On Fri, 16 Jan 2004 07:31:01 -0800 (PST) Rifki Muhida (RM) wrote:

[ ... ]

> Secara jujur saya katakan, apa yang saya peroleh di Yon I jauh lebih
> berharga dari gelar seperti insinyur atau doktorandus. Gelar2
> akadameis semacam itu mungkin kita pakai untuk mencari kerja, cari
> pacar atau mungkin untuk politik, sifatnya hanya temporal, tetapi
> "gelar" yang kita peroleh di Yon I adalah untuk seumur hidup, untuk
> jangka waktu yang lebih panjang lagi.

Apa yg disampaikan sudah benar, hanya penekanan/prioritasnya kurang
tepat. Gelar akademis memang hanya untuk starting point, tetapi tanpa
starting point bagaimana bisa dilanjutkan. Gelar akademis mirip dg
sertifikat, tidak menjanjikan bahwa ybs menguasai bidangnya dengan baik
atau tidak, bisa bekerja dg benar atau tidak; tp banyak sekali
perusahaan yg tidak cukup punya dana utk melakukan serangkaian test
(Psikotest dls) kepada pelamar kerja untuk menguji kapabilitasnya.

Menurut saya anggota perlu melakukan pembagian waktu yg sesuai dg
prioritas, walau pada prakteknya lbh tepat dikatakan "membagi pikiran"
krn membagi waktu itu gampang dan otomatis kalau kita sudah bisa membagi
pikiran :-)

> Supaya adik2 kita yang aktif sekarang atau yang nanti bakal jadi
> anggota YON I tidak kenal DO lagi, mari kita efisiensikan kerjaan
> mereka di batalyon, misalnya mereka nggak usah pusing memikirkan dana
> operasional, nggak usah pusing menempel poster ataupun menyebrakan
> brosur bisa diganti dengan office boys (tetapi untuk cari pengalaman
> sekali sudah cukup)sehingga mereka bisa memanfaatkan waktu untuk
> belajar dan lulus tepat waktu. 

Spt yg saya sampaikan diatas, dalam praktek yg diperlukan adalah
"membagi pikiran" bukan membagi waktu, shg menyewa "profesional" belum 
menjamin bhw kasus DO akan tertanggulangi (akan ada proses pembelajaran
yg hilang dg cara menyewa prof, y.i. penghargaan terhadap "orang yg
dibawah" ...yg dikuatirkan adalah kita nanti hanya mencipta boss-2x yg
tidak bisa menghargai kerja bawahan krn tidak pernah merasakan sendiri
kerjaan orang bawahan).
Tp ya coba dulu sendiri deh krn kalau belum dicoba nggak terlihat benar
atau tidaknya :-)

> Ingat pak Hermansyah sekarang ini
> kuliah dibatasi waktunya secara ketat tidak seperti jaman pak
> Hermansyah dulu yang bisa lulus sarjana sampai 13 tahun dengan uang
> kuliah yang murah.

Jadi ingin dengar pendapat dari rekan kita di YON-7 IPB Bogor, kurikulum
mereka ketat sdh lebih lama daripada kita di ITB.

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah


--[YONSATU - ITB]-----------------------------------------------    
Arsip           : <http://yonsatu.mahawarman.net>  atau 
<http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman> 
News Groups     : gmane.org.region.indonesia.mahawarman   
List Admin      : <http://home.mahawarman.net/lsg2> 
 

Kirim email ke