8<-- Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697 -->8 On Sun, 07 Dec 2003 01:41:43 +0700 Priyo Pribadi Soemarno wrote:
> Kita seringkali keliru menginterpretasikan HAM (hak azasi manusia) , > seperti misalnya kalau menghukum mati koruptor , takut dianggap > melanggar HAM . Memberantas pemberontakan di Aceh , dianggap melanggar > HAM , ...melarang pejabat punya kekayaan luar biasa juga dianggap > melanggar HAM ,... > Lho , HAM itu sebenarnya untuk siapa ?? Siapa yang boleh menggunakan > dalih HAM untuk melindungi kepentingannya ?? Apakah para penegak hukum > sudah lupa , bahwa rakyat Indonesia yang selama ini diam , menurut , > pasif dan sabar adalah yang paling merasakan dilakukannya perampasan > hak azasi oleh orang2 yang "punya kuasa dan punya uang" ?? Wah cocok bener di hati (saya) nih, penerapan HAM yg salah kaprah memang banyak terjadi di negeri ini. > Pengampunan kepada para koruptor , khan sama saja dengan melegalisir > perampasan HAM dari rakyat kecil yang seharusnya ikut menikmati > kemakmuran negeri ini dengan cara yang seadil2nya . Tp memang di negeri ini kelihatannya semua serba salah kaprah. Soal koruptor yg eksekusinya ditunda-tunda bahkan akhirnya bebas karena dia punya banyak duit shg bisa membayar lawyer yg jago-2x (saya punya pemikiran bhw nggak enak juga punya negara yg segala-gala diatur oleh hukum, krn yg punya duit jadi immune thd hukum; lebih enak diatur oleh hati nurani <g>). Di level bawah, kita sering melihat kasus penggusuran, banyak yg teriak-2x itu melanggar HAM, padahal yg digusur itulah yg menyerobot hak orang lebih dulu (coba aja itu orang yg teriak-2x HAM punya tanah yg diserobot oleh preman-2x, baru dia ngerti rasanya <g>). -- syafril ------- Syafril Hermansyah --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Arsip : http://yonsatu.mahawarman.net News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman News Arsip : http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman
