http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008121501464138
Senin, 15 Desember 2008
PARTAI ISLAM: Din: Terjadi Distorsi Makna Koalisi Partai
JAKARTA (Ant/Lampost): Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai
telah terjadi distorsi makna atas gagasan koalisi strategis partai-partai Islam
menjelang Pemilu 2009. "Koalisi strategis bisa disebut sebagai poros tengah
tetapi maknanya berbeda dengan poros tengah 2004," ujarnya di Jakarta, kemarin
(14-12).
Din menjelaskan koalisi strategis partai-partai Islam tidak sekadar
koalisi menghadapi pemilihan presiden, tetapi juga dalam menghadapi persoalan
strategis kebangsaan.
Dia juga menilai partai-partai Islam atau yang berbasis massa Islam
terkesan menyatakan diri berbeda satu sama lain padahal sama-sama mengaitkan
diri dengan Islam sehingga umat di lapis bawah bingung dan terpecah. Kondisi
seperti itu tidak positif bagi citra politik Islam dan konsolidasi demokrasi
Indonesia.
Gagasan koalisi strategis berjangka panjang adalah merancang pola
hubungan antara partai-partai Islam atau berbasis massa Islam tanpa harus
melebur eksistensi mereka.
Masalah strategis, kata Din, tidak hanya pemilihan presiden yang
berjangka pendek. "Koalisi strategis ini merupakan realisasi ukhuwah Islamiah
(persaudaraan sesama umat Islam) dan silaturahmi dalam kehidupan politik. Itu
adalah ajaran Islam. Mereka yang mendasarkan diri kepada Islam perlu
mengamalkannya," kata mantan Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia itu.
Koalisi strategis itu, kata Din, untuk memudahkan komunikasi antarsesama
juga dengan lingkaran politik lain untuk membangun "Simpul Lingkaran Kebangsaan
Indonesia" yang majemuk.
Koalisi strategis juga untuk memudahkan pencairan dikotomi politik
nasionalis dan Islam yang sudah tercipta sejak dahulu dan masih ada dengan
keberadaan partai-partai Islam dewasa ini. "Kalau poros umat berhubungan dengan
orang perorang tetapi koalisi strategis berhubungan dengan bentuk komunikasi
antarpartai," kata tokoh yang bernama lengkap Sirajuddin Syamsuddin itu.
Bila dikaitkan dengan pemilihan presiden, koalisi strategis bertujuan
meningkatkan political leverage (pengaruh politik) partai Islam agar tidak
sekadar menjadi pelengkap penyerta seperti kini lantaran partai-partai Islam
masih berjalan sendiri-sendiri. "Hanya partai yang tidak mau mengamalkan ajaran
ukhuwah dan silaturahmi atau karena egoisme kepartaian yang akan menolak ajakan
moral ini," kata dia.n U-2
<<bening.gif>>
