8<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<    
Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater        
Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697     
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>8   
 
  
  
     
      Mr. Syafril,

kalau saya ragu (penasaran) metode polling yang digunakan seperti apa,
contohnya polling SCTV, disitu kita harus telepon nomer mereka, kadang
bayar, kadang ada nomer bebas pulsa, tapi pilihan jawabannya ada: Setuju,
Tidak Setuju, dan Tidak Tahu, nah ternyata....
hasilnya ada orang orang yang menjawab tidak tahu,

wah, koq bisa ya, orang telepon ke SCTV, tapi jawabannya sekedar Tidak Tahu
/ ragu ragu - wasting time.... hehehe :D

Andoko
9677.08.32536


----- Original Message -----
From: "Syafril Hermansyah" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: December 31, 2003 1:48 AM
Subject: [yonsatu] Polling Pendapat Umum


> 8<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<
> Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater
> Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697
> >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>8
>
>
>
>
>       Hi Gank!
>
> Budaya polling pendapat umum relatif baru di negara kita, kita mulai
> sering melihatnya di TV-2x swasta.
> Apa cara yg dilakukan sudah benar ?
>
> Begin forwarded message:
>
> Date: Fri, 8 Jan 1999 14:41:53 +0700
> From: "Agus Sudibyo" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: ~JIL~ Re: Hidayat Nur Wahid, Presiden SMS
>
>
> Karena kebetulan saya sedang banyak mengamati persoalan "polling dan
> pemilu", saya ingin turut menanggapi diskusi ini.
>
> Sejauh yang saya tahu, cara yang paling mudah (namun paling fundamental)
> untuk menilai kelayakan sebuah polling adalah apakah polling tersebut
> didahului dengan proses pengambilan sampel (sampling) yang benar.
> Sampling, adalah syarat utama sebuah polling. Sampling adalah metode
> untuk "mengambil sebagian demi mewakili semuanya". Kenapa harus
> mengambil sebagian, karena tak mungkin atau terlalu mahal untuk menanyai
> seluruh penduduk, atau seluruh populasi. Sampling dengan demikian
> menjadi pembeda polling dengan sensus atau referendum. Dua yang disebut
> belakangan, berpretensi untuk menjangkau opini/persepsi seluruh
> penduduk/anggota populasi.
> Pada titik ini kita menemukan konsep penting dalam polling, yakni
> "representasi". Biar polling representatif, maka sampling harus
> dilakukan dengan cara yang benar. Seluruh anggota populasi harus
> mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel/responden.
> Responden dalam hal ini "dipilih", bukan "memilih" atau mengajukan
> dirinya sendiri. Karena itu dia pasif, menunggu diberi pertanyaan.,
> bukan menjawab pertanyaan secara proaktif. Hal ini penting untuk
> menghindari terjadinya monopoli suara dan mobilisasi. Dalam hal ini kita
> mengenal banyak metode sampling, yang paling sahih adalah metode random
> sampling dengan berbagai variannya.
>
> Dengan menggunakan perspektif ini, dengan sendirinya seluruh polling
> yang tidak didahului dengan sampling, "tidak layak untuk  disebut
> sebagai polling". Polling main-main, polling tidak sungguhan.
> Tanpa terkecuali polling-polling yang dilakukan oleh televisi-televisi
> kita.
> Polling yang notabene tidak menggunakan sampling, responden aktif
> menunjuk dirinya sendiri dan memberikan suaranya. Di barat polling
> semacam ini secara sinis disebut sebagai "telepolling". Polling yang
> dilakukan oleh televisi, polling melalui internet, dan polling melalui
> SMS, adalah polling main-main yang sama sekali tidak representatif untuk
> digunakan untuk mengetahui gambaran opini publik.
> ATau polling yang memang disengajakan untuk mengelabuhi publik, atau
> untuk mengecoh lawan politik.
>
> Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana polling dilakukan. Sejauhmana
> intensitas interaksi antara pewawancara dengan responden sangat
> menentukan dalam ini. Polling yang dilakukan secara langsung (face to
> face) mempunyai nilai paling tinggi. Polling melalui telepon, nilainya
> lebih rendah, namun tetap bisa direkomendasikan karena lebih efisien dan
> murah.
> Polling yang dilakukan melalui internet dan sms nilainya lebih rendah
> lagi.
>
> Pertanyaan yang juga tak kalah penting, adalah bagaimana bentuk-bentuk
> pertanyaan yang diajukan untuk responden. Dalam hal ini, saya punya
> catatan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam polling ditelevisi
> kita bukan pertanyaan yang bagus dan netral. Melainkan jenis pertanyaan
> yang cenderung menggiring responden ke satu jawaban tertentu, pertanyaan
> yang menghakimi/mendeskriditkan pihak-pihak tertentu, serta pertanyaan
> yang tampaknya memang dimaksudkan untuk memobilisasi suara untuk
> aktor/kelompok politik tertentu.
>
> Sejauh yang saya tahu, hingga saat ini lembaga yang melakukan polling
> secara serius hanya Litbang Kompas. Terlepas dari masalah-masalah
> politik, dan terlepas dari kenyataan bahwa hasilnya sering membosankan,
> Litbang Kompas setidak-tidaknya memberi pelajaran polling harus
> dilakukan dengan hati-hati, "taat asas", termasuk dalam  merumuskan
> kesimpulannya.
> Polling adalah masalah serius, apalagi menjelang suksesi seperti
> sekarang ini.
>
> Terima kasih,
>
> AGus Sudibyo
>
> ----- Original Message -----
> From: Ulil Abshar-Abdalla <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Thursday, December 25, 2003 11:08 PM
> Subject: Re: ~JIL~ Re: Hidayat Nur Wahid, Presiden SMS
>
>
> > Salam,
> > Soal polling via SMS ini, saya ingin memandangnya dari
> > segi lain. Apa yang dikatakan olh Denny benar, bahwa
> > polling semacam di SCTV itu bisa sangat mengelabui.
> > Tetapi, apa yang dikatakan Sdr. Rahmad Desmi tidak
> > benar dalam kasus Tempo. Setahu saya, mohon koreksi
> > kalau keliru, Tempo menggunakan metode lain yang jauh
> > lebih bisa dipegang, yaitu melalui telpon, denhan
> > persebaran responden yang lebih merata. Sudah tentu
> > yang dikatakan oleh Hamami juga benar, bahwa polling
> > yang memakai telpon pun bisa mengandung "bias", karena
> > yang mempunyai telpon hanyalah orang-orang kelas
> > menengah. Tetpai, sekurang-kurangnya, metode seperti
> > itu bisa dipakai untuk melihat kecenderunga pendapat
> > umum.
> >
> > Metode polling memakai SMS memang sangat riskan, kalau
> > tujuannya untuk mengecek kecenderungan opini publik.
> > Saya mendengar, bahwa teman-teman PK sengaja
> > memobilisir "umat" mereka untuk "membanjiri" polling
> > semacam itu, agar image PK naik.
> >
> > Taruhlah apa yang saya dengar itu benar, maka saya
> > ingin melihat hal ini dari arah lain, yaitu "komitmen"
> > umat PK yang begitu besar untuk menciptakan citra
> > partai yang baik. Kalau metode ini manjur sebagai
> > kampanye, mestinya partai lain meniru dong.
> >
> > Lepas dari ketidaksetujuan saya dengan orientasi
> > "ideologis" PK, saya menaruh respek pada partai ini,
> > satu-satunya partai yang saya pandang paling "media
> > savvy".
> >
> > ulil
> >
> >
> >
> >
> >
> > --- Rahmad Desmi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > "Polling tidak ilmiah" yang dilakukan SCTV itu,
> > > dalam bentuk yang mirip, juga dilakukan oleh Metro
> > > TV, Tempo, dan media2 lain.  Dan selama ini publik
> > > tidak pernah menjadikan hasil polling itu sebagai
> > > lebih dari sekedar "hiburan" seperti yang
> > > kurang-lebih disarankan bung Denny.
> > > Dilihat dari sisi lain, dukungan via SMS begini
> > > masih lebih dibanding dengan dukungan versi cap
> > > jenpol darah atau model tebang pohon seperti yang
> > > kita lihat dimasa-masa kemarin kan ?
> > >
> > >
> > > rahmd desmi fajar
> > > sangatta minesite
> > >
> > >
> > > Disclaimer - This message and any attachments may
> > > contain priviledged information that should not, by
> > > any means, be taken as endorsement to any candidates
> > > or parties mentioned.
> > >
> > > ----- Original Message -----
> > > From: [EMAIL PROTECTED]
> > > > Message: 2
> > > >    Date: Mon, 22 Dec 2003 17:33:07 -0800 (PST)
> > > >    From: denny JA <[EMAIL PROTECTED]>
> > > > Subject: Hidayat Nur Wahid, Presiden SMS
> > > >
> > > > Sekedar untuk selingan
> > > >
> > > > Media Indonesia
> > > > Senin 22 Desember 2003
> > > >
> > > > Hidayat Nur Wahid, Presiden SMS?
> > > > Denny J. A
>
>
>
>
>
> --
> syafril
> -------
> Syafril Hermansyah
>
> --[YONSATU - ITB]-----------------------------------------------
> Arsip : <http://yonsatu.mahawarman.net>  atau
> <http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman>
> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
> List Admin : <http://home.mahawarman.net/lsg2>
>


--[YONSATU - ITB]-----------------------------------------------    
Arsip           : <http://yonsatu.mahawarman.net>  atau 
<http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman> 
News Groups     : gmane.org.region.indonesia.mahawarman   
List Admin      : <http://home.mahawarman.net/lsg2> 
 

Kirim email ke