----- Original Message ----- 
  From: RM Danardono HADINOTO 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Friday, August 22, 2008 8:15 AM
  Subject: [RumahKita] KAMMI Temui SBY Diskusikan Konsep Muslim Negarawan


  **** Nah, inilah dampak tidak tuntasnya konsep kebangsaan, 
  nasionalisme di Indonesia oleh Founding Fathers. Hari gini masih 
  menuntut agama sebagai dasar kepemimpinan. lalu, bagaimana dengan 
  keragaman bangsa? Bagaimana dengan calon calon pemimpin dari agama 
  Buddha, Tao dan Konghucu atau Kristen? Bagaimana kalau calon pemimpin 
  itu Muslim tapi Ahmadyah?

  Mulailah gontok gontokan ala Kartosuwiryo! Dari tahun 1947an sampai 
  mau habis 2008 TIDAK berubah. Bangsa malang ini memang tak mampu 
  belajar..

  KAMMI Temui SBY 

  Diskusikan Konsep Muslim Negarawan 

  JAKARTA - Perwakilan Pengurus Besar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim 
  Indonesia (KAMMI) kemarin (21/8) menemui Presiden Susilo Bambang 
  Yudhoyono di Wisma Negara. Dalam pertemuan itu, KAMMI menawarkan 
  konsep muslim negarawan untuk menghasilkan kepemimpinan nasional yang 
  kuat.

  Konsep tersebut digodok oleh KAMMI dan diharapkan menjadi acuan bagi 
  masyarakat dalam memilih pemimpin nasional pada Pilpres 2009. SBY 
  diminta memberikan masukan untuk memperkaya konsep yang digagas KAMMI 
  itu. 

  Ketua Umum KAMMI Taufiq Amrullah menyatakan, pemimpin nasional tidak 
  cukup hanya seorang negarawan. Namun, dia juga harus seorang muslim 
  yang mampu menjaga nilai-nilai Islam. Konsep tersebut menjamin 
  seorang pemimpin bisa menjaga perilaku. 

  ''Islam itu rahmatan lil alamin. Figur muslim negarawan akan 
  mengayomi seluruh bangsa,'' kata Taufiq setelah bertemu SBY kemarin. 

  Menurut Taufiq, kedatangannya menemui SBY bukan berarti lembaga yang 
  dipimpinnya itu mendukung SBY pada Pilpres 2009. Konsep yang digagas 
  KAMMI tersebut bersifat terbuka dan bisa dipakai oleh siapa pun yang 
  memenuhi kriteria sebagai muslim negarawan.(tom/mk) 



   

Kirim email ke