inisial "S" itu khan bisa sinting, sableng, sarap, sakit dll tapi bisa juga
Susilo......

salam

Teddy

Pada 13 Februari 2009 21:32, Abdul Rohim <peduli_kla...@yahoo.com> menulis:

>
> PERNYATAAN Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa ada seorang perwira
> tinggi (pati) TNI-AD yang berkampanye "Asal Bukan S" (ABS) masih memancing
> komentar banyak pihak, baik pengamat politik, petinggi TNI,kalangan DPR,
> maupun purnawirawan TNI.
>
> Ada yang menuduh Presiden SBY "memperalat" TNI, ada yang menudingnya "tidak
> arif",ada pula yang menyebut tuduhan itu "menyakitkan TNI". Memang tidak
> jelas siapa yang disebut dengan inisial S tersebut, karena paling tidak ada
> tiga purnawirawan pati TNI yang disebut-sebut akan ikut bertarung
> memperebutkan kursi kepresidenan pada Pilpres 2009,yaitu Presiden SBY
> sendiri,mantan KSAL Slamet Subijanto, dan mantan Gubernur DKI Jakarta
> Sutiyoso.
>
> Namun,nama terdekat dari inisial S itu tentu SBY. Pernyataan Presiden SBY
> saat menerima para petinggi TNI yang melaporkan hasil rapat pimpinan TNI dan
> para petinggi Polri di Istana Negara,Kamis pekan lalu,bagaikan petir di
> siang bolong.Betapa tidak,Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso sudah sering
> menyatakan bahwa TNI akan menjaga netralitasnya dalam pemilihan umum,baik
> pemilu legislatif maupun pemilu presiden.
>
> Markas Besar TNI juga sudah membagi-bagikan "Buku Putih" yang harus dibawa,
> dibaca, dan dipahami oleh seluruh anggota TNI dari tingkat bintara, tamtama,
> sampai ke perwira tinggi yang berisi pasal-pasal larangan bagi anggota TNI
> untuk memengaruhi jalannya pemilihan umum.Sebagai contoh,pada hari H pemilu
> seorang anggota TNI tidak boleh dekat-dekat dengan tempat pemungutan suara
> (TPS).
>
> Mereka juga tidak boleh berkampanye mendukung atau tidak mendukung calon
> legislatif atau pasangan calon presiden atau calon wakil presiden
> tertentu.Pemilu 2009 merupakan tonggak sejarah penting bagi perjalanan
> politik bangsa, sebagai masa akhir proses konsolidasi demokrasi kita. Bagi
> TNI,Pemilu 2009 juga masa untuk menunjukkan netralitas politiknya yang
> merupakan bagian profesionalisme TNI. Memang pada Pemilu 2009 ini para
> anggota TNI (dan Polri) belum mau menggunakan hak-hak politiknya untuk
> memberikan suara.
>
> Namun kita berharap tahun 2009 adalah masa akhir dari keengganan itu.
> Mencontreng dalam pemilu adalah hak individu warga negara, tak terkecuali
> para anggota TNI dan Polri.Yang membedakan TNI dan warga negara RI lainnya
> ialah anggota TNI adalah citizen in uniform (warga negara yang berseragam).
>
> Sampai saat ini memang masih ada kekhawatiran di kalangan TNI dan juga di
> kalangan purnawirawan TNI yang pernah menjadi komandan lapangan, jika
> anggota TNI ikut pemilu, individu komandan di lapangan yang jauh dari pusat
> dapat ditarik ke sana ke mari untuk mendukung calon anggota legislatif atau
> calon presiden-wakil presiden tertentu.
>
> Ini merupakan masalah bagi netralitas TNI. Di lain pihak,sebagian
> masyarakat Indonesia juga masih ada yang menyimpan ingatan bagaimana di masa
> Orde Baru jajaran komando teritorial TNI digunakan untuk memenangkan Golkar
> pada setiap pemilu antara 1971 sampai pemilu 1997.Kekhawatiran bahwa
> TNIakanterpecahjikapara anggotanya ikut pemilu juga menjadi penyebab mengapa
> hingga kini para anggota TNI menjadi "golput yang terorganisasi".
>
> Tapi itu semua dilakukan demi kebaikan institusi TNI dan bangsa. Pada
> Pemilu 2014 situasinya tentunya akan lain.Saat itu kita sudah masuk ke era
> kedewasaan berdemokrasi. TNI juga sudah masuk ke era profesionalisme yang
> setingkat lebih maju pula. Pemilu 2014 adalah saat yang paling tepat bagi
> anggota TNI untuk ikut memilih.
>
> Political Blunder
>
> Pernyataan Presiden SBY itu kini telah menjadi "political blunder" buat
> dirinya. Ini dapat diinterpretasikan bahwa Presiden kehilangan kendali atas
> angkatan bersenjatanya, terlebih lagi pada jajaran seragam hijau yang adalah
> korpsnya sendiri.
>
> Selain itu,Presiden seolah tidak percaya kepada Panglima TNI dan beberapa
> komandan lapangan yang sebagian menduduki jabatan-jabatan strategis itu atas
> "blessing dari Presiden SBY". Jika itu dilakukan oleh Presiden untuk menarik
> simpati seolah-olah ada "barisan kurawa" yang didukung TNI sedang mengepung
> dan menghalangi jalannya untuk terpilih kembali pada Pemilihan Presiden
> 2009, ini juga tidak tepat.
>
> Bagaimana pula dengan Pemilihan Presiden 2004 yang di antara para anggota
> tim suksesnya, menurut Ali Mochtar Ngabalin, anggota DPR dari Partai Bulan
> Bintang yang juga tim sukses SBY, ada juga perwira tinggi TNI yang masih
> aktif? Apakah Presiden SBY kena karmanya sendiri?
>
> Jika itu dilakukan untuk menghalangi para anggota TNI mendukung secara
> tidak langsung para calon presiden dari mantan pati TNI,ini juga berbahaya,
> karena jika para calon presiden purnawirawan TNI itu menarik-narik anggota
> TNI aktif untuk mendukung atau tidak mendukung calon presiden dari keluarga
> besar TNI, ini bisa memecah belah TNI. Anehnya lagi, mengapa pernyataan
> Presiden SBY itu dilakukan tak berapa lama menjelang mutasi besarbesaran di
> jajaran TNI yang akan dilakukan pada Februari atau Maret?
>
> Ini justru menimbulkan kesan seolah-olah mereka yang menduduki posisiposisi
> strategis baru di TNI atau Departemen Pertahanan RI adalah "orang-orang
> SBY". Padahal semua sudah diputuskan melalui rapat-rapat di Dewan Jabatan
> dan Kepangkatan Tinggi(Wanjakti) didalam TNI. Reformasi internal TNI sudah
> masuk pada tahap reformasi budaya, dari budaya dwifungsi ABRI ke murni
> profesionalisme TNI.TNI jangan lagi ditarik-tarik ke politik praktis,
> sesuatu yang merusak jati diri TNI.
>
> Dalam proses itu,pemerintah,DPR,parpol, dan rakyat secara keseluruhan wajib
> mendukung agar TNI yang kita cintai itu dapat menjadi kekuatan pertahanan
> negara yang profesional, dipercanggih alat utama sistem persenjataannya, dan
> anggotanya diberi kesejahteraan yang baik. Seperti kata Panglima Besar
> Sudirman, "TNI adalah aset bangsa yang tidak akan berubah sepanjang masa
> yang akan menjaga kedaulatan negara."(*)
>
> IKRAR NUSA BHAKTI
> Pengamat Politik LIPI
>
>  http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/210337/38/
>
> *http://media-klaten.blogspot.com/* <http://media-klaten.blogspot.com/>
>
>
>
> *salam*
> *Abdul Rohim*
>
>  
>

Kirim email ke