8<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<
Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater
Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>8
FYI dan Selamat ber HANATA 2004.
Salam hangat,
HermanSyah XIV.
----- Forwarded by hermansyah/Tjipdo1 on 12/31/2003 10:33 -----
"rini" <[EMAIL PROTECTED]>
12/31/2003 10:32
Please respond to belanda
To: <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>
cc:
Subject: [belanda] Fwd:Gerakan Nasional Jangan Pilih Politisi Busuk
Sent: Monday, December 22, 2003 3:50 PM
Subject: [cumakita] Fwd:Gerakan Nasional Jangan Pilih Politisi Busuk
> Gerakan Nasional
> Jangan Pilih Politisi Busuk
>
> Pemilu 2004 sudah didepan mata. Pada April 2004, rakyat Indonesia
> yang memiliki hak pilih akan memilih anggota DPR dan DPD. Dibanding
> pemilu 1999, hak suara pemilih dalam pemilu mendatang lebih kuat.
> Pemilih dapat memilih nama caleg DPR/D, selain hanya mencoblos tanda
> gambar partai. Begitu juga pilihan secara langsung dapat diberikan
> dalam memilih calon DPD. Namun, akankah pemilih menggunakan
> otoritasnya secara rasional dan bijak? Sehingga wakil rakyat yang
> terpilih benar-benar merupakan wakil yang amanah dalam membawa
> aspirasi pemilih.
>
> Pada pemilu 1999, walaupun tingkat partisipasi rakyat sangat besar
> dalam memberikan suara, akan tetapi pejabat politik hasil pemilu
> 1999 jauh dari harapan masyarakat. Ini terjadi karena pada pemilu
> lalu, pemilih hanya mencoblos tanda gambar. Partai politik, terutama
> elit parpol, memiliki otoritas yang tak terbatas dalam menentukan
> siapa yang akan menjadi `wakil rakyat'.
>
> Hasilnya, para pejabat publik `pilihan' elit politik, baik yang di
> pemerintahan maupun di parlemen hanya memikirkan kepentingan
> kelompok untuk kekuasaan politik jangka pandek. Keputusan politik
> hanya ditentukan oleh segelintir orang saja. Ranah politik menjadi
> oligarkis.
>
> Pejabat politik hasil pemilu 1999, baik ditingkat pusat maupun
> daerah, jauh dari harapan masyarakat. Elit politik, terkena gejala
> rabun jauh. Peraturan dan kebijakan publik tidak mencerminkan
> komitmen untuk membawa bangsa keluar dari belitan krisis. Produk
> kebijakan hanya berorientasi kepada kepentingan kelompok dan
> kelompok kepentingan yang menjadi kroni semata. Belum lagi skandal
> politik uang dalam setiap pengambilan keputusan di tiap tingkatan.
>
> Tuntutan reformasi untuk menciptakan pemerintahan yang bebas KKN,
> menghargai Hak Azasi Manusia serta pemulihan ekonomi tidak
> terealisir. Korupsi tetap menggurita tanpa bisa dicegah. Pelanggaran
> HAM tetap menjadi langganan dari aparat kekuasaan. Perusakan
> lingkungan, penebangan hutan liar kian marak lantaran ada beking
> aparat. Kesetaraan gender dan pemberian perlindungan hukum terhadap
> perempuan makin jauh dari kenyataan.
>
> Menyongsong Pemilu 2004: Menyaring Politisi Busuk
>
> Akankah parlemen dan pemerintahan hasil pemilu 2004 lebih aspiratif
> dan responsif? Hal ini sangat bergantung kepada kualitas kandidat
> yang dinominasikan. Jika kapasitas dan komitmennya dibawah standar,
> maka wajah parlemen dan pemerintahan sulit berubah. Dilain pihak,
> kualitas pemerintahan juga tergantung dari `pilihan' pemilih. Jika
> pemilih secara rasional memilih kandidat yang kompeten dan amanah,
> maka kualitas pemerintahan niscaya menjadi lebih baik.
>
> Proses seleksi dan penetapan calon legislatif yang dilakukan oleh
> partai-partai politik masih jauh dari sistem rekruitmen yang
> demokratis dan terbuka. Penetapan caleg masih didominasi oleh
> hubungan kedekatan atau perkoncoan yang melanggengkan patronase
> politik di dalam partai politik. Gejala lain adalah praktek membeli
> kursi. Kandidat yang mampu menyumbang dalam jumlah besar kepada
> partai politik akan memperoleh kemudahan menempati `nomor jadi'
> dalam urutan daftar parpol. Kandidat yang memiliki kompetensi dan
> komitmen, tapi tidak memiliki patron politik maupun dana yang cukup
> akan tersingkir.
>
> Agenda terpenting menyongsong pemilu 2004 adalah melakukan
> pemberdayaan pemilih. Pemilih harus memiliki informasi yang cukup
> guna melakukan pilihan secara rasional. Upaya penting adalah
> membedakan antara poolitisi busuk dan politisi yang amanah dan
> kompeten.
>
> Para politisi yang terbukti melanggar kriteria dibawah dikategorikan
> sebagai politisi busuk (bad politician). Kriteria untuk menyaring:
>
> 1. Melakukan korupsi; Kritieria ini termasuk melakukan kolusi
> (penyelewengan kekuasaan) dan nepotisme (perkerabatan).
>
> 2. Terlibat dalam pelanggaran HAM; seperti kejahatan terhadap
> kemanusiaan, penganiayaan dan penculikan, penindasan terhadap hak
> social dan politik kelompok-kelompok masyarakat.
>
> 3. Terlibat dalam perusakan lingkungan; seperti pencemaran
> lingkungan, penebangan hutan secara illegal.
>
> 4. Melakukan kejahatan seksual; Termasuk didalamnya melakukan
> kekerasan rumah tangga, kekerasan seksual, dan pemerkosaan.
> Politisi busuk ini dimasukkan ke dalam daftar hitam agar tidak
> dipilih dalam pemilu mendatang. Kita harus membuat perbedaan yang
> jelas antara politisi busuk dan politisi yang amanah dan kompeten.
> Informasi daftar hitam politisi busuk ini sangat strategis bagi
> pemilih. Daftar hitam ini dapat digunakan sebagai panduan dalam
> memilih kandidat. Politisi dan partai politik yang gagal
> memperjuangkan aspirasi rakyat tidak layak dipilih kembali.
>
> Pelaksanaan pemilu yang jurdil ditambah proses penyaringan politisi
> busuk agar tidak menduduki jabatan publik semoga menjadi pintu masuk
> bagi mempercepat masa transisi menuju demokrasi dan keadilan sosial.
> Ingat?Pemilu 2004, jangan pilih politisi busuk!
>
> Gunakan Hak Pilih Secara Rasional
> Jangan Pilih Politisi Busuk!!
>
> Jangan Pilih Politisi Korup
> Jangan Pilih Politisi Pelangar HAM
> Jangan Pilih Politisi yang Terlibat Pengrusakan Lingkungan
> Jangan Pilih Politisi Pelaku Kejahatan Seksual
>
> LEMBAR DUKUNGAN
> YA! dengan ini saya (kami) tidak akan memilih politisi busuk di
> Pemilu 2004. Saya (kami) juga akan memperluas gerakan penyadaran ini
> ke seluruh masyarakat Indonesia.
> Nama :
> Lembaga :
> Tanga tangan :
> Kirimkan kembali lembar dukungan ini ke sekretariat Gerakan
> Nasional "Tidak Pilih Politisi Busuk" ke Jl. Kalibata Timur IV/D No
> 6 Jakarta Selatan 12740, telp. 021-7901885, Fax. 021-7994005.
>
>
> Kirimkan dukungan anda lewat SMS ke: 0855-88-watch (92824)
> Dengan format pesan : icw [spasi] [pesan]
> Biaya sama seperti sms biasa. Lihat di ictwatch.com/icw
>
> Demikian info ini kami sampaikan.
>
> Salam,
> Adnan Topan Husodo
> Departemen Korupsi Politik
> Indonesian Corruption Watch
> 08129001941
>
>
> Mailis ini khusus dibuat untuk kepentingan komunikasi internal
antarkomponen Walhi. Jika anda tidak berkenan silakan kirim email ke:
> [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
> To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/cumakita/
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
> http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/IYOolB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/belanda/
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--[YONSATU - ITB]-----------------------------------------------
Arsip : <http://yonsatu.mahawarman.net> atau
<http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
List Admin : <http://home.mahawarman.net/lsg2>