Sajen Situ Gintung Dari Masyarakat Dinodai Muslimin
                                                       
Ada laporan lagi, bahwa sajen yang biasa diletakkan masyarakat yang percaya 
adanya penghuni halus di tanggul Situ Gintung telah dinodai oleh para muslimin 
yang tidak mempercayainya dan melecehkan masyarakat yang mempercayainya.  
Bahkan masyarakat yang percaya ini diancam untuk tidak lagi menyediakan sajen2 
disana karena wilayah itu bukan wilayah setan2 gentayangan melainkan daerah 
yang sudah direbut "Muhammadyah".

Laporan pekerja2 bangunan juga ada yang menceritakan tentang kadar semen untuk 
perbaikan dan pemeliharaan tanggul dikorupsi pemborongnya bersama ulama2 yang 
menjadi anggauta pembangunan mesjid didekat Situ Gintung.

Demikianlah, kualitas beton untuk tanggul Situ Gintung ini diturunkan isi 
semennya cuma 50-60%, tapi gantinya justru lebih berharga yaitu berdirinya 
mesjid megah yang kekuatan bangunannya melebihi kekuatan beton untuk tanggul 
Situ Gintung, karena dana untuk semennya lebih penting digunakan untuk bangunan 
mesjid dibandingkan cuma untuk tanggul saja.
 

> Jaja Miharja <ja_214...@...> wrote:
> Andaikan ada data yang akurat dan
> nyata tentang pernyataan anda, tentu
> akan lebih baik menyikapi informasi
> yang anda "telurkan" itu. Sayangnya
> hanya ocehan anak kecil yang permennya
> jatuh sendiri lalu menyalahkan orang
> lain agar diganti yang baru.
> 


Tanggul itu jebol bukanlah cerita burung, dan akibatnya bukanlah permen jang 
berjatuhan melainkan jiwa2 manusianya.

Masalah Mesjid didekatnya bisa bertahan padahal tanggul pun ternyata jebol 
apakah mau diartikan bahwa tanggulnya lebih kuat dari mesjid atau sebaliknya 
mesjidnya lebih kuat dari tanggul ???

Katakanlah, Allah melindungi mesjidnya, mana yang lebih penting yang harus 
dilindungi Allah ???  Mesjid-nya atau tanggulnya ???

Melindungi tanggul maka mesjidnya tidak kebanjiran dan juga mesjidnya tidak 
roboh, sebaliknya melindungi mesjid malah tanggulnya jebol dan mesjidnya 
kebanjiran meskipun enggak roboh.

Lalu dari kenyataan itu, siapa yang salah ???  Korupsi selalu ada di-mana2 
meskipun dalam membangun mesjid, namun yang kita persoalkan disini bukan 
korupsinya tetapi jebolnya tanggul itu.

Tanggul itu mulanya dibuat oleh Belanda tetapi karena sudah uzur, oleh pemda 
setempat diusulkan kepada pusat untuk dana perbaikan dan pemeliharaan.  Dananya 
keluar ternyata mesjidnya terbangun dan tanggulnya malah jebol.

Memang kejadian ini bukanlah tangan2 Allah tetapi tangan2 manusia yang 
ter-gila2 menyembah Allah sehingga mengabaikan pentingnya tanggul.  Dana 
perbaikan dan pemeliharaan tanggul dialihkan untuk pembangunan mesjid sama 
sekali bukan dianggap korupsi oleh umat Islam, tetapi saya menganggap itu 
adalah korupsi.  Karena korupsi itu bukan harus memperkaya seseorang melainkan 
menyimpang dari aturan dan rencana pun sudah dinamakan korupsi.

Misalnya saja, rencana perbaikan dan pemeliharaan tanggul rencananya dilakukan 
3 bulan yang lalu, tetapi karena ada kebutuhan yang mendesak dananya dialihkan 
dulu untuk dana pembangunan mesjid yang dananya sudah ada tetapi belum bisa 
dicairkan atau baru bisa dicairkan sebulan lagi dan kalo dananya sudah cair 
bulan depan maka dana itu bisa dikembalikan kepada tujuan perbaikan dan 
pemeliharaan tanggul.  Tetapi belum lagi sebulan, turunlah hujan dan jebol lah 
tanggulnya dan ratusan korban mati sia2 belum lagi yang kehilangan tempat 
tinggal.  Gara2nya cuma mengalihkan atau meminjam dana tanggul itu cuma sebulan 
saja.

Harusnya, hasil analisa yang saya tulis ini dijadikan bahan penyidikan untuk 
mencari bukti2 penyelewengan yang terjadi. Bukan sebaliknya malah buang2 waktu 
menuduh saya menyebarkan berita bohong yang diminta tunjukan bukti2nya.

Buat apa saya buang waktu saya mencari bukti2nya???  Saya enggak dirugikan koq 
dengan jebolnya tanggul itu !!!  Juga saya enggak diuntungkan sama sekali 
dengan adanya mesjid yang bisa menahan luapan akibat tanggul jebol itu.  Lalu 
kenapa saya harus menunjukkan bukti2nya ????  Stupid bukan ??? 

Andaikan saya mau cari bukti2nya juga dipastikan ulama2 Islam disana malah 
menyembunyikannya karena dalam Quran kita diwajibkan menyembunyikan keburukan2 
sesama muslim.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke