Korbanan karena demo stabo itu juga sama memalukannya. Kalau kita mempertanyakan mulai dari "pangkal"-nya, ngapain sih Kopassus senang betul demo stabo, yang padahal suatu kegiatan tidak bermanfaat, kecuali tampil "sumber gaya". Wasalam.
==================== ----- Original Message ----- From: Sharif Dayan To: [hankam] Sent: 07 Oktober 2003 21:16 Subject: [hankam] Nyawa hilang sia-sia ? Salam sejahtera... Sangat disesalkan hilangnya nyawa -akibat tersulut api- anggota Korps Marinir dalam peringatan HUT TNI di Sulawesi. Bagaimana kecerobohan tidak menyediakan pemadam api bisa terjadi pada institusi kemiliteran? Kalau tentaranya saja seperti itu, lalu seperti apa pula mutu pegawai dan pejabat sipil? Kapan kita pertama kali mendengar istilah "contigency plan"? Ketika menjelang tahun 2000? Kalau berbicara masalah awang-awang, pejabat Indonesia paling jago, tapi kalau sudah menyangkut teknis pelaksanaan, bahkan seorang Presiden pun sampai mengeluh. Memang, bisa saja itu dimuarakan pada ketersediaan dana, tapi jangan dilupakan memberdayakan manusianya. DPR ribut mengenai pembelian Sukhoi, yang mereka katakan tidak sesuai aturan. Tapi ketika dua petempur F-16 kita hampir ditembak oleh F-18 Hornet AS, justru mereka yang menggerutu mengenai bagaimana itu bisa terjadi. Pemerintah pun tidak cerdas dalam mempersiapkan rencana kerjanya, sehingga Buku Putih mengenai pertahanan hanya berisi hal-hal normatif. Pihak TNI sama saja, merasa paling jago mengenai pertahanan, padahal pertahanan bukan semata menyangkut aspek prajurit dan persenjataannya. Perencanaan dan penerapan strategi pertahanan bukan kerja semalam. Kita pernah punya sishankamrata, yang sampai sekarang cuma bagus di bibir. Kita punya istilah pertahanan sipil, namun cuma tampak dalam wujud pakaian seragam pegawai negeri sipil. Atau dijadikan bahan tertawaan dalam pertunjukan lawak. Kita pun masih memiliki Resimen Mahasiswa yang -katanya- merupakan salah satu potensi pertahanan, namun di lapangannya lebih sering dijadikan ABRI -sekarang dipecah menjadi TNI dan Polri- untuk proyek duit saja. Untuk yang terakhir adalah hal yang pernah saya alami sendiri. Kalau ada unsur TNI atau Polri di sini, yang merasa lebih tahu dibanding yang saya ketahui, maka silahkan bicara. Kembali pada musibah di atas: Dipertanyakan kembali bagaimana kesiapan TNI dalam merincikan setiap hal dalam menjalankan profesinya. Hal di atas itu -maaf- merupakan hal yang memalukan. Duka cita saya untuk keluarga para prajurit. Sharif Dayan --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
