http://hariansib.com/2008/12/09/duet-mega-hidayat-bisa-jadi-rival-berat-sby/


Duet Mega-Hidayat Bisa Jadi Rival Berat SBY
Posted in Berita Utama by Redaksi on Desember 9th, 2008 
Semarang (SIB)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memiliki peluang terbesar untuk 
terpilih dalam Pemilihan Presiden 2009, namun bila Megawati Soekarnoputri 
nantinya berpasangan dengan Hidayat Nur Wahid, duet ini bakal menjadi pesaing 
serius SBY. "PDIP memiliki konstituen yang solid, dan bila massa ini bergabung 
dengan pendukung PKS untuk mengusung Megawati dan Hidayat sebagai capres dan 
cawapres, duet ini menjadi kekuatan hebat, yang mewakili kelompok nasionalis 
dan religius," kata dosen FISIP Undip Semarang, Mochamad Yulianto, Senin. 
Menurut dia, massa PDIP yang solid akan memberi dukungan kepada Megawati yang 
berlaga pada pilpres. Posisinya sebagai ketua umum PDIP memudahkan dirinya 
untuk menggerakkan mesin partai hingga ke pelosok desa.


Sementara itu, katanya, kinerja dan citra PKS yang terus membaik juga akan 
meningkatkan dukungan dari masyarakat, terutama pemilih dari partai berbasis 
massa Islam yang kecewa terhadap kinerja partai ini. Yulianto mengatakan, 
peluang terjadinya koalisi PDIP dengan PKS tetap terbuka, apalagi sebelumnya 
para petinggi kedua partai pernah menjajaki kerja sama.


Kecenderungan yang terjadi, katanya, sejak empat tahun terakhir ini partai 
nasionalis berusaha merangkul kelompok religius, begitu pula partai Islam juga 
terus menggalang kekuatan dengan mendekati kelompok nasionalis dan lintas 
agama. "Dengan kecenderungan seperti itu, peluang koalisi PDIP dengan PKS untuk 
mengusung Megawati-Hidayat sebagai capres dan cawapres pada Pilpres 2009 sangat 
terbuka," katanya.


Menurut dia, pasangan tersebut akan menjadi rival berat bagi SBY apalagi bila 
Jusuf Kalla akhirnya memilih maju sendiri sebagai capres. "Jusuf Kalla sebagai 
representasi luar Jawa memberi andil cukup besar dalam sukses pemerintahan 
SBY," kata Yulianto. Ia menjelaskan, setidaknya ada tiga modal penting bagi SBY 
untuk memenangi Pilpres 2009. SBY dinilai banyak pihak sukses memberantas 
praktik korupsi sekaligus menerapkan tata pemerintahan yang baik.


Kedua, menurut dia, pemerintahan SBY juga sukses menciptakan stabilitas sosial 
politik, termasuk mengakhiri konflik secara damai dengan Gerakan Aceh Merdeka 
(GAM).."Memang perekonomian masih dirasakan sulit, tetapi banyak orang 
merasakan stabilitas keamanan, sosial, dan politik jauh lebih baik. Ini menjadi 
modal penting untuk perbaikan perekonomian di masa yang akan datang," katanya.


Ketiga, katanya lagi, pemerintahan SBY akhirnya menurunkan harga bahan bakar 
minyak (BBM) jenis premium meskipun hal ini lebih banyak disebabkan oleh faktor 
eksternal, yaitu melorotnya harga minyak dunia belakangan ini. Menurut dia, 
peluang Prabowo Subianto, Wiranto, dan Sultan Hamengku Buwono X tidak terlalu 
besar, sebab keduanya belum memiliki infrastruktur politik yang mapan. (Ant/k)



<<postheaderend.gif>>

Attachment: adlog.php?bannerid=13&clientid=5&zoneid=0&source=&block=0&capping=0&cb=25df9a293402fe000020cec591f6ec5c
Description: Binary data

Kirim email ke