/Ketika pertama kali saya bertemunya sekitar tahun 2007,pada satu acara
Kongkow di Utan Kayu Jakarta Timur. Saya diperkenalkan oleh Guntur
(pemandu acara tersebut) tentang masalah saya menjadi korban penyiksaan
polisi di Banda Aceh Januari 2007. Pada saat itu Ia hanya mengucapkan, "polisi 
memang sulit untuk bisa dipercaya",
hanya itu. Tidak ada sesuatu yang istimewa pada saat itu bagi diriku,
selain saya sudah membaca beberapa pemikirannya soal domokratis dan
pluralisme.

Pertemuan terus berlanjut hampir setiap hari Sabtu
pukul 10.00 WIB di Utan Kayu dalam acara kongkow bersama Gus Dur. Hari
demi hari saya semakin mengetahui siapa sebenarnya Gus Dur. Bukan hanya
negarawan yang senang humoris tetapi juga seorang bapak bangsa yang
sangat adil dan demokratis bagi bangsa ini. Dari Kongkow Gus Dur inilah
saya mulai kenal dengan anak-anak muda pengagum sosok Gus Dur. Yang
akhirnya sangat dekat sekali dengan saya beberapa orang.

Gus Dur
pada tahun 2001 dilengserkan oleh anggota parlemen sebagai presiden
ke-4, tidak ada konflik dibumi pertiwi ini. Padahal pada saat itu
sangat mungkin sekali Gus Dur menggunakan kekuasaannya untuk
melawannya. Tapi Gus Dur tidak melakukan itu, Gus Dur tidak ingin
terjadi konflik horizontal pada rakyat Indonesia. Mungkin karena itulah
parlemen sewenang-wenang kepada bapak bangsa yang satu ini, sudah dapat
diperkirakan sebelumnya bahwa Gus Dur sudah pasti tidak akan
menggunakan kekerasan dalam melawan kesewenangan itu. Pada saat
dilenserkan, waktu itu Gus Dur keluar istana negara dengan melambaikan
tangan mengenakan pakain tidur, celana pendek. Luar biasa.

Pada
masa pemerintahnya yang hanya lebih kurang 1 tahun, ada banyak hal-hal
yang luar biasa Ia lakukan,mulai kebebasan pers, kebebasan meyuarakan
pendapat kepublik, menjadikan Imlek sebagai hari libur nasional,
mencabut kebijakan yang anti demokrasi atas korban 65 dan masih banyak
lagi. Gus Dur adalah sosok mantan Presiden RI yang nyaris "cacat" dalam
kepimpinannya untukbangsa ini.

Gus Dur juga berhasil meyatukan
para korban 65 dengan anak bangsa lainnya. Sampai kita bisa lihat
dampaknya anak-anak muda NU menjadi kelompok yang paling keras
meyuarakan keadilan bagi para korban 65. Kita bisa lihat sekarang ada
banyak anak-anak muda NU yang meyuarakan keadilan dan demokrasi bagi
setiap orang. Saya bukan anak NU, tapi saya sadar bahwa mereka (pemuda
NU) jauh lebih maju dibandingkan dengan ormas Islam lainnya di
Indonesia untuk pemikiran kritisnya. Saya pikir keberhasilan ini peran
seorang Gus Dur sangat besar.

Pada saat Gus Dur menjabat sebagai
Presiden, ada satu rencana kebijakan yang sempat mendapatkan tekanan
publik ketika Gus Dur ingin membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
Gus Dur ingin menghempaskan semua stigma-stigma buruk yang ditujukan
kepada kelompok ataupun ras tertentu, dalam hal ini Jahudi. Tapi
sayangnya maksud baik itu tidak banyak dipahami oleh banyak orang.
Pemimpin masyarakat muslim dan juga seorang muslim berani merencanakan
itu. Saya pikir ini karena sikap Pluralisme yang sangat besar dalam
diri Gus Dur. Berani mengambil tindakan dan sikap yang diluar mainstrem.

Gus
Dur bukan hanya disegani oleh kawan-kawannya tetapi Ia juga disegani
oleh lawan-lawan politiknya. Gus Dur tidak pernah dendam kepada
siapapun, sikap persaudaraan yang sangat besar selalu Ia kedepankan.
Kita bisa saksikan semua mantan presiden hubungannya baik dengan Gus
Dur, dari mulai Soharto, Megawati, Habibie sampai SBY. Saat di rumah
persemayaman di Ciganjur, pelayat berdatangan dari tokoh-tokoh bangsa
yang saling berseberangan secara politik. Tapi saat ini kita bisa
buktikan bahwa Gus Dur telah berhasil meyatukan semua anak bangsa dari
berbagai macam latar belakang.

Yang paling penting Gus Dur
adalah orang yang sangat menolak formalisasi syariat Islam di
Indonesia. Slogannya selalu Islam Yes, formalisasi syariat Islam No.
Gus Dur membawa kita pada ke-Islaman Indonesia yang punya khas sendiri
tanpa harus dibebani dengan simbol-simbol Arab. Arab bukan Islam, Islam
Arab berbeda dengan Islam Indonesia. Itu yang ingin Gus Dur sampaikan
kepada masyarakat dunia. Bahwa muslim Indonesia adalah satu identitas
sendiri yang tidak harus di Arabisasikan.

Pada saat saya
menghadiri Ultah Jurnal Perempuan sekitar tahun 2007, Gus Dur sebagai
salah satu pembicara. Gus Dur pada saat itu meyampaikan kepada publik
bahwa Ia adalah Ketua dewan Penasehat Ikatan Waria Indonesia. Saat itu
Gus Dur mendapatkan sambutan yang meriah sekali oleh pengunjung. Bahkan
beberapa kali Gus Dur hadir diacara yang diadakan oleh oleh waria di
Jakarta, Jawa Timur dan beberapa daerah. Ini menunjukkan Gus Dur
benar-benar melihat manusia dengan nilai kemanusiaannya.

Selain
itu, pada saat gencar penolakan UU Pornograf, Gus Dur adalah salah
seorang tokoh yang sangat menentang UU tersebut disyahkan bersama
dengan Istrinya, Ibu Shinta Nuriyah. Bahkan tuduhan pemimpin bangsa
yang "edan" selalu ditujukan kepadanya. Istrinya oleh sekelompok orang
dituduh dicap sebagai pelacur karena ikut berdemontrasi menolak
pengesahan Rancangan UU Pornografi. Tapi Gus Dur tidak pernah "jaim"
atau gila kehormatan. Ia akan menjadi orang yang selalu di garda depan
untuk menegakan demokratis dan pluralisme di Indonesia. Salah satu
buktinya Wahid Institute, lembaga yang didirikan oleh Gus Dur menjadi
salah satu pemohon pembatalan Judicial review UU Pornografi.

Beberapa
hari ini sebelum Ia wafat saya bermimpi tentangnya, tidak tahu apakah
ini petunjuk atau bukan. Tapi selalu ingat dengan sosok Gus Dur
menjelang masa akhir hidupnya. Saya mendapatkan kabar kalau Gus Dur
masuk rumah sakit dari internet, tapi menurut keterangan anaknya Yenny
pada acara launching laporan tahunan Wahid Institute tentang kebebasan
beragama di gedung PBNU, Kramat Jakarta Utara, 29 Desember 2009.
Menurut Yenny bapak hanya sakit ringan. Karena gigi gerahamnya sakit
sehingga tidak mau makan mengakibatkan ada gangguan gula darah Gus Dur.
Tapi sekarang sudah berhasil dioperasi gigi gerahamnya, ungkap Yenny.
Malah Yenny meyampaikan dengan santai dan guyon masalahnya hanya sepele
tapi karena yang sakit seorang Gus Dur sehingga menjadi pemberitaan
yang besar dan heboh dipublik. Saat itu saya merasakan lega
mendengarkan berita karena Gus Dur sudah sehat.

Tapi pada
sekitar pukul 19.00 tanggal 30 Desember 3008 saya melihat distasiun TV
dalam perjalanan menuju Plaza Senayan untuk menonton film di Bioskop.
Karena mobilnya ada fasilitas TV, saya minta untuk mencari channel
berita saja. Saya kaget dan hampir tidak percaya ketika ada berita
kalau Gus Dur wafat.

Sebelumnya saya mengikuti beritanya sambil
bercerita kepada teman yang meyetir mobil, bahwa Gus Dur adalah bapak
bangsa yang luar biasa dan saya favorit sekali dengannya. Saat itu
belum ada kabar kalau Gus Dur wafat. Teman-teman saya heran mendengar
ungkapan saya. Saya tegaskan lagi bahwa Gus Dur adalah tokoh yang mau
memperjuangkan hak-hak kelompok homoseksual. Karena memang
teman-temanku adalah seorang gay. Saya berharap mereka (temanku)
tertarik untuk diskusi soal Gus Dur yang sedang dibahas di TV saat itu.
Malah saya sampaikan kepada teman-teman pada saat itu, kalau saya
mendapatkan pasangan gay yang baik. Saya ingin datangi Gus Dur untuk
meminta doa restunya atas hubungan dua anak manusia sesama jenis. Itu
memang keinginanku suatu saat nanti. Tapi ditengah diskusi itu
tiba-tiba pembawa acara meyampaikan kalau Gus Dur telah wafat pada
pukul 18.45 WIB di RSCM. Saya terdiam sesaat hampir tidak percaya.

Tidak
biasa saya melihat acara TV, tetapi malam itu saya meyaksikan berita
wafatnya Gus Dur. Saat itu saya menanyakan kebenaran berita itu kepada
orang yang saya tahu sangat dekat dengan Gus Dur tetapi tidak berhasil
terhubungi karena HPnya tidak aktif. Sayapun mencoba menelpon
teman-teman aktivis yang juga pengagum Gus Dur. Tapi kemudian saya
mendapatkan satu pesan singkat dari mbak Nong, bahwa benar Gus Dur
telah wafat. Saat itu saya bingung dan sedih sekali, rencana nonton
film bersama dengan teman-teman saya batalkan saat itu juga. Termasuk
membatalkan merayakan malam tahun baru di Bandung yang sudah kami
rencanakan bersama.

Aku pulang sendiri mengendarai angkutan umum
duduk terdiam dan dalam pikiran yang galau. Sesampai dirumah aku
membuka internet dan membaca berita soal wadatnya Gus Dur sambil terus
menuliskan perasaan saya di wall Facebookku. Teman-teman saya juga
banyak berkomentar atas kepulangan tokoh bangsa ini. Yang hampir sama
komen-komennya, merasa kehilangan dengan bapak yang luar biasa ini.
Sepertinya menuliskan kenangan dan mengenal sosok Gus Dur juah lebih
menarik dalam meyambut pergantian tahun daripada harus
berhura-hura.(Toyo/OV)


Selamat Jalan Gus Dur..  
Doaku Meyertaimu..Amin

http://gerakan-gay.blogspot.com/

Toyo
http://blog.ourvoice.or.id
http://forum.ourvoice.or.id


--- Pada Rab, 30/12/09, rizal lingga <nyomet...@yahoo.com> menulis:

Dari: rizal lingga <nyomet...@yahoo.com>
Judul: [zamanku] GUS DUR, sang Kyai Nasionalis
Kepada: boiran2...@yahoo.co.uk, grek_2...@yahoo.com, 
dialogislamkris...@yahoogroups.com, milis_i...@googlegroups.com, 
feifei2...@gmail.com, hizkia.will...@indosat.com, zamanku@yahoogroups.com, 
murtadin_kafi...@yahoogroups.com, gkran...@yahoo.com, 
setyorini.il...@yahoo.com, irawan...@gmail.com, iwankrnwn...@gmail.com, 
aslim...@yahoo.com, rudi_jam...@yahoo.com
Cc: k...@kompas.com, nyomet...@yahoo.com, syaripu...@inkenas-agung.co.id, 
nizam...@yahoo.com, fyapri...@indocement.co.id, me...@indocement.co.id, 
yantykusn...@indocement.co.id, dakwah_u...@yahoo.com, sah...@cbn.net.id, 
zulha...@hotmail.com, abu_fi...@yahoo.com, ndhutaba...@yahoo.de, 
nonghel...@yahoo.com, noz...@yahoo.com, rosl...@podico.com, duab...@yahoo.com, 
rudy_lumbantob...@yahoo.com, auwlohbar...@yahoo.com, kefassi...@yahoo.com, 
insanka...@indocement.co.id, dee_yac...@yahoo.com, zahra_292...@yahoo.com, 
fatchurberlia...@gmail.com, edi_a...@yahoo.com, teguhdjojoarg...@yahoo.com, 
rtob...@toyota.co.id, paulrompas_2...@yahoo.com, zigzagq2...@yahoo.com, 
hari_sub...@yahoo.com, majalah_tabl...@yahoo.com, kora...@suarapembaruan.com, 
dedama...@aol.com, lasteventsd...@yahoo.com, reda...@gatra.com, 
reda...@waspada.co.id, reda...@hariansib.com, dimas_ah...@yahoo.com, 
tya_meu...@yahoo.com, muskitaw...@yahoo.com, kha_t...@yahoo.com, 
mujahidah...@yahoo.com,
 evi.novia...@samsung.com, bint...@tokiomarine.co.id, li...@rajawali.com, 
agoest...@yahoo.com, nen...@yahoo.com, zebaoth.jeh...@yahoo.com, 
yogi...@yahoo.com, linadah...@yahoo.com, leonardo_ri...@yahoo.com, 
budima...@gmail.com, tionghoa.indone...@gmail.com, 
indonesian_athe...@yahoogroups.com, am...@tele2.se, utusan.al...@yahoo.co.uk, 
jere...@gmail.com, renitafar...@gmail.com, wirajh...@yahoo.com, 
looshy...@yahoo.com, leo_ima...@yahoo.co.uk, pdskorea1...@yahoo.com, 
pejantan_ma...@yahoo.com, postmom...@yahoo.com, izzuddien.alqa...@gmail.com, 
rajaba...@yahoo.com, sekert...@yabina.org, great.pretender2...@gmail.com, 
kireyrito...@gmail.com, korisuna...@gmail.com, hakekat_sat...@yahoo.co.id, 
siapmur...@gmail.com, arianakme...@gmail.com, lerysant...@gmail.com, 
ampangme...@yahoo.com, fullgospel_indone...@yahoo.com, markus.sunt...@gmail.com
Tanggal: Rabu, 30 Desember, 2009, 11:45 AM







 



  


    
      
      
      Ketika banyak Muslim begitu tergila-gila dengan segala sesuatu atribut 
Arab, Gus Dur tetap mempertahankan identitas nasionalnya, sarung dan peci. 
Ketika banyak Muslim begitu menggandrungi paham transnasional dengan memuja Al 
Qaida dengan segala sesuatu yang berbau Arab sebagai tanda Islam sejati, Gus 
Dur tetap setia dengan falsafah Jawa Islam. Ketika kebencian terhadap Yahudi 
menjadi tanda umum Muslim sejati, Gus Dur ketika jadi presiden RI malah ingin 
menjalin hubungan langsung dengan Israel. Ketika hal itu ditentang banyak 
Muslim di Indonesia, dia malah berkunjung ke Israel.
Ketika fatwa Ulama melarang Muslim untuk mengucapkan selamat Natal, Gus Dur 
malah menghadiri perayaan Natal. Ketika banyak Muslim menganggap haram memasuki 
gereja, Gus Dur malah menghadiri acara Kebaktian Kristen di Gelora Senayan 
tahun 1998 dan bersedia didoakan oleh penginjil Amerika Serikat, ketika begitu 
banyak Muslim Indonesia membenci Amerika sama dengan membenci Yahudi. Pada masa 
Gus Dur jadi presiden, maka diresmikan Imlek jadi hari libur Nasional. Demikian 
juga dengan Waisak dan Nyepi. Orang Kristen
 kembali diizinkan untuk merayakan hari Natal ke 2
pada tanggal 26. Dia sungguh-sungguh berbuat sesuatu untuk merangkul semua 
agama di Indonesia, ketika banyak Muslim meludahi orang-orang non Islam sebagai 
KAFIR! 
Bahkan Gus Dur melindungi gerakan Islam liberal. Akhirnya karena sikapnya ini, 
Gus Dur jadi dibenci oleh kalangan Islam fundamentalis trans nasionalis di 
Indonesia.Namun Gus Dur tidak takut dan tidak perduli sama sekali, karena dia 
yakin bahwa apa yang dibuatnya itu adalah benar, dan sesuai dengan pendiriannya 
yang Nasionalis. 
Gus Dur adalah Muslim Nasionalis sejati yang  mempunyai pendirian yang kuat. 
Sekali dia memutuskan apa yang dianggapnya baik dan benar, dia betul-betul 
melakukannya, dan tak perduli sama sekali dengan protes orang lain. Gus Dur 
selain teguh berpendirian, juga keras kepala alias kepala batu dalam suatu 
pendirian. Dia berani melawan arus, jika suatu hal sudah diyakininya sebagai 
benar.
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati 
meninggalkan nama, Gus Dur wafat meninggalkan kesan sebagai seorang yang 
berpendirian teguh, berani melawan arus, dan
 keras kepala. Hal keras kepalanya ini banyak menjengkelkan orang-orang, namun 
baik kawan maupun lawannya tidak bisa tidak akan mengakui kekuatan karisma dan 
karakternya.




      

    
     

    
    


 



  






      Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang 
Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke