Syukur, Sadaqah dan Rezeki
Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS
A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina
Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin
Penyakit-penyakit ringan untuk dosa-dosa kecil, penyakit-penyakit berat untuk
dosa-dosa besar… Semoga Allah SWT tidak mencabut kita dari faiz Ramadan…
Mengucapkan Bismillahir rahmaanir rahiimdalam Ramadan yang suci tidaklah sama
dengan mengucapkannya di bulan-bulan lain. Setiap perbuatan baik, amal saleh,
dihitung 70 kali dalam bulan ini. Ramadan adalah bulan berkumpulnya ‘perhiasan
dan emas’ berharga, karena Allah SWT membalas amal-amal baik fauq-ul ‘ala.
Di setiap malam, barakahnya pun berbeda, 30 malam di bulan Ramadan adalah
seperti 30 sumber mata air—yang satu berbeda dari yang lain. Allah SWT
memiliki begitu banyak sumber, Dia-lah Jalla Jalaluhu…Mereka berpikir ini
adalah gurauan… Jangan pergi ke mana-mana tanpa memiliki wudu!
Syukur, ya Rabbi! Izinkanlah kami memuji Nama Agung-Mu dengan lidah-lidah kami,
‘Allah ya Jaliil… Allah dzul Jalaal!’ Mereka iri kepada kita karena kita
berzikir dan menyebut nama-Nya… Syukur…Syukur… Syukur! Jangan takut! Siapa
yang bersyukur tidak akan jatuh dari Sirath, Jembatan, tak akan pula dia jatuh
ke dalam Neraka, dan dia tak akan mati karena penyakit yang mengerikan.
Penyakit akan lari dari orang yang tahu berterima kasih yang mengucapkan
‘Syukur…’
Untuk setiap pengucapan Bismillahir rahmaanir rahiim, ada tujuh puluh kali
pahala. Apa pun yang kalian lakukan dalam Ramadan adalah berharga dan penuh
dengan barakah. Pahala yang diberikan di bulan ini tidak diberikan di
bulan-bulan lain… Maka berilah (sedekah-red) dan jangan takut—Allah SWT akan
memberi kalian…
Suatu bangsa yang dikaruniai Allah SWT dengan ilmu yang banyak adalah bangsa
Israel . Dengan ilmu dan penemuan mereka, mereka berada di atas bangsa-bangsa
lain. Tak ada yang berada di depan mereka… Kini, bahkan ada mesin teh yang
dapat membuat tujuh macam teh yang berbeda… Orang Yahudi juga membuat uang
kertas dan kini kita mempunyai kartu kredit. Mereka begitu dekat dengan Setan,
teman-teman kelas pertama dari Setan, dan dia membisikkan pada mereka apa yang
mesti mereka lakukan…
Di zaman dahulu, jual beli dilakukan dengan Selawat dan Basmalah, baik pembeli
maupun penjual mengambil bagian barakah mereka. Dan barang-barangnya tidak
pernah habis. Kalian masih dapat melihat barakah ini di Mekah, setelah salat
malam, jutaan orang berbelanja, tetapi di pagi hari kalian masih dapat melihat
toko-toko itu penuh seperti sebelumnya, tak ada yang hilang. Barang dagangan
pergi dan datang. Itu adalah karena barakah yang Allah SWT berikan pada tempat
itu… Sekarang yang dipakai adalah uang kertas, bukan lagi emas dan perak…
Allah SWT berfirman, “Apa pun yang kalian berikan demi Aku, tidaklah Aku
terima, tetapi Aku kembalikan kepadamu sepuluh kali lipat.” Ada lima macam
sadaqah, yang pertama sadaqah yang dibalas 1:1, yang kedua adalah sadaqah yang
dibalas 1:10, yang ketiga adalah sadaqah yang dibalas 1:70, yang keempat adalah
sadaqah yang dibalas 1:700, dan yang terakhir adalah sadaqah yang dibalas tanpa
batas oleh Allah SWT sendiri.
Balasan 1:1 adalah untuk sadaqah dengan uang haram, uang yang misalnya
diperoleh dari bank, karena mengambil bunga tidak diperbolehkan dalam Islam.
Dan kalian harus tahu apa yang mesti dilakukan dengan uang itu. Pernah ada
seorang Arab kaya di London yang menerima jutaan poundsterling untuk uang yang
dia simpan di bank. Dia menolak menerimanya karena dia berkata bahwa dalam
Islam itu tidak diperbolehkan, tetapi pihak bank berkata bahwa mereka tidak
dapat mengambilnya kembali. Kemudian orang kaya itu mengambil uang tersebut dan
menyumbangkannya untuk perbaikan suatu katedral di Inggris… Pahala untuk
sadaqah dari uang haram ini adalah 1:1.
Jika kalian memberi kepada seseorang yang datang meminta pada kalian, pahala
kalian adalah 1:10, jika kalian berikan pada tetangga kalian yang miskin,
pahala kalian adalah 1:70. Jika kalian berikan pada kerabat yang miskin,
pahalanya adalah 1:700. Pahala tanpa batas adalah bagi mereka yang memberikan
uang untuk memperkuat Islam, untuk membuatnya berdiri tegak dan menjaganya
tetap kokoh. Pahala itu tidak ditulis oleh malaikat, tetapi oleh Allah SWT
sendiri dengan Tangan Qudrah-Nya.
Sebagai contoh adalah uang yang digunakan untuk membangun atau memelihara
masjid-masjid, dergah, madrasah, waqif. Karena Allah SWT-lah yang memberi
pahala kepada kalian, mengapa kalian takut untuk memberi? Allah SWT berfirman,
“Aku mengirimkan rezeki dengan jalan dan cara yang tak diketahui dan tak diduga
oleh hamba-Ku.” Karena itu Allah SWT tidak menginginkan ada pegawai di
masjid-masjid— adalah Atribut-Nya untuk mengkaruniai hamba-hamba- Nya dengan
cara-Nya. Mereka tidak seharusnya makan dari Bait-ul Mal. Jangan ikat diri
kalian sendiri dengan membatasi hanya pada gaji--ikatlah diri kalian sendiri
kepada Allah SWT!
Tetapi saat ini, kita berlari mengejar sampah-sampah dunia dan mengumpulkannya.
Kumpulkanlah permata! Semoga Allah SWT memberikan kita akal pikiran yang lebih
berorientasi terhadap akhirat. Jika kita tidak mencari akhirat lebih dahulu,
pikiran pun tidak berfungsi baik di dunia… Buktinya, jika pikiran kita
berfungsi dengan baik, dunia ini tentunya sudah menjadi seperti surga.
Wa min Allah at Tawfiq
Wasalam, arief hamdani
www.mevlanasufi.blogspot.com
www.rumicafe.blogspot.com
Diambil dari The Teachings of Grandshaykh Abdullah Faiz ad-Daghestani qs
(almarhum), wafat 1974 M, oleh Maulana Shaykh Nazim al-Haqqani, Mursyid Tariqah
Naqshbandi Haqqani Dunia, berusia 90 tahun, Mufti Cyprus Turky saat ini,
tinggal di Lefke, merupakan The Living Sufi Legend, Memegang Otoritas Tujuh
Tariqah Besar Dunia, dengan jutaan murid tersebar di lima benua.