8<--  
Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater      
Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697   
-->8 
  
   On Sun, 7 Dec 2003 11:15:53 +0700 Akhmad Bukhari Saleh (ABS) wrote:

> Posting Doddy ini sebetulnya sudah muncul sehari sebelum Lebaran,
> tetapi waktu itu pas semua orang lagi liburan.
> Jadi saya sengaja baru menanggapinya sekarang, supaya lebih banyak
> teman, sepulang dari liburannya masing-masing, yang bisa ikut
> membacanya, he he he.

Hwaduh, sayang saya tadi melakukan RSET thd membership anggota lbh dulu,
sementara saat posting ini tiba membership milis yonsatu belum selesai
saya rset.
Jadi sekarang sengaja saya quote ulang saja :-)
 
> Terutama karena tulisan yang di-posting-kan Doddy ini kan rasanya jauh
> lebih cocok untuk milis kita ini daripada memperdebatkan hal lain,
> seperti misalnya ihwal ekonomi, apalagi soal agama...
> 
> ==========================
> 
> > > Middle East - AP
> > > M-16 Rifle May Be on Way Out of U.S. Army
> > > Sat Nov 22, 3:55 PM ET
> > >
> > > By SLOBODAN LEKIC, Associated Press Writer
> > >
> > > BAGHDAD, Iraq - After nearly 40 years of battlefield
> > > service around the globe, the M-16 may be on its
> > > way out as the standard Army assault rifle because
> > > of flaws highlighted during the invasion and occupation
> > > of Iraq.
> > >
> > > U.S. officers in Iraq say the M-16A2 - the latest incarnation
> > > of the 5.56 mm firearm - is quietly being phased out of
> > > front-line service because it has proven too bulky for use
> > > inside the Humvees and armored vehicles that have
> > > emerged as the principal mode of conducting patrols
> > > since the end of major fighting on May 1.
> > >
> > >The M-16, at nearly 40 inches, is widely considered too
> > > long to aim quickly within the confines of a vehicle during
> > > a firefights, when reaction time is a matter of life and death.
> > >
> > >"It's a little too big for getting in and out of vehicles," said
> > > Brig. Gen. Martin Dempsey, commander of the 1st Armored
> > > Division, which controls Baghdad. "I can tell you that as a
> > > result of this experience, the Army will look very carefully at
> > > how it performed."
> > >
> > > "Iraq is the final nail in the coffin for the M-16," said a
> commander
> > > who asked not to be identified.
> 
> -----------------------------------------------
> 
> Kalau kita bicara mengenai M-16 (dan juga SS-1 atau SS-2 atau AK-47
> atau AK-74) kita bicara mengenai senjata standar pasukan infanteri.
> 
> Penulis artikel ini jelas orang yang tidak mengerti falsafah
> perancangan dan perekayasaan (design and engineering) untuk suatu
> senjata standar bagi pasukan infanteri.
> 
> Dan karena korps infanteri selalu disebut sebagai 'the queen of the
> battle', maka kalau kita bicara senjata standar untuk infanteri,
> berarti kita bicara mengenai senjata standar perorangan untuk seluruh
> tentara.
> 
> Senjata utama pasukan infanteri adalah senapan serbu (assault rifle).
> Dalam merancang suatu senapan serbu, sebetulnya nggak ada urusannya
> dengan soal apakah senapan itu kepanjangan atau tidak kalau dibawa
> keluar-masuk kendaraan humvee (jip standar tentara AS sekarang ini)
> dan kendaraan tempur pasukan kavaleri.
> Karena pasukan infanteri memang tidak akan menyerbu dari dalam jip
> atau kendaraan tempur lapis baja (armored fighting vehicle).
> 
> Infanteri terutama bertempur dengan berjalan kaki (fight on their
> feet), jadi format senjatanya harus disesuaikan dengan kebiasaan
> berperang suatu pasukan jalan kaki, di mana syarat utamanya adalah
> harus dapat menembak musuh dengan tepat, dari jarak cukup jauh, dengan
> pemakaian peluru yang irit, sehingga design-nya, sampai saat ini tidak
> mungkin tidak, harus berbentuk senjata yang berlaras cukup panjang.
> 
> Juga menjadi persyaratan pasukan infanteri bahwa senapan itu harus
> efektif ketika dipergunakan dalam perkelahian sangkur, karena itu
> senjata tersebut justru tidak boleh terlalu pendek dan terlalu ringan.
> 
> Artikel yang di-posting-kan Doddy ini ditulis setelah mewawancarai
> orang kavaleri AS, yang di Irak sekarang ini mereka lagi hidup dengan
> penuh ketakutan, jadi dapat dimaklumi kalau omongannya ngawur begitu.
> Tetapi untuk mendengarkan keluhan orang kavaleri tentang senjatanya
> orang infanteri, lalu menyimpulkan bahwa senjatanya orang infanteri
> itu akan ditarik dari garis depan, tentu itu merupakan suatu
> kesimpulan yang kebablasan.
> 
> Apalagi untuk mengatakan bahwa perang Irak 2003 merupakan 'vonis mati'
> ("final nail in the coffin") bagi M-16.
> Bahwa M-16 tidak akan dipakai lagi oleh orang kavaleri, barangkali iya
> betul.
> Tetapi bahwa M-16 dalam waktu dekat sudah tidak akan dipakai lagi oleh
> orang infanteri, masih jauh panggang dari api.
> 
> Mengenai soal M-16 kepanjangan kalau dipakai dalam kendaraan tempur,
> tentunya harus dipahami bahwa ketika men-design suatu kendaraan
> tempur, orang melihat untuk apa kendaraan itu akan dipergunakan.
> Humvee, Abrams, Bradley, dan semacamnya, memang tidak dirancang untuk
> menjadi platform-nya pasukan infanteri, karena itu tidak di-design
> untuk memberi ruang gerak yang cukup bagi penggunaan senapan serbu
> prajurit infanteri.
> 
> Lain halnya dengan APC (armored personnel carrier), kendaraan lapis
> baja yang memang dirancang untuk mobilitas pasukan infanteri
> (mechanized infantry).
> Di dalam suatu APC buatan Amerika pasti tidak akan ada keluhan bahwa
> M-16, senjata standar infanteri AS, kepanjangan.
> Dalam suatu APC design Rusia pasti tidak akan ada keluhan bahwa AK-74,
> senjata standar infanteri Rusia, kepanjangan.
> 
> Begitu pula, di dalam suatu "APRI" ("Alat Pengangkut Ringan
> Infanteri"), APC yang baru di-design dan sedang dibuat oleh PINDAD,
> yang kemarin ini dibawa oleh Dirut-nya, Budi Santoso, ke kampus ITB,
> ketika menghadiri ulang tahun ke-70 Prof. Wiranto Arsimunandar,
> tentunya tidak akan ada keluhan bahwa SS-1, senjata standar infanteri
> Indonesia, kepanjangan.
> 
> ==========================
> 
> > > Instead of the M-16, which also is prone to jamming in Iraq's
> > > dusty environment, M-4 carbines are now widely issued to
> > > American troops.The M-4 is essentially a shortened M-16A2,
> > > with a clipped barrel, partially retractable stock and a trigger
> > > mechanism modified to fire full-auto instead of three-shots
> > > bursts. It was first introduced as a personal defense weapon
> > > for clerks, drivers and other non-combat troops.  "Then it
> > > was adopted by the Special Forces and Rangers, mainly
> > > because of its shorter length," said Col. Kurt Fuller, a
> > > battalion commander in Iraq and an authority on firearms.
> > >
> > > Fuller said studies showed that most of the combat in Iraq
> > > has been in urban environments and that 95 percent of all
> > > engagements have occurred at ranges shorter than 100
> > > yards, where the M-4, at just over 30 inches long, works best.
> 
> -----------------------------------------------
> 
> Membandingkan M-16 dengan M-4, dan membahas kemungkinan digantikannya
> M-16 yang senapan serbu itu, dengan M-4 yang karaben itu, sebagai
> senjata standar tentara AS, sama saja membandingkan pisang dengan
> sendok dan lalu membahas kemungkinan menggantikan pisang itu dengan
> sendok.
> 
> Tentara-tentara negeri lain umumnya melengkapi pasukan infanterinya
> dengan senapan serbu dan pimpinan pasukan infanterinya itu (DanRu ke
> atas) dengan PM (pistol mitralyur) atau SMG (sub machine gun). Tentara
> Jerman, misalnya, melengkapi pasukan infanterinya dengan senapan serbu
> Heckler & Koch G-36 dan komandan-komandannya dengan sub machine gun
> MP-5 yang buatan Heckler & Koch juga.
> 
> Falsafahnya adalah bahwa para komandan perlu lincah bergerak dalam
> memimpin anak-buahnya menumpas musuh, tetapi tidak perlu dia sendiri
> berposisi di paling depan dalam menumpas musuh itu. Jadi perlu senjata
> yang ringkas, sekedar cukup membela diri, tidak untuk ikut menembak
> musuh dari jarak jauh.
> 
> Tentara AS memang khas. Sejak Perang Dunia II mereka tidak melengkapi
> para DanRu-nya dengan PM atau SMG, tetapi dengan karaben.
> Falsafahnya adalah, walaupun para komandan perlu lincah bergerak, jadi
> perlu senjata yang lebih ringkas, tetapi komandan infanteri tentara AS
> juga harus bisa menembak musuh dari jarak cukup jauh.
> Karena itu dipakailah karaben, yang cukup ringkas tetapi effective
> range-nya jauh melebihi PM atau SMG.
> (Sekarang ada beberapa negeri lain yang tentaranya juga meniru
> falsafah tentara AS ini)
> 
> Namun demikian, sehebat-hebatnya karaben untuk menembak musuh dari
> jauh, tetaplah tidak mungkin dia menggantikan senapan serbu.
> Jangkauan efektif tembakan senapan serbu tetap saja setidaknya tiga
> kali lebih jauh daripada karaben.
> 
> Dibanding dengan senapan serbu, karaben juga tidaklah layak dipakai
> dalam perkelahian sangkur.
> Tetapi selain faktor itu, masih ada lagi satu faktor dalam perang
> infanteri modern yang membuat karaben tidak dapat menggantikan senapan
> serbu, yaitu kemampuan senapan serbu untuk berfungsi sebagai pelontar
> granat.
> Dalam perang jaman sekarang, pasukan infanteri tidak lagi harus
> mengandalkan kekuatan lengannya untuk melemparkan granat tangan.
> Mereka dapat mempergunakan senapannya untuk keperluan itu.
> Tetapi karaben tidak dapat dipakai untuk hal itu.
> 
> Perbedaan fungsi karaben dengan senapan serbu juga ditunjukkan dengan
> mode tembakan "full automatic" pada karaben, dan mode tembakan
> "three-shots bursts" pada senapan serbu, di mana senapan serbu,
> seperti saya katakan di atas, harus menggunakan peluru secara irit.
> Sedangkan karaben M-4, terutama dalam fungsinya sebagai PDW (personal
> defense weapon), seperti juga PM dan SMG, diutamakan untuk bisa
> 'menyiram' musuh yang jaraknya dekat, dengan hujan peluru.
> 
> ==========================
> 
> > > Still, experience has shown the carbines also have deficiencies.
> > > The cut-down barrel results in lower bullet velocities, decreasing
> > > its range. It also tends to rapidly overheat and the firing
> system,
> > > which works under greater pressures created by the gases of
> > > detonating ammunition, puts more stress on moving parts,
> > > hurting its reliability.
> > > Consequently, the M-4 is an unlikely candidate for the rearming
> > > of the U.S. Army.
> 
> -----------------------------------------------
> 
> Tentu saja M-4, yang karaben, tidak mungkin menggantikan M-16, yang
> senapan serbu, sebagai senjata standar US Army.
> Karena bagaimana pun karaben hanyalah sebuah PDW.
> 
> Istilah "PDW" adalah nomenklatur yang dipakai tentara AS untuk senjata
> jenis pertahanan diri, yang dirancang untuk dipergunakan anggota
> tentara yang non-tempur, seperti supir, tenaga administrasi, tenaga
> medik, dsb., termasuk juga anggota pasukan kavaleri, artileri, zeni,
> dan semacamnya.
> Dan juga para pimpinan (DanRu ke atas) pasukan infanteri.
> 
> Karena itu PDW bercirikan formatnya yang ringkas, bobotnya yang
> ringan, mode tembakannya yang full automatic, dan, seringkali juga,
> ukuran pelurunya yang lebih kecil.
> 
> Kemudian, karena formatnya yang ringkas (dan peluru kecilnya yang
> lebih ringan), maka PDW berkembang juga menjadi senjata standar
> Pasukan Khusus / Special Forces, sesuai dengan karakteristik penugasan
> Passus.
> 
> Tetapi, seperti halnya Pasukan Khusus yang sehebat apa pun tidak
> mungkin menggantikan kedudukan pasukan infanteri dalam suatu
> peperangan (ini yang salah dilakukan TNI-AD di Timtim), maka PDW yang
> sehebat apa pun juga tidak
> mungkin menggantikan senapan serbu sebagai senjata utama.
> 
> ==========================
> 
> > > It is now viewed as an interim solution until the introduction of
> > > a more advanced design known as the Objective Individual
> > > Combat Weapon, or OICW.
> > >
> > > There is no date set for the entry into service of the OICW,
> > > but officers in Iraq say they expect its arrival sooner than
> > > previously expected because of the problems with the M-16
> > > and the M-4.
> 
> -----------------------------------------------
> 
> Analisis bahwa M-4 akan merupakan pengganti sementara ("interim
> solution") bagi M-16, sampai senapan OICW mulai bisa dipakai, adalah
> analisis yang kurang tepat, bahkan cenderung ngawur.
> 
> Pertama, seperti saya uraikan di atas, M-4 yang karaben tidak mungkin
> dipergunakan sebagai pengganti M-16 yang senapan serbu, walaupun hanya
> untuk sementara ('interim') sekalipun.
> 
> Kedua, kalau melihat design-nya, maka senapan OICW tidak dimaksudkan
> menggantikan M-16 saja atau M-4 saja.
> Saya melihatnya senjata baru ini dirancang untuk menggantikan keduanya
> sekaligus!
> Bahkan OICW sekaligus juga bisa berfungsi sebagai PM/SMG.
> 
> OICW ini senjata baru yang sedang sibuk-sibuknya dirancang oleh
> tentara AS, dan sekarang sudah ada dua atau tiga macam prototype-nya.
> Bentuknya sangat futuristik. Untuk teman-teman Ekek di milis "Anggota"
> (yang bisa terima attachment), saya lampirkan gambar OICW ini dalam
> berbagai fungsinya.
> 
> Betul OICW ini memang merupakan senjata yang revolusioner, sangat
> berbeda dengan senjata yang selama ini ada.
> Tetapi justru karena revolusioner-nya itu, maka kapan dia akan mulai
> 'berdinas' di tentara AS, dan apakah dia akan sukses, menjadi
> pertanyaan besar yang belum ada orang bisa menjawabnya.
> 
> Lebih empat puluh tahun yang lalu, di tahun 1958, AR-15, embryo dari
> M-16, juga senjata revolusioner.
> Tetapi baru sembilan tahun sesudahnya, dia bisa sukses sebagai M-16,
> yaitu sebagai suatu senjata yang ber-kode "M" (Kode "M" berarti sudah
> diakui menjadi standar tentara AS).
> 
> ==========================
> 
> > > The current version of the M-16 is a far cry from the original,
> which
> > > troops during the Vietnam War criticized as fragile, lacking power
> > > and range, and only moderately accurate. At the time, a leading
> > > U.S. weapons expert even recommended that American soldiers
> > > discard their M-16s and arm themselves with the Kalashnikov
> > > AK-47 rifle used by their Vietcong enemy.
> > >
> > > Although the M16A1 - introduced in the early 1980s - has been
> > > heavily modernized, experts say it still isn't as reliable as the
> > > AK-47 or its younger cousin, the AK-74. Both are said to have
> > > better "knockdown" power and can take more of a beating on
> > > the battlefield.
> 
> -----------------------------------------------
> 
> Memang umum dikatakan bahwa AK-47 lebih 'bandel' daripada M-16.
> 
> Tetapi tentara AS mempertahankan M-16 karena senapan ini merupakan
> pelopor penggunaan peluru kecil (kaliber 5,56) yang kemudian menjadi
> standar NATO.
> Bahkan AK, yang semula memakai peluru besar (kaliber 7,62) juga
> kemudian, setelah Perang Dingin usai, menyesuaikan dirinya dengan
> standar NATO ini, melalui versi barunya, AK-74.
> 
> Tetapi ketika versi Rusia untuk amunisi kecil ini muncul, M-16 sudah
> dibuat berbilang jutaan unit, dan sudah berkembang jauh sampai M-16
> versi A1, A2, bahkan sekarang sudah masuk ke versi A3.
> Sehingga bagi M-16 sudah tidak ada lagi langkah mundur.
> 
> Selain daripada itu, ada keunggulan design dan engineering M-16
> daripada senapan serbu lainnya, yaitu fleksibilitas dalam design-nya.
> Sangat mudah merubah-rubah production line M-16 untuk penggunaan
> intansi yang berbeda-beda, misalnya untuk penggunaan oleh polisi, atau
> imigrasi dan bea-cukai, atau DEA (badan anti narkoba), bahkan juga
> oleh orang sipil
> pemburu binatang.
> 
> Karena itu M-16 juga merupakan salah satu assault rifle yang paling
> banyak dipakai di dunia.
> Kalau dibanding AK-47 dan AK-74 bersama-sama, mungkin M-16 kalah
> banyak pemakaiannya, tetapi kalau dibanding AK-47 dan AK-74
> sendiri-sendiri, barangkali penggunaan M-16 sebanding banyaknya.
> 
> Dan sudah banyak juga negara lain membuat M-16 atas dasar lisensi.
> Bahkan termasuk juga RRC!
> 
> ==========================
> 
> > Salam,
> > Doddy Samperuru - ekek 25
> 
> -----------------------------------------------
> 
> Wasalam,
> ABS - Ekek 2 - A 640145.

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah<[EMAIL PROTECTED]>

List Administrator/Moderators yonsatu/[EMAIL PROTECTED]

--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------   
Arsip           : http://yonsatu.mahawarman.net  
News Groups     : gmane.org.region.indonesia.mahawarman  
News Arsip      : http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman  

Kirim email ke