Refleksi: Lapangan terbang di Gaza sudah lama tidak berfungsi, karena dirusaki dan tidak diperbaiki, semua pesawat terbang mendarat di Israel atau Mesir. Kalau TNI mau menerjunkan anggota-anggota FPI dari udara bisa saja.
http://www.gatra.com/artikel.php?id=121575 Bantuan Kemanusiaan TNI Siapkan Hercules ke Palestina Jakarta, 31 Desember 2008 00:30 Mabes TNI menyiapkan satu pesawat C-130 Hercules untuk membawa bantuan kemanusiaan dari pemerintah Indonesia ke Palestina. Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Sagom Tamboen, di Jakarta, Selasa (30/12), mengatakan, meski pihak TNI baru menyiagakan satu pesawat, namun tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menambah jumlah pesawat yang akan diberangkatkan. "Jadi, semua tergantung berapa banyak bantuan kemanusiaan yang akan dibawa, hingga dapat kita siapkan pesawat untuk dapat mengangkutnya," ujarnya. Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan Israel ke Gaza. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku telah menulis surat kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon dan Presiden Dewan Keamanan (DK) PBB Neven Jurica agar segera bersidang dan mengeluarkan Resolusi PBB untuk menghentikan serangan Israel ke Gaza. Israel dan Palestina diimbau kembali berunding untuk mewujudkan perdamaian. Dalam suratnya kepada Ban Ki-moon, Presiden Yudhoyono juga mengimbau dunia untuk segera membantu warga Palestina yang kini kesulitan. Pemerintah Indonesia juga akan memberikan bantuan tunai senilai 1 juta dollar AS. Bantuan itu di luar bantuan obat-obatan yang akan dikirimkan ke wilayah konflik di Palestina. "Kami akan terus memantau perkembangan di Gaza. Indonesia akan melakukan segala upaya, regional dan multilateral, demi pulihnya situasi di sana," ujar Kepala Negara. Konflik Israel-Hamas di Gaza semakin sengit sehingga menewaskan 318 warga Palestina (57 warga sipil termasuk anak-anak dan wanita) dan sedikitnya 1.400 orang terluka. Ban Ki-moon meminta Israel untuk segera menghentikan serangan ke Jalur Gaza dan membuka pintu penyeberangan bagi bantuan kemanusiaan. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Azasi Manusia Navi Pillay juga meminta Israel mematuhi hukum internasional, terutama dalam penggunaan kekuatan militer dan serangan terhadap warga sipil. [EL, Ant]
