> Abdul Rohim <peduli_kla...@...> wrote:
> Mengapa Repot-Repot Menggempur Prabowo?
> (berpolitik.com): Dari sisi manapun,
> kehadiran buku Buku Letjen (Purn)
> Sintong Panjaitan momentum peluncurannya
> yang berdekatan dengan waktu kampanye
> pileg pun pilpres. 
> 


Tidak ada yang repot menggempur Prabowo, yang terjadi justru sebaliknya, 
Prabowo berkampanye presiden dengan menggempur realitas2 sejarah yang 
sebenarnya.  Dia menebar kebohongan2 tentang kepahlawanan dirinya padahal 
kariernya penuh berisi pengkhianatan2.

Jadi bukan kebetulan berdekatan dengan kampanye pemilu, tapi memang Prabowo 
menyebar kebohongan2 ini memang berkaitan dengan pemilu agar rakyat tertipu dan 
memilih dirinya jadi presiden sehingga bangsa kita kembali salah memilih 
seperti dulunya terjebak memilih Suharto.


> Dalam konteks kompetisi politik,
> benar atau tidaknya isi buku Sintong
> bukan lagi sebuah soal besar. Sebab,
> sekurang-kurangnya buku itu telah
> membuat orang kembali bertanya-tanya
> tentang Prabowo. Meragukannya. 
> 


Enggak ada yang meragukan tentang prabowo yang memang sudah masuk black list 
pelanggaran HAM di TimTim oleh UN.  Apanya yang anda maksudkan meragukan ???  
Tak ada yang meragukan, Prabowo menolak diperiksa oleh pengadilan Internasional.

Sintong itu dalam bukunya khan hanya membuka realitas2 yang ada dalam dakwaan 
UN melalui pengadilan Internasional di Den Haag.  Karena isi tuduhan2 di luar 
negeri kepada Indonesia itu dilarang untuk diberitakan didalam negeri, maka 
Sintong menuliskan berita2 itu dengan caranya sendiri untuk bisa disampaikan 
kepada masyarakat di Indonesia tanpa melanggar larangan pemerintah untuk 
menyebarkan berita tsb.

Jadi bukan berarti isi buku Sintong itu yang tidak benar, melainkan isi buku 
Sintong itu diatur demikian rupa sehingga bisa diizinkan pemerintah untuk 
diberitakan kemasyarakat tanpa harus menggunakan kata2 sebenarnya yang 
dilontarkan UN kepada Indonesia.

Pada hakekatnya, Prabowo sudah terbukti melanggar berbagai HAM manusia2 di 
Indonesia dan diluar negeri seperti di TimTim.  Jadi karena dia menghindari 
penangkapan dunia Internasional, tentu sangat memalukan kalo nantinya dia jadi 
presiden dipilih rakyat karena masyarakat tidak tahu berita2 ini.  Itulah 
masyarakat harus diberitahu kenyataan Prabowo yang sebenarnya sehingga jangan 
memilih dirinya agar negara dan rakyat RI tidak terjerumus akiba penyesatan 
yang dilakukan oleh Prabowo, untuk itulah buku Sintong penting untuk dibaca 
seluruh lapisan masyarakat.

Bayangin, kalo nanti si Prabowo jadi presiden kemudian lagi memenuhi undangan 
negara lain tiba2 dia ditangkap untuk diadili urusan pelanggaran HAm yang telah 
dilakukannya di TimTim, tentu bukan cuma memalukan bangsa ini juga 
menjerumuskan ekonomi negara kedalam embargo yang lebih menyakitkan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







Kirim email ke