> yang rinci, dan
> persiapan yang matang.
>
> Dalam mengambil tindakan sukses, Colin Powell, salah
> satu pemimpin
> perang Irak yang sebelumnya, menerapkan prinsip P=
> 40 ? 70. Menurut
> Colin Powell, jika kesempatan sukses ada pada
> rentang probabilita
> 40% sampai 70%, dengan informasi, ketrampilan, dan
> kemampuan yang
> berhasil dibangun, maka jangan ragu lagi untuk
> mengambil keputusan.
> Jika kita menunda untuk bertindak, ada kemungkinan
> ide dan rencana
> yang sudah disusun akan menjadi sia-sia, karena
> orang lain sudah
> mendahului kita untuk meraih sukses yang kita
> impikan.
> Ingin menjadi pemimpin yang sukses? Pelajari dan
> milikilah watak
> seoran pemimpin yang sukes. Ingin mencari pemimpin
> yang bisa membawa
> kita ke tujuan sukses? Carilah orang yang menunjukan
> kualitas
> seorang pimpimpin. Salam sukses!
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>