Menurut Yahudi yang di korbankan juga Ishak. Artinya Kristen cuma menjiplak 
ajaran Yahudi. Disinilah letak ketidak konsistenan ajaran kristen. Kadang 
mengakui ajaran Yahudi kadang menolak. Disatu sisi menerima apa yang ditulis 
diperjanjian lama tapi di sisi lain menolaknya.
 
Dengan demikian ajaran Kristen jelas menunjukkan kebingungan dan kerancuan. 
Tuhan terlihat tidak konsisten dan merubah2 hukum nya.. Allah SWT yang Esa 
dalam Taurat tiba2 menjadi beranak pinak dalam Injil nya orang Kristen. Maha 
Suci Allah SWT dari merubah2 hukum dan ketentuan nya.
 
Soal siapa yang di kurbankan oleh nabi Ibrahim AS, marilah kita lihat secara 
logika. Ismail AS adalah anak pertama, walaupun dari istri ke dua – Nabi 
Ibrahim AS,  setelah beberapa lama tidak dikaruniai anak. Anak pertama tentu 
sangat di saying dan kasihi. Sedang Ishak AS adalah anak kedua yang lahir 
kemudian dari istri pertama nya. Nah, manakah yang lebih merupakan ujian dan 
cobaan bagi nabi Ibrahim AS. Diminta untuk mengorbankan anak pertama atau anak 
kedua ? Tentu tingkat ujian akan lebih berat adalah saat diminta untuk 
mengorbankan Ismail AS, saat sang nabi baru saja menerima karuni dan 
membesarkan anak yang baru didapatkan nya. Saat masih asik bermanja dengan 
satu2 nya anak yang dimilikinya dan disayangi nya.
 
Ujian akan berbeda jika yang diminta untuk dikorbankan adalah anak kedua, saat 
Ibrahim AS telah memiliki seorang anak yang lain. Tentu godaan iblis pada Nabi 
Ibrahim AS bukan lagi “jangan lah kamu mau mengikuti perintah Tuhan mu 
menyembelih satu2 nya anak yang kamu kasihi dan sayangi” Tapi bisikan iblis 
akan berbunyi: “ tak apalah kamu korbankan Ismail AS, toh kamu masih memiliki 
anak yang lain yaitu Ishak AS.
 
Ismail AS merupakan anak yang pertama lahir dan Ishak AS merupakan anak yang 
lahir kemudian merupakan bukti sejarah dan silsilah yang diakui dalam Taurat 
dan Injil dan tidak terbantahkan baik oleh Yahudi maupun Kristen. Dari logika 
diatas jelas, yang mengatakan nabi Ishak lah yang di korbankan merupakan 
karangan dan bantah2an para pendeta di kemudian hari saja. 
 
 
 


      

Kirim email ke