Refleksi: Bagaimana  kalau seandainya Jaksa Agung sedang berlibur  untuk jangka 
waktu panjang dan oleh karena itu beliau  tidak bisa dihubungi untuk diminta  
memberikan instruksi eksekusi? 

-----
Harian Komentar
27 September 2008 

      Eksekusi Amrozi Cs Tunggu Instruksi Jaksa Agung  
     


Jakarta, KOMENTAR
Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Abdul Hakim Ritonga mengatakan, 
eksekusi mati terpidana bom Bali Amrozi cs hanya tinggal menunggu instruksi 
dari Jak-sa Agung. 


Lebih lanjut Ritonga menu-turkan, prosedur eksekusi Amrozi yaitu dari Jaksa 
Agung, lalu dilanjutkan ke Jampidum kemudian ke Kajati Bali dan dilanjutkan ke 
Kajari Denpa-sar. Mengenai tata cara ekse-kusi, Ritonga mengimbau, tidak perlu 
diperdebatkan lagi. "Apa-kah harus ditembak, atau di-pancung. Yang pasti 
Indonesia merupakan salah satu negara yang mendukung hukuman mati," tandasnya. 
Diketahui, pada saat voting di pertemuan PBB beberapa wak-tu lalu, Ritonga 
mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang mendukung adanya 
hukuman mati. Bah-kan, awalnya eksekusi mati di Indonesia dengan cara 
dipan-cung. Namun atas dasar kema-nusiaan maka diganti dengan ditembak.


REMISI LEBARAN
Di sisi lain, sebanyak 9 orang narapidana bom Bali I dan II serta 429 
narapidana yang menghuni LP se-Bali diusulkan mendapat remisi Lebaran 2008. 
Narapidana bom Bali I yang diusulkan mendapat remisi 2 bulan adalah Abdul Rauf 
yang divonis 16 tahun, Junaedi (15), Andi Hidayat (15), Andri Okta-via (16), 
Masykur Abdul Kadir (15). Sedangkan sebanyak 4 narapidana bom Bali II dapat 
remisi 1 bulan, yaitu Dwi Widi-yarto (8), Abdul Aziz (8), Anif Sol-chanudin 
(15), Moh Cholily (18). 


Sementara itu, narapidana yang mendekam di LP Kerobo-kan, Denpasar yang 
diusulkan mendapatkan remisi sebanyak 185 orang. Mereka mendapat remisi antara 
15 hari hingga 2 bulan. Narapidana yang dinya-takan langsung bebas sebanyak 7 
orang. Jumlah narapidana dan taha-nan yang menghuni LP Kerobo-kan sebanyak 850 
orang. Nara-pidana se-Bali yang diusulkan mendapatkan remisi sebanyak 244 
orang, sebanyak 12 orang lainnya dinyatakan langsung bebas. Kasub Registrasi 
Pera-watan Bina Khusus Narkotika AA Anom Suryadarma di kan-tor Wilayah Hukum 
HAM Bali, Jalan Raya Puputan, Denpasar, Jumat (26/09) kemarin menga-takan, 
remisi tersebut baru merupakan usulan yang diaju-kan oleh LP Kerobokan dan LP 
se-Bali. Usulan remisi untuk kasus narkotika dan bom Bali, sesuai dengan PP 28 
Tahun 2006, harus diajukan ke Dep-kumham. "Remisi akan diba-gikan pada saat 
Lebaran," kata Anom.(sib

Kirim email ke