MNRT logika Bang Bening, maka ayat itu bisa dimengerti sbg gambaran bhw
bumi menrt Aulloh itu bulat.elipse. Mari coba kita test apakah ayat itu
masuk akal kalo seandainyg  dipake arti ke-2 dari 'dhaha'.

'DAN BUMI SESUDAH ITU DITELOR-BURUNG-ONTAKAN' . Pertanyaan yg logis
ialah 'Apa sebenarnya arti bhw bumi ditelor-burung-ontakan?' Yg jelas
kalimat itu tidak mengatakan bhw bumi itu berbentuk bulat/elipsis.

Sebagian orang Islam akan melakukan Al Taqiyya demi menyelamatkan
Islam/Qur'an dan Aulloh dari kesalahan. Seingat aku ayat bersangkutan
mengatakan bhw Aulloh 'menghamparkan bumi spt orang Bedu menghamparkan
sadaj-nya (carpetnya, tempat tidurnya!) Wait a second, kalo begitu
orang2 Arab Bedu itu tidurnya di atas carpet yg berbentuk
telor-burung-onta!

Gabriela Rantau




--- In zamanku@yahoogroups.com, wirajhana eka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Wahai saudaraku hati nurani nan bening,
>
> [18:47] Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan
gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami
kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari
mereka.
>
> Tentang 18:47, Allah memang sekaligus berbicara membuktikan beberapa
hal akan hari itu:
> 1. Bukti bahwa gunung-gunung dijalankan dan
> 2. Bukti bahwa bumi itu datar dan
> 3. Bukti bahwa semua orang akan dikumpulkan dan
> 4. tidak ada yang bakal ketinggalan
>
> dua point pertama Allah pikir sudah jelas, maka ia khususkan di point
3 dan 4 penjabaran lebih lanjutnya  di ayat2 berikutnya...(ditandai
dengan penegasan yang terjadi dua kali bahwa semua orang akan
dikumpulkan dan tidak akan ditinggalkan seorangpun...sebagai efek
dramatisasi untuk menekankan (baca:menakut-nakuti)..mmmh..kalau semua
orang ya pastinya tidak ada yang ketinggalan dong...
>
> kemudian di tulisan berikutnya anda berusaha untuk memaksakan bahwa
ISLAM juga bilang bahwa bumi itu bulat dengan kata dahaha
>
> Bening:
> Coba anda baca Al Qur'an surat 79 ayat 30 berbunyi :
>
> "Dan bumi sesudah itu dihamparkan- Nya".
>
> Kata Dihamparkan dalam bahasa arab yang dipakai dalam ayat ini adalah
DHAHA, padahal DHAHA memiliki arti lain yaitu TELUR BURUNG ONTA.
>
> Jadi sebenarnya AL Qur'an itu mengatakan bahwa Dan BUMI itu DHAHA
artinya Bentuk Bumi seperti telur buurng onta, bukan BULAT persis,
karena kutub selatan dan utara adalah sedikit datar. jadi bentuknya Oval
atau Elips.
>
> Aneh kan ????
> ------
> Sebagai jawaban, saya ambil kutipan sbb:
> diambil dari:http://uiforum.uaeforum.org/showthread.php?t=6154&page=14
> Apakah "Dahaha" berarti berbentuk telur?
>
> Dalam bahasa arab, setiap kata ada akarnya. Akar tersebut biasanya
terdiri dari 3 huruf yang apabila ditambahkan vowel, prefik dan suffik
dapat menjadi kata berbeda dan mempunyai arti yang berbeda pula
>
> Contohnnya
> "ka-ta-ba" (menulis) merupakan akar dari banyak kata seperti kitab
(buku), maktaba (perpustakaan), katib (pengarang), maktoob (penulis),
kitabat (tulisan) dan lain sebagainya.
>
> Kata arab "Duhiya". bukanlah merupakan akar kata. Ini adalah kata
benda yang merupakan turunan dari from "da-ha-wa", akat yang sama yang
berasal dari"dahaha" berasal.
>
> ÏóÍóÇ = `daha'= membentangkan , level off , level.. Suku
kata `ha' terakhir = åóÇ dalam dahaha berarti ini. Jadi
dahaha artinya membentangkan ini, level off this, level `this'.
> (http://dictionary.ajeeb.com/idrisidi...Word=%cf%cd%c7)
>
> Dari Lisan Al Arab:
> Quote:
>
> ÇáÃõÏúÍöíøõ æ ÇáÅÏúÍöíøõ æ ÇáÃõÏúÍöíøóÉ æ
ÇáÅÏúÍöíøóÉ æ ÇáÃõÏúÍõæøÉ ãóÈöíÖ ÇáäÚÇã Ýí ÇáÑãá ,
æÒäå ÃõÝúÚõæá ãä Ðáß ,
> áÃóä ÇáäÚÇãÉ ÊóÏúÍõæå ÈÑöÌúáåÇ Ëã ÊóÈöíÖ Ýíå
æáíÓ ááäÚÇã ÚõÔøñ . æ ãóÏúÍóì ÇáäÚÇã : ãæÖÚ
> ÈíÖåÇ , æ ÃõÏúÍöíøõåÇ ãæÖÚåÇ ÇáÐí ÊõÝóÑøöÎ Ýíå
.ö
>
> Terjemahan: "Al-udhy, Al-idhy, Al-udhiyya, Al-idhiyya, Al-udhuwwa:
Tempat di pasir dimana burung Onta meletakan telurnya. Karena tidak
mempunyai sarang, maka burung Onta meratakan tanah dengan kakinya
kemudian menaruh telurnya di sana"
>
> Arti kata "dahaha", di seluruh kamus bahasa Arab:
>
> Al Qamoos Al Muheet:
> Quote:
>
> (ÏóÍóÇ): Çááå ÇáÃÑÖó
> (íóÏúÍõæåóÇ æóíóÏúÍóÇåóÇ ÏóÍúæÇð) ÈóÓóØóåÇ
>
> "Allah daha the Earth: Ia membentangkannya"
>
> Al Waseet:
> Quote:
>
> ÏóÍóÇ ÇáÔíÁó: ÈÓØå ææÓÚå.. íÞÇá: ÏÍÇ Çááåõ
ÇáÃóÑÖ
>
> "men-daha sesuatu: berarti membentangkannya. Contoh: Allah
membentangkan bumi"
>
> Lisan Al Arab:
> Quote:
>
> ÇáÏøóÍúæõ ÇáÈóÓúØõ . ÏóÍóÇ ÇáÃóÑÖó íóÏúÍõæåÇ ÏóÍúæÇð
ÈóÓóØóåÇ . æÞÇá ÇáÝÑÇÁ Ýí Þæáå æÇáÃóÑÖ ÈÚÏ Ðáß
ÏóÍÇåÇ
> ÞÇá : ÈóÓóØóåÇ ; ÞÇá ÔãÑ : æÃóäÔÏÊäí ÃóÚÑÇÈíÉ :
ÇáÍãÏõ ááå ÇáÐí ÃóØÇÞóÇ
>
> Èóäóì ÇáÓãÇÁó ÝóæúÞóäÇ ØöÈÇÞóÇ
> Ëã ÏóÍÇ ÇáÃóÑÖó ÝãÇ ÃóÖÇÞÇ
> ÞÇá ÔãÑ : æÝÓÑÊå ÝÞÇáÊ ÏóÍóÇ ÇáÃóÑÖó ÃóæúÓóÚóåÇ ;
æÃóäÔÏ ÇÈä ÈÑí áÒíÏ Èä ÚãÑæ Èä äõÝóíúá :
> ÏóÍóÇåÇ , ÝáãÇ ÑÂåÇ ÇÓúÊóæóÊú
> Úáì ÇáãÇÁ , ÃóÑúÓóì ÚáíåÇ ÇáÌöÈÇáÇ
> æ ÏóÍóíúÊõ ÇáÔíÁó ÃóÏúÍÇåõ ÏóÍúíÇð ÈóÓóØúÊå , áÛÉ
Ýí ÏóÍóæúÊõå ; ÍßÇåÇ ÇááÍíÇäí . æÝí ÍÏíË Úáíø
æÕáÇÊåö
> , Çááåã ÏóÇÍöíó ÇáãóÏúÍõæøóÇÊö íÚäí ÈÇÓöØó
ÇáÃóÑóÖöíäó æãõæóÓøöÚóåÇ , æíÑæì ; ÏóÇÍöíó ÇáãóÏúÍöíøóÇÊö
. æ ÇáÏøóÍúæõ ÇáÈóÓúØõ . íÞÇá : ÏóÍóÇ íóÏúÍõæ æ
íóÏúÍóì Ãóí ÈóÓóØó ææÓÚ
>
> "men-daha(kan) bumi berarti membentangkannya"
>
> Juga, Ibn Kathir memberikan penafsiran Quran:
> Quote:
>
> (30. And after that He spread the earth,)
> (http://www.tafsir.com/default.asp?sid=79&tid=56944)
>
> Disamping itu, Diantara 3 (tiga) orang penafsir ayat Qur'an
dibawah ini, yang menafsir `dahaha' TIDAK BERARTI `berbentuk
telur':
> æóÇáúÃóÑúÖó ÈóÚúÏó Ðóáößó ÏóÍóÇåóÇ
> Waal-arda baAAda thalika dahaha
> YUSUF ALI:And the earth, moreover, hath He extended (to a wide
expanse);
> PICKTHAL: And after that He spread the earth,
> SHAKIR: And the earth, He expanded it after that.
> [79:30]Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
> Jelas?
> ----
>
> Bening:
> kita berbicara dengan titik pusat BUMI, akrena kita berada di bumi.
Kalau kita berada di MATAHARI, maka bumi adalah bagian dari benda
angkasa.
> ---
>
> berbicara bumi sebagai titik pusat ...saya rasa anda benar...menurut
Islam, Bumi memang adalah pusatnya..sehingga bulan dan matahari
mengelilinginya...
>
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: Hati Nurani [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> Wirajhana :
> Ah saudaraku hati nurani nan bening..
>
> Bening :
> He.....he... ...
> ============ ========= ========= =====
> Wirajhana :
>
> Semua yang bisa membaca bisa lihat di awal surat 47, 'Dan (ingatlah)
akan hari (yang ketika itu) Kami'
> jadi, tidak perlu ayat berikutnya untuk memahami bahwa itu berbicara
BUKAN hari di abad ke 6/21..ia berbicara hari berikutnya..
>
> Bening :
> He.....he... .. anda tidak mau melihat ayat 48 dan 49 ??? ha....ha...
anda sudah mulai tidak rasional dalam memahami suatu kalimat. Baiklah
anda lihat di ayat 47 saja, kapan manusia dikumpulkan ??? bukankah
manusia dikumpulkan pada hari kiamat ???
> ============ ========= =====
>
> W :
> Kemudian mengenai yang anda tuliskan:
> 'AYAT 47 bukan bercerita Kondisi BUMI saat ini,tetapi KONDISI BUMI
pada hari Kiyamat, yaitu pada hari Kiyamat, Gunung beterbangan dan BUMI
DIRATAKAN. Artinya Gedung hancur, gunung hancur  rata dengan tanah.'
>
> tidak ditulis tuh seperti itu..kecuali anda yang pemikirannya juga
terpengaruh menjadi Garbage
>
> Bening :
> Oke kita berhenti pada ayat 47 : Ketika Gunung beterbangan dan bumi
diratakan. Kapan itu terjadi ?? abad 3.000 SM, abad ke VI, abad ke XXI
??? bukankah itu terjadi KELAK ( ketika itu ).....ha.... ..ha.....
>
> ============ ========= ===
> W :
>
> Entah bagaimana bisa Allah dan/atau Muhammad itu berpikir Bumi itu
datar...
> Phytagoras abad ke 6 SM bilang bumi itu Bulat...Ia bukan Nabi namun
jelas mengatakan itu..
> Aryabharat abad ke 4 bilang bumi itu bulat...Ia bukan Nabi namun jelas
mengatakan itu
> Veda bilang bumi itu Bulat...Jelas bukan kitab2 sebelumnya dari Allah
yang maha suci dan Intinya Kitab2 Pagan KAFIR koq jadi lebih 'langit'
saat berbicara bukti abad 21'
>
> Bening :
> He....he.... sudah aku bilang, di ayat 47 tidak menunjukkan BENTUK
BUMI DATAR, kan sudah saya jelaskan, ketika itu BUMI DIRATAKAN....
.....he.. ...he.... ...anda itu mirip anak kecil dikasih tahu masih
merajuk..... ..
>
> Coba anda baca Al Qur'an surat 79 ayat 30 berbunyi :
>
> "Dan bumi sesudah itu dihamparkan- Nya".
>
> Kata Dihamparkan dalam bahasa arab yang dipakai dalam ayat ini adalah
DHAHA, padahal DHAHA memiliki arti lain yaitu TELUR BURUNG ONTA.
>
> Jadi sebenarnya AL Qur'an itu mengatakan bahwa Dan BUMI itu DHAHA
artinya Bentuk Bumi seperti telur buurng onta, bukan BULAT persis,
karena kutub selatan dan utara adalah sedikit datar. jadi bentuknya Oval
atau Elips.
>
> Aneh kan ????
>
>
> ============ ========= ======
> W :
>
> Nah, para kumpulan penafsir saat mencetak AQ di ayat 18:47 itu bukan
cuma satu orang, ia harus lulus uji 'quality control' sehingga
diputuskan bahwa terjemahan yang benar adalah 'KAMU AKAN LIHAT BAHWA
BUMI ITU DATAR..mereka (baca: lebih dari 1) jelas punya dasar bosss!
>
> Bening :
> Lho kan ayat 47-49 bercerita, bahwa ketika Gunung beterbangan, kamu
akan melihat bumi 'diratakan" ............ ...
>
> ============ ========= ========= =
> W :
>
> Mereka melihat contoh2 bagaimana bumi itu di hamparkan (2:22, 15:19,
50:7), dan juga di bentangkan(13: 3)..
> dan lagit sebagi atap seperti kanopi (2:22, 21:32, 40:64)
> yang ditafsirkan seperti kubah...dan jelas itu menjadi arti bahwa bumi
tidak bulat
>
> Bening :
> Langit sebagai ATAP ( 2:22 ) memang benar, bahwa dengan adanya
LANGIT/ATMOSFIR maka radiasi dan benda luar angkasa dapat ditahan oleh
ATMOSFER yang melindungi bumi dari radiasi dan serangan benda langit
seperti meteor.
> ============ ========= ====
>
> w :
>
> Disebutkan juga
>
> [22:65] Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu
apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan
perintah-Nya. Dan Dia menahan langit jatuh ke bumi, melainkan dengan
izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang kepada Manusia.
>
> Bening :
> Bumi ini memiliki Gravitasi sehingga semua benda yang dalam orbit bumi
akan tertarik dan jatuh. Tetapi ternyata Gravitasi ini terbatas sehingga
ruang angkasa di luar atmosfer tidak jatuh tertarik oleh bumi. Bayangkan
kalau benda angkasa semua tertarik gravitasi, maka bulan dan jutaan
meteor akan menabrak bumi.
>
> ============ ========= ========= ========= =
> W:
> [52:5] dan atap yang ditinggikan (langit),
>
> Koq bisa langit di tinggikan, ya?...dan Koq bisa Langit bisa jatuh
kebumi..
> Hanya bumi yang datar bisa kejatuhan langit....namun bagaimana bumi
bisa  kejatuhan langit kalau ia bundar?
>
> Bening :
> Dalam Al Qur'an sering menggunakan kata SAMAWAT yang diartikan langit
atau angkasa. tetapi dalam ayat ini menggunakan kata  STAQOF yang
artinya "penutup". dan yang diartikan ditinggikan adalah MARFU" yang
arti sebenarnya adalah "ditarik" atau di rentangkan semua sisi. Jadi
ayat ini menceritakan suatu PENUTUP BUMI yang ditarik supaya terentang
atau mengembang seperti ROTI.. Jadi ini bercerita mengenai ATMOSFER.
>
> BUMI BUNDAR kok tidak bisa kejatuhan langit ??? lha ATMOSFER saja bisa
MENUTUPI bumi dan MELINDUNGI BUMI meski bumi itu bulat ??? kenapa kok
atmosfer tidak berbentuk mendatar ??? kok bisa berbentuk BULAT sesuai
dengan bentuk BUMI.....
> ============ ========= ========= ===
>
> W :
> (ah...pasti anda punya pikiran untuk mengatakan meteor dan benda2
langit yang jatuh adalah langit...Tapi tolong jangan lupa BUMI adalah
anggota BENDA langit juga)
>
> Bening :
> kita berbicara dengan titik pusat BUMI, akrena kita berada di bumi.
Kalau kita berada di MATAHARI, maka bumi adalah bagian dari benda
angkasa.
>
> ============ ========= ==
>
> W :
> Jadi, ayat diatas (18:47), bisa juga diartikan bahwa:
> Allah AKAN memberikan bukti di 'hari itu' kepada yang beriman
kepadanya yaitu 'kita semua akan melihat bahwa BUMI itu DATAR' seperti
saat 'diciptakan' dari awal...
>
> Bening :
> Ana mencoba merubah arti ya ???? saya copykan ayat 48
>
> [48] Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris.
Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu
pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali
tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (memenuhi) perjanjian.
>
> Yang dimaksud dengan seperti pada awal diciptakan bukan bentuk bumi
yang datar, tetapi manusia dikumpulkan seperti dulu pada awal
diciptakan. Jadi manusianya bukan bentuk buminya.
> ============ ========= ========= =====
>
> W :
> dan para kafir pagan dan Tuhannya biar nyahoo! bahwa mereka sangat
keliru bahwa bahwa BUMI itu Bulat!
> ada-ada aja...
>
> Bening :
> Awal abad pencerahan EROPA, ekspedisi mengarungi lautan sangat
menakutkan, karena bisa sampai ketepi bumi dan jatuh ( dianggap bumi itu
datar ). Jadi dalam dunia kristen Abad pertengahan masih percaya Bumi
itu datar, sedangkan dalam dunia ISLAM, bumi adalah DHAHA seperti telur
burung ONTA.
>
> salam,
>

Kirim email ke