Siapapun yang belum mengenal Islam hendaknya tidak berpandangan negatif dulu
tentang Islam. Silahkan baca berita terlampir. Semoga tercerahkan.
salam,
bhirawa_m
penganut buddhisme
Pilih Suami, Lima Perempuan Dikubur Hidup-hidup
Kompas.com/SAS
ISLAMABAD, TRIBUN - Polisi Pakistan sedang menyelidiki pembunuhan terhadap lima
perempuan yang mencoba memilih suami sesuai keinginan mereka. Anggota
legislatif setempat membela pembunuhan ini yang dianggap sebagai tradisi turun
temurun.
Para perempuan itu, tiga di antaranya masih remaja, ditembak, dilempar ke parit
lalu dikubur hidup-hidup sekitar setahun lalu. Pembunuhan semacam ini kerap
disebut pembunuhan demi kehormatan. Polisi mengatakan telah menahan tiga orang
kerabat perempuan itu yang dianggap bertanggung jawab.
Di sejumlah kawasan yang konservatif, perempuan yang menikah atau berhubungan
dengan pria tanpa sepengetahuan keluarga dianggap sebagai penghinaan. Biasanya,
para perempuan itu menebus "kesalahan" itu dengan nyawanya.
Pembunuhan bulan lalu itu diduga terjadi setelah para korban mengabaikan
keputusan para tetua suku. Tiga di antaranya minta dinikahkan lewat pengadilan
umum. Namun ketika kasus ini dibawa ke parlemen, seorang politisi asal provinsi
Baluchistan mengatakan bahwa hanya orang yang melakukan perbuatan amoral lah
yang takut.
"Ini tradisi yang berlangsung ratusan tahun dan saya akan terus
mempertahankannya," kata Israr Ullah Zehri, yang mewakili Baluchistan, tempat
tinggal para korban, dalam sidang parlemen, Sabtu (30/8).
Pernyataan Israr itu membuat anggota parlemen lainnya marah dan mengancam akan
melakukan penyelidikan atas pembunuhan itu. Hasilnya, pengadilan tinggi
Baluchistan, Senin (1/9), memerintahkan penyelidikan dan menyeret pelakunya ke
meja hijau. Asif Warraich, kepala kepolisian Baluchistan, pada hari yang sama
mengumumkan penahanan tiga tersangka.
Pernyataan Israr itu juga menyulut aksi protes oleh 60 aktivis di depan
parlemen. Mereka mengatakan, menghukum orang dengan mengubur mereka hidup-hidup
bukanlah sebuah kehormatan. "Kami mengutuk tindakan barbar ini. Ini berlawanan
dengan Islam, melawan kemanusiaan, dan melawan kebudayaan beradab," kata
Mohammed Ibrahim, senator partai Islam, Islamist Jamaat-e-Islami.
Sanaullah Baloch, pemimpin nasionalis dari Baluchistan, membantah pengadilan
brutal itu melekat dalam budaya setempat. Ia malah menuduh pemerintah gagal
menyediakan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik bagi perempuan
dan gadis di kawasan yang masih terbelakang namun kaya sumber daya alam itu.
"Masyarakat yang terpinggirkan secara sosial dan ekonomi selalu frustrasi,"
kata Baloch
Para aktivis hak asasi manusia mengatakan, kelima perempuan itu diculik di
bawah todongan senjata api oleh enam orang di desa Baba Kot. Mereka dipaksa
naik mobil lalu dibawa ke sebuah ladang. Di situ mereka dipukuli dan ditembak.
Setelah dilempar ke parit, tubuh mereka ditutup batu dan lumpur meski masih
bernapas.
Para aktivis mengatakan, penyelidikan itu akan berlangsung lama dan sulit,
karena para tetua suku terlibat. Pembunuhan demi kehormatan ini diyakini banyak
yang tidak dilaporkan. Komisi HAM Pakistan mengatakan 174 perempuan menjadi
korban kejahatan jenis ini selama 2005. Angka itu meningkat setahun kemudian,
2006, menjadi 270 dan 280 kasus pada 2007. Sedangkan angka pada lima bulan
pertama 2008 sudah mencapai 107. Kelompok-kelompok pembela HAM mengatakan,
hanya sedikit pelaku yang dihukum. (*)
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/