Saya harga usaha "Imparsial" untuk meneruskan kampanye menentang hukuman mati
di Indonesia.
-----
Eksekusi Hukuman Mati Terbanyak di Era SBY-JK
Kamis, 30 Oktober 2008 | 17:12 WIB
JAKARTA, KAMIS — Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan akan
menjadi pemerintahan yang memiliki rekor terbanyak dalam penyelenggaraan
eksekusi hukuman mati, pasca-rezim orde baru. Bila terpidana mati kasus bom
Bali, Imam Samudra, Muklas dan Amrozi jadi dieksekusi, maka akan tercatat 13
eksekusi yang sudah dilakukan.
Dibandingkan dengan tiga Presiden terdahulu, selepas Orde Baru, yakni Habibie,
Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri, Pemerintahan Susilo Bambang
Yudhoyono sudah menyelenggarakan 10 kali eksekusi mati.
"Dari awal 2008 sampai saat ini, Pemerintahan SBY-JK sudah 10 kali melakukan
eksekusi mati. Bila jadi para pelaku bom Bali dieksekusi, maka jumlahnya akan
menjadi 13 orang," ungkap managing director Imparsial Rusdi Marpaung, Kamis
(30/10),
Imparsial menyayangkan rekor ini, sebab menurut mereka hukumam mati sudah
tidak tepat lagi untuk diberlakukan. Buktinya, banyak negara dunia sudah tak
mengenal lagi hukuman model itu. "Tetangga Indonesia yang baru saja merdeka,
Timor Leste berani menghapus hukuman mati, kenapa di Indonesia tidak?" lanjut
Rusdi.
Lebih lagi, Pemerintah seharusnya lebih menghargai hak hidup manusia dengan
mencabut sistem hukuman mati. "Harusnya Pemerintah menghargai hak hidup
seseorang. Kalau begitu, sama saja dong namanya," kata Rusdi.
---------------
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
Allah yang disembah orang Islam tipikal dan yang digambarkan oleh al-Mushaf itu
dungu, buas, kejam, keji, ganas, zalim lagi biadab hanyalah Allah fiktif.