Apakah tarian ini juga prono:

http://www.youtube.com/watch?v=i-BQXhFAZhQ

http://www.metacafe.com/watch/137277/belly_dance/

  ----- Original Message ----- 
  From: mediacare 
  To: zamanku ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; media jogja ; media 
jatim ; media jabar ; media jateng ; media sumut 
  Sent: Monday, September 22, 2008 4:13 PM
  Subject: [wanita-muslimah] Re: [mediacare] PERNYATAAN FUI ttg RUU PORNOGRAFI



  ----- Original Message ----- 
  From: Sally Sety 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Monday, September 22, 2008 8:41 PM
  Subject: [mediacare] PERNYATAAN FUI ttg RUU PORNOGRAFI

  PERNYATAAN
  FORUM UMAT ISLAM TENTANG 
  RUU PORNOGRAFI

  Seperti telah diberitakan, pada 23 September mendatang, rencananya DPR akan 
membahas kembali RUU Pornografi dan akan mengesahkannya menjadi undang-undang 
pada pertenghahan bulan Oktober mendatang. 

  RUU-P yang aslinya adalah RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU-APP) ini 
memang sudah lama dinantikan (lebih dari 10 tahun sejak dirancang pada tahun 
1997). Harapannya, dengan terbitnya UU ini, pornografi yang sudah terlanjur 
demikian marak di negeri ini bisa dihilangkan. Bahkan pro kontra untuk itu 
telah berlangsung marak sejak tahun 2006 hingga hari ini. Perlu dicatat bahwa 
Forum Umat Islam (FUI) yang merupakan forum silaturrahmi dan kerjasama para 
pimpinan ormas dan orpol Islam pada tanggal 21 Mei 2006 di bawah payung Majelis 
Ulama Indonesia (MUI) dalam kepanitiaan Tim pengawal RUU-APP telah mengadakan 
aksi longmarch dari Bunderan HI ke DPR di Senayan yang diikuti oleh lebih dari 
satu juta orang dan melibatkan lebih dari 80 organisasi Islam baik pria maupun 
wanita. Turunnya massa terbesar dalam percaturan aksi massa di negeri ini 
adalah karena concern umat ini pada penjagaan akhlak bangsa ini agar tidak 
hancur akibat maraknya pornografi dan pornoaksi yang semakin menggila. Dan 
hingga hari ini seluruh ormas-ormas Islam dengan berbagai laskarnya siap 
mengawal segenap upaya untuk mencegah dan memberantas ponografi dan pornoaksi 
yang merusak akhlak bangsa ini walaupun nyawa taruhannya. 

  Oleh karena itu, bila RUU-Pornografi ini disahkan menjadi undang-undang maka 
Forum Umat Islam (FUI) menuntut: 

  1.. Agar dilakukan format ulang terhadap RUU-Pornografi sehingga yang 
disahkan UU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang betul-betul efektif dalam 
mencegah dan memberantas pornografi maupun pornoaksi sehingga terjaga kesucian 
dan kesehatan moral masyarakat. 

  2.. Agar substansi UU Anti Pornografi dan Pornoaksi dalam poin 1 tersebut 
merujuk kepada ketentuan syariat Islam yang merupakan peraturan Allah SWT, 
Pencipta Manusia, yang aturannya memang bersifat universal untuk seluruh umat 
manusia (rahmatan lil alamin) di manapun berada dan sampai kapanpun selama 
mereka adalah makhluk Allah SWT. 

  3.. Agar ditetapkan kekecualian di dalam UU Anti Pornografi dan Pornoaksi 
diberlakukan kepada kelompok masyarakat tertentu sesuai dengan peraturan ritual 
dari agama dan kepercayaannya itu. 

  Demikian tuntutan Forum Umat Islam (FUI) semoga dengan disahkannya 
Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi tercipta situasi dan kondisi 
masyarakat Indonesia yang kondusif bagi terwujudnya masyarakat yang bertaqwa 
kepada Allah SWT sebagai kunci bagi turunnya keberkahan hidup sebagaimana 
firman Allah SWT: 

  \Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami 
akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka 
mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan 
perbuatannya. (QS. Al A'raf 96). 

  Jakarta, 22 Ramadhan 1429H/22 September 2008 

  FORUM UMAT ISLAM

  Sekretaris Jenderal Ketua

  Muhammad Al Khaththath Mashadi

  FORUM UMAT ISLAM: DAFTAR SELURUH ANGGOTA FUI

  [Non-text portions of this message have been removed]



   

Kirim email ke