Puasa Melahirkan Pelanggaran Nilai2 Kemanusiaan
                                                  
Dalam banyak hal, bulan puasa dipenuhi dengan pelanggaran nilai2
kemanusiaan.

Dalam kaitan ini, bulan puasa merupakan bulan dimana Allah melipat
gandakan pahala untuk perbuatan2 umatnya yang melanggar nilai2
kemanusiaan seperti membunuh Yahudi, Kafir, terror2 Jihad, dan
pembakaran mesjid2 Ahmadiah disertai penjarahan harta benda umat Ahmadiah.

Disemua tempat dibulan puasa akan mengalami pemaksaan2 yang mengurangi
hak azasi manusia seperti halnya, dilarang makan ditempat umum,
restoran dilarang meladeni langganan karena semuanya harus tutup. 
Umat yang bukan Islam dipaksa untuk menghormati mereka yang berpuasa.
 Umat Islam yang sehat yang tidak mau puasa (padahal badannya kuat
bisa puasa), dianggap kafir, dianggap murtad, dan dihalalkan untuk
menerima hukuman orang murtad maupun hukuman orang kafir.

> "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Reflöeksi: Kalau puasa lahirkan kepedulian sosial,
> berarti  masyarakat  tidak dimiskinkan dan 
> diketerbelakangkan oleh penguasa NKRI. Bemnarkah asumsi tsb? 

> Puasa, Lahirkan Kepedulian Sosial
> Oleh SUKRON ABDILAH
> Saya pikir, kita cenderung malas mencari dan
> menemukan sesuatu yang hilang dari diri selama
> 11 bulan ke belakang, yakni kepedulian ketika
> berinteraksi dengan sesama. Kita telah menyingkirkan
> nilai-nilai kemanusiaan dan melupakan bahwa ajaran
> Ilahi mesti dibumikan dalam realitas sosial.
> 


Apakah nilai2 kemanusiaan itu termasuk pembakaran mesjid2 Ahmadiah,
penjarahan harta benda umat Ahmadiah, penganiayaan penganut Islam
Ahmadiah, penghinaan kepercayaan Islam Ahmadiah, dan pengusiran2 umat
Islam Ahmadiah keluar dari negeri ini.

Dalam kaitan kegiatan seperti diatas ini masyarakat Islamiah cenderung
sangat rajin melakukannya dan rajin dalam menemukan sasaran2nya.

Dalam hal ini umat Islam berinteraksi dalam kepedulian yang Islamiah
dengan menyingkirkan nilai2 kemanusiaan yang merupakan kebiadaban
illahi yang tidak harusnya dibumikan menjadi realitas sosial

Ny. Muslim binti Muskitawati.



Kirim email ke