Kenapa tidak menuntut bikin negeri berlandaskan Syariat Islam saja pak?
Biar lebih afdol....
Siapa tahu bisa seperti India yang akhirnya pecah menjadi 3 negara: India,
Bangladesh, dan Pakistan.
salam,
radityo
Facebook:
Radityo Djadjoeri
----- Original Message -----
From: Salam Pro
To: Elshinta Group ; Jurnalisme Milis ; mediabaca Milis ; ruangbaca Milis ;
rumah ilmu milis ; Editor Indonesia Forum Milis ; Indonesia Online milis ;
Indonesia-Iklan Milis
Cc: daarut-tauhiid Milis ; Bursa-buku Milis ; buku-islam Milis ; Pasar Buku
Milis ; ResensiBuku Milis ; penulisbestseller milis ; pustakaloka Milis kompas
; SD-Islam Milis
Sent: Thursday, November 19, 2009 10:44 PM
Subject: [ElshintaGroup] Meluapnya Kebenaran Sejarah Indonesia
Judul : Api Sejarah
Penulis : Ahmad Mansur Suryanegara
Penerbit : Salamadani
Tebal : 584 Halaman.
Cetakan: II, Oktober 2009
Sejarah sebagai salah satu cabang Ilmu Sosial perlu mendapatkan
perhatian serius dari Ulama, Santri serta Umat Islam Indonesia. Banyak karya
sejarah Islam Indonesia dan Dunia Islam Umumnya, yang beredar disekitar kita.
Namun, banyak pula isinya sangat bertentangan dengan apa yang di perjuangkan
oleh Rasulullah, sahabat, khalifah, wirausahawan, ulama, waliyullah, dan
santri, serta umat Islam. Apalagi dengan adanya deislamisasi sejarah indonesia,
peranan ulama dan santri, serta umat islam di dalamnya ditiadakan. Atau tetap
ada, tetapi di maknai lain.
Sebagai contoh, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang kita
peringati setiap tanggal 2 Mei, kabarnya diambil dari hari lahir Ki Hadjar
Dewantara, pendiri Taman Siswo, 1922 M, yang pada awalnya merupakan perkumpulan
kebatinan Seloso Kliwon, kalau ini benar, mengapa bukan hari lahir K.H. Achmad
Dachlan pendiri Persjarikatan Moehammadijjah, 18 November 1912 M, sepuluh tahu
lebih awal dari Taman Siswo, 1912. dan lagi pengaruhnya lebih meluas di seluruh
kota di Nusantara, hingga saat ini persjarikatan Moehammadijjah yang sekarang
kita kenal dengan Ormas Islam Muhammdiyyah berkembang menjadi salah satu ormas
islam terbesar di Tanah air . Akibat deislamisasi penentuan Hardiknas,
menjadikan K.H. Achmad Dachlan dan Persjarikatan Moehammadiyyah tidak terpilih
sebagai tidak terpilih sebagai pelopor pendidikan Nasional.
Contoh lain, tentang masalah waktu masuknya Islam ke Indonesia,
semestinya terjadi pada abad ke-7 M. Ternyata dituliskan sangat jauh berbeda
waktunya. Diundur hingga abad ke-13 M, dan tidak hanya masalah waktu, tetapi
juga dituliskan oleh Orientalis kehadiran Islam ditengah bangsa dan negara
Indonesia dinilai mendatangkan perpecahan. Karena Islam dinilai banyak
menimbulkan banyak kekuasaan politik islam atau kesultanan yang tersebar di
seluruh nusantara, sehingga Imperialis Barat menemui kesukaran untuk menguasai
Nusantara Indonesia, walaupun kekuasaan politik atau keradjaan Hindoe dan
boeddha, tidak terdapat diseluruh pulau Nusantara Indonesia, tetapi ditafsirkan
bangsa Indonesia saat itu mengalami zaman kejayaan dan keemasan.
Dan yang harus kita perhatikan lagi, bahwa, pelopor perlawanan terhadap
penjajah Barat di Indonesia adalah Ulama atau Wali sanga dan para santrinya
hingga Imperialis Barat; Kerajaan katolik Portugis dan kerajaan protestan
Belanda selalu gagal untuk menguasai indonesia dengan politik Kristenisasinya,
bukan keradjaan Hindoe-Boeddha, karena pada masa itu (1511 M-1619 M) kekuasaan
politik Boeddha Sriwijaya dan Hindoe Madjapahit, keduanya sudah tiada.
API SEJARAH: Buku yang akan Mengubah Drastis Pandangan Anda tentang
Sejarah Indonesia ini berisikan fakta sejarah perjuangan Ulama dan Santri dalam
menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk standar karya sejarah buku
ini kurang begitu mendetail, tetap tidaklah berhenti sampai disini. Para
peminat sejarah pada penerbitan berikutnya, perlu menuliskan ulang dan
melengkapinya.
Peristiwa yang terjadi ditengah bangsa indonesia hingga hari ini,
hakiakatnya merupakan kesinambungan masa lalu yang telah diletakkan dasarnya
oleh ulama dan santri, oleh karena itu, Wal tandhur nafsun ma qaddamat li ghad,
Perhatikanlah sejarahmu untuk hari esokmu (QS 59:18), semoga Allah merahmati,
memberkahi dan menunjuki kita semua.
http://catatan-santrimodern.blogspot.com/2009/11/meluapnya-api-kebenaran-sejarah_03.html