http://www.zeenews.com/world/2009-02-05/504780news.html
Norway to allow police to wear Islamic head scarf Oslo, Feb 05: The Norwegian government on Wednesday announced that it will allow Muslim women police officers if they choose to wear the Islamic head scarf. "After advice from police management, it has been decided that rules on police uniforms will be modified to allow for the wearing of a religious scarf with the uniform," the Justice Ministry said in a statement yesterday. The Islamic scarf, the hijab, is worn to cover the hair and surround the face. The police management said it was in favour of permitting the scarf to be worn with the uniform in order to improve the possibility of recruiting in Norway's Muslim community. "We think it's necessary to recruit widely and to develop a police force which reflects all classes in society, regardless of beliefs and ethnicity, which is more important than demanding a neutral uniform," wrote police chief Ingelin Killengreen. Several other European countries, including Sweden and Britain, have already allowed the wearing of religious headgear by their police officers. Bureau Report http://www.republika.co.id/berita/29860/Jilbab_di_Kesatuan_Polisi_Norwegia Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia By Republika Newsroom Jumat, 06 Februari 2009 pukul 10:41:00 IOL PHOTO KELTOUM HASNAOUI: Polwan yang mengenakan jilbab pertama kali dalam sejarah Polisi Norwegia OSLO - Pemerintah Norwegia menyetujui peraturan baru, yakni mengijinkan aturan seragam polisi untuk mengakomodasi jilbal. Keputusan itu langsung saja mendapat sambutan suka cita komunitas Muslim di negara Skandinavia tersebut. Ini adalah bentuk sikap baik dan terbuka terhadap komunitas Arab dan Muslim di Norwegia," ujar Brahim Belkilani, kepala Liga Islam di Norwegia," seperti yang dilansir oleh IslamOnline.net, 5 Februari lalu. Pemerintah mengumumkan keputusan tersebut Rabu (4/02) lalu, menyatakan jika anggota polwan dapat mengenakan jilbab jika mereka menginginkan. Keltoum Hasnaoui, 23 tahun, Muslim berdarah Ajazair, telah mengirimkan surat petisi kepada Menteri Hukum dan Keadilan, yang berisi tulisan ingin bekerja dalam kesatuan polisi tanpa melepaskan jilbabnya. "Setelah dinasehati oleh Direktorat Kepolisian, akhirnya diputuskan aturan untuk seragm polisi akan dimodifikasi dengan memasukan pasal membolehkan penggunaan pentup kepala--untuk tujuan keagamaan--bersama dengan seragam," ujar Menteri dalam sebuah pernyataan tertulis. Direktur Dewan Polisi Nasional, Ingelin Killengreen mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian upaya pengadilan untuk memberdayakan komunitas Muslim. "Kami pikir perlu untuk memberdayakan secara luas, dan mengembangkan kesatuan polisi yang mencerminkan seluruh kelas masyarakat, tanpa memperdulikan agama dan etnis. Ini lebih penting ketimbang menuntut seragam yang netral," ujarnya. "Sangat penting bagi seluruh elemen dalam masyarakat kami merasa sebanding dalam hubungannya dengan polisi," imbuh Menteri lagi Bekilani, pemimpin Muslim berharap aturan baru itu akan mendorong wanita Muslim lain untuk bergabung dengan kepolisian. Beberapa negara Eropa lain, yang telah mengijinkan penggunaan jilbab dalam kesatuan polisi adalah Swedia dan Inggris. Integrasi. Belkilani, meyakini jika mengakomodasi kebutuhan religius umat Muslim dalam kepolisian akan memperkuat stabilitas dalam masyarakat. "Politisi mengirimkan pesan jelas kepada komunitas Muslim dan Arab jika kelompok ini tidak didiskriminasi," ujarnya Ia juga percaya jika komunitas Islam akan menikmati seluruh hak seperti halnya warga lain di masyarakat. "Hukum memperlakukan seluruh organisasi keagamaan tanpa perbedaan," ujar Belkilani. " Jumlah umat Muslim di Norwegia diperkirakan berjumlah 150 ribu orang, dalam populasi total sebesar 4,5 juta penduduk. Mayoritas Muslim berasal dari latar belakang Pakistan, Somalia, Irak, dan Maroko. Kini terdapat hampir 90 organisasi Muslim dan Pusat Islam di seantero Norwegia.
<<scarf.jpg>>
<<spacer.gif>>
