*Tolak Kedatangan Ba'asyir*
*(http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=46414)*

LUMAJANG - Rencana tokoh pejuang Ustad Abu Bakar Ba'asyir ke Lumajang
mendapat reaksi keras sejumlah tokoh muda Islam. Mereka menolak kedatangan
ulama asal Solo itu ke Kota Pisang. Pasalnya, dia dianggap bisa meresahkan
sebagian besar umat Islam di Lumajang.

"Kami secera tegas menolak kedatangan Abu Bakar Ba'asyir ke Lumajang," kata
Abdurrohim, salah satu tokoh muda Islam dari Kelurahan Tompokersan,
Kecamatan Lumajang.

Menurut dia, Ba'asyir sering menyebarkan faham pemberontakan terhadap
pemerintah. Bahkan dia menuduh paham ulama tersebut dianggap sebagai aliran
khowarij yang menyebarkan kebencian terhadap pemerintah. "Abu Bakar Ba'asyir
sering menyebarkan doktrin untuk menentang pemerintah," ujarnya. Bahkan dia
menilai *ajaran Ba'asyir sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa Indonesia*.

Dia mengimbau agar umat Islam di Lumajang tidak hadir dalam kegiatan yang
dihadiri ulama kelahiran Jombang itu. "Saya harap umat Islam mejaga hati
agar tidak terbawa doktrin Bas'asyir," imbuhnya..

Ustad Sahroni, warga Desa Wates Kulon, Kecamatan Ranuyoso, juga menegaskan
penolakan terhadap kedatangan Ustad Ba'asyir di Lumajang. "Saya mewakili
umat Islam di sini. Saya menolak tegas kedatangan Ba'asyir di Lumajang,"
katanya.

Menurut dia, sebagian besar umat Islam merasa resah atas rencana kedatangan
Abu Bakar Ba'asyir dalam salat Idul Adha di Lapangan GOR Wira Bhakti
Lumajang. "Saya berharap kedatangan Ba'asyir dibatalkan saja," terangnya.

Tak hanya itu, ada juga elemen umat Islam Lumajang yang mengirimkan surat
resmi ke Bupati Sjahrazad Masdar. Surat bernomor 009/LMT.NS/11/08 tersebut
meminta Bupati Sjahrazad menolak kedatangan Ba'asyir di Lumajang. Surat
tersebut juga ditembuskan ke MUI, Kapolres, Kajari, kebanglinmas, Kandepag,
dan PN Lumajang. (aro)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*Akhirnya Slient Majority mulai bersuara - Salut buat pemuda Lumajang.

Di tunggu ketegasan dan Keberanian MUI ??
*

Kirim email ke