BANG DISKUSIAN, sebelon anda menuduh 'Kristen cuma menjiplak ajaran
Yahudi' mungkin ada baiknya kalo anda belajar bhw Perjanjian Lama adalah
bagian dari Kitab Suci umat Yahudi. Jadi umat Kristiani tidak
'menjiplak'.

Mnrt kepercayaan Kristiani - ajaran yg tertulis dlm Perjanjian Lama
adalah pengantar dari rencana Tuhan untuk manusia. Culmination dari
rencana itu ialah kedatangan Yesus sbg Juruselamat manusia.

Melalui Yesus manusia belajar mengenai hukum Tuhan-Allah yg sejati.
Segala hukum yg diajarkan para nabi itu tersimpulkan dlm ajaran Yesus:
'Lakukanlah kpd orang lain hal yg   engkau suka orang lain melakukannya
kpd-mu'. Nenek moyang orang Indonesia juga mengenal falsafah yg serupa
yaitu 'Tepo Seliro'.

Kalo anda pelajari Perjanjian Baru mungkin mulai dari Injil Yohanes maka
mudah2an anda akan mengenal ke-ESA-an Tuhan yg mempunyai tiga persosna:
Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus. Perlu diingat bhw Yesus,
Allah Putra itu bukan anak biologis dari Allah Bapa. Istilah 'anak' ini
dimaksud untuk menunjukkan keakraban hubungan antara Allah Bapa dan
Yesus.

Sekian dulu untuk kali ini.

Gabriela Rantau


--- In zamanku@yahoogroups.com, Diskusian Aneka <diskus...@...> wrote:
>
> Menurut Yahudi yang di korbankan juga Ishak. Artinya Kristen cuma
menjiplak ajaran Yahudi. Disinilah letak ketidak konsistenan ajaran
kristen. Kadang mengakui ajaran Yahudi kadang menolak. Disatu sisi
menerima apa yang ditulis diperjanjian lama tapi di sisi lain
menolaknya.
>
> Dengan demikian ajaran Kristen jelas menunjukkan kebingungan dan
kerancuan. Tuhan terlihat tidak konsisten dan merubah2 hukum nya.. Allah
SWT yang Esa dalam Taurat tiba2 menjadi beranak pinak dalam Injil nya
orang Kristen. Maha Suci Allah SWT dari merubah2 hukum dan ketentuan
nya.
>
> Soal siapa yang di kurbankan oleh nabi Ibrahim AS, marilah kita lihat
secara logika. Ismail AS adalah anak pertama, walaupun dari istri ke dua
– Nabi Ibrahim AS,  setelah beberapa lama tidak dikaruniai anak.
Anak pertama tentu sangat di saying dan kasihi. Sedang Ishak AS adalah
anak kedua yang lahir kemudian dari istri pertama nya. Nah, manakah yang
lebih merupakan ujian dan cobaan bagi nabi Ibrahim AS. Diminta untuk
mengorbankan anak pertama atau anak kedua ? Tentu tingkat ujian akan
lebih berat adalah saat diminta untuk mengorbankan Ismail AS, saat sang
nabi baru saja menerima karuni dan membesarkan anak yang baru didapatkan
nya. Saat masih asik bermanja dengan satu2 nya anak yang dimilikinya dan
disayangi nya.
>
> Ujian akan berbeda jika yang diminta untuk dikorbankan adalah anak
kedua, saat Ibrahim AS telah memiliki seorang anak yang lain. Tentu
godaan iblis pada Nabi Ibrahim AS bukan lagi "jangan lah kamu mau
mengikuti perintah Tuhan mu menyembelih satu2 nya anak yang kamu kasihi
dan sayangi" Tapi bisikan iblis akan berbunyi: " tak apalah kamu
korbankan Ismail AS, toh kamu masih memiliki anak yang lain yaitu Ishak
AS.
>
> Ismail AS merupakan anak yang pertama lahir dan Ishak AS merupakan
anak yang lahir kemudian merupakan bukti sejarah dan silsilah yang
diakui dalam Taurat dan Injil dan tidak terbantahkan baik oleh Yahudi
maupun Kristen. Dari logika diatas jelas, yang mengatakan nabi Ishak lah
yang di korbankan merupakan karangan dan bantah2an para pendeta di
kemudian hari saja.
>
>
>
>

Kirim email ke