Didekat rumahku ada 2 cewek, status anak angkat dimana ortu angkat sudah 
meninggal. Ngakunya dapat warisan rumah yang mereka tinggali dan minta saya 
menjualkan. Saya coba menolong jualkan tetapi ternyata sertifikat di kuasai 
sdrnya jadi buntu. Umur mereka yang pasti dibawah 30th. Mereka terlunta 
hitupnya karena tidak ada yang menafkai. Dua 2nya ngaku Islam. Yang satu sudah 
punya anak hasil (ngakunya) calonnya yang islam tetapi ingkar janji.
Ini tantangan bagi pengagum dan pelaksana poligami untuk memperisteri mereka 
sebagai saluran berkah bagi 2 cewek yang menderita, yang menurut mata saya 
mereka tidak cantik, dll kekurangan.
Daripada berteori betapa indahnya poligami untuk menolong cewek agar punya 
suami, pelindung, terhindar dari zina dan perkosaan, saya tunggu kesediaannya 
untuk mempoligami 2 cewek tsb. Saya akan antar kerumahnya.
Dipastikan tidak ada yang mau kan? Kenyataannya poligami selalu memilih cewek 
yang punya kelebihan dari istri yang sudah dinikah.
Bisa karena hartanya, mudanya, cantiknya. Kondisi yang kebalikan hanya ada 
dalam dongeng jaman dahulu yang tidak bisa dibuktikan kecuali dipercaya, lalu 
sebagai pembenar untuk poligami. Sayangnya sambil mengumpati orang yang memilih 
monogami, dikatakan orang monogami pasti ke gang doli.
Poligami dan monogami, dua2nya kan pilihan hidup dan pasti masing2 ada 
konsekwensinya. Yang jelas kalau incomenya dari jadi pegawai, tunjangan hanya 
untuk satu istri. Kalau ada tempat kerja yang memberikan tunjangan untuk banyak 
isteri, maka saya ingin anjurkan teman2 kerja ditempat tsb, agar bisa nambah 
istri dan nambah tunjangan untuk istri tsb. Sokor2 mau menikahi 2 cewek 
tetangga saya tsb agar mereka paling tidak bisa cukup makan dan sandang.
Nah poligamis, tunjukkan nilai indahnya poligami dengan nyata.
Yanto



--- In zamanku@yahoogroups.com, "mediacare" <mediac...@...> wrote:
>
>       Diskusi tentang poligami dipindahkan ke milis zamanku.
> 
> 
> 
>       Bung Errol,
> 
>       Apa alasan seseorang monogami? Bisa macam-macam bukan? 
>       Begitu juga seseorang poligami, alasannya bisa macam-macam.
> 
>       Kalau alasan orang monogami, misalnya, karena istri yang ada sudah 
> sempurna: cantik, sexy, perawan, dan muda, maka jika orang poligami menikahi 
> istri kedua juga: lebih cantik, lebih sexy, perawan dan lebih muda dari istri 
> pertama, maka anggap saja itu hadiah atas kesediaannya menikahi istri pertama 
> yang tidak lebih cantik, tidak lebih sexy, janda, tidak lebih pintar, dan 
> lebih tua. 
> 
>       Kalau dari sudut logika itu, orang yang monogami malah bisa dikatakan 
> egois, karena alih-alih memilih wanita yang jelek, janda, yang cacat, tapi 
> malah milih yang cantik dulu, yang sexy dulu, yang muda dulu, dan yang 
> perawan, biar punya alasan untuk tidak menikahi yang janda tua, yang buta, 
> yang cacat, pendeknya yang penuh kekurangan. 
> 
>       Jangan karena ketidakmampuan untuk menikah lagi lalu dijadikan alasan 
> untuk menyerang seorang lelaki yang punya kualitas memadai untuk poligami. 
> 
>       Yang monogami belum tentu seorang lelaki yang berkualitas baik dari 
> aspek agama, ekonomi, atau aspek yang lain. Banyak lelaki monogami yang 
> kualitas agamanya pas-pasan. Kalau mau nikmati perempuan lain mendingan 
> "jajan" karena ingin menghindari tanggungjawab seumur hidup. Cukup bayar 
> sesuai kesepakatan, habis perkara. Kenapa orang yang punya kecenderungan 
> seperti ini tidak menikah lagi saja? Toh agama juga membolehkan kok. 
> Rasulullah Saw menyatakan," Barangsiapa yang hendak menikah demi menghindari 
> diri dari perzinaan, Allah (berjanji) akan mencukupkan rezekinya." Hadits ini 
> berlaku bagi siapa pun lelaki yang beriman yang memutuskan menikah, baik 
> menikah pertama, kedua, ketiga atau keempat. Hukum poligami itu awalnya mubah 
> (boleh), dan bisa menjadi wajib jika tidak menikah lagi akan terjerumus dalam 
> perzinaan.. 
> 
>       Kalau Allah membolehkan poligami, sudah pasti ada hikmah luar biasa di 
> dalamnya, hikmah terendah adalah manusia terhindar dari perzinaan, agar 
> setiap manusia jelas nasabnya, agar manusia memetik pelajaran dari 
> keputusannya mengambil tanggungjawab besar berupa mengambil istri lebih dari 
> satu, agar manusia belajar adil, belajar sabar, poligami juga bisa jadi 
> sintesa ajaran monogami yang tidak manusiawi di satu pihak dan praktek 
> pelacuran atau sistem harem yang menindas, yang berlangsung sejak ratusan 
> abad yang lalu, dan lain-lain. Itulah sebabnya, saya ingin katakan: hukum 
> poligami jelas lebih indah dan manusiawi (Islam) dibanding hukum monogami 
> mutlak (Kristen).
> 
>       Lebih jauh, poligami lebih bermartabat daripada monogami tapi diam-diam 
> poligaminya di gang "Dolly" atau memelihara wanita simpanan. Ini jika 
> persoalannya adalah persoalan kebutuhan seksual. Kenyataannya, orang poligami 
> alasannya pasti bisa lebih kompleks dari yang kita duga selama ini. Ada 
> alasan psikologis, sosial, politik, budaya, dan lain-lain. ( di Mauritania, 
> para warga perempuannya malah berdemo menuntut pemerintah membolehkan warga 
> lelakinya poligami, coba browsing aja berita yang sudah lama ini). 
> 
>       Kalau Anda menuntut seorang lelaki yang mau poligami supaya dengan 
> cara-cara yang benar menurut agama, sebaiknya itu juga ditanyakan pada diri 
> sendiri: apakah ketika Anda mau menikah juga sudah dengan niat dan cara yang 
> benar? Jangan-jangan Anda cuma ngiri lihat lelaki punya istri dua, tiga atau 
> empat, atau cuma ingin jadi dianggap membela perempuan....peace deech...
> 
>       Kesimpulan: Poligami itu persoalan agama, jadi lakukan itu sesuai 
> dengan cara-cara agama, baik niat maupun prosesnya. Patokan utama poligami 
> adalah QS An-Nisa: ayat 3 serta ayat-ayat yang relevan dengan masalah 
> poligami. 
> 
> 
>       Wallahu a'lam,
>       ApikoJM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>       From: "apiko" <zidane_...@...> 
>       Date: Mon Jan 18, 2010 8:31 pm 
>       Subject: Re: Buat Anda yang menolak Poligami dan pro Dollygami 
>      zidane_nih 
>        Offline 
>        Send Message 
>        Edit Membership  
> 
> Oke permintaan maafmu saya terima,
> 
> Soal anak perempuan saya jika dipoligami, jawaban saya sama: sebagai ayah saya
> hanya akan memberikan pertimbangan yang menurut saya benar. Pada akhirnya
> terserah anak saya, dia mau dipoligami atau tidak. Jika dia menolak atas 
> alasan
> yang benar-benar sesuai agama dan masuk akal, misalnya suaminya/menantu saya
> ekonominya terlalu miskin untuk poligami, atau agamanya aja amburadul, atau
> wanita yang hendak dinikahinya itu akhlaknya jelek, ya tentu saya dukung
> penolakan anak saya, walaupun saya sendiri poligami.
> 
> Prinsipnya, poligami itu ya harus atas pertimbangan yang matang dari berbagai
> aspek. Jangan karena saya praktek poligami, lantas saya bilang setiap orang
> boleh poligami.
> 
> Wassalam,
> ApikoJM
> 
> 
> --- In mediac...@yahoogroups.com, "marthajan04" <marthajan04@> wrote:
> >
> > Bung Joko Mulyono, OK OK, saya minta maaf untuk kata "bejad" yang saya tulis
> bagi pelaku poligami. Saya sadar itu terlalu kasar.
> >
> > Untuk tulisan anda dibawah ini, komentar saya :
> > iyalah anda pasti menyokong poligami karena anda lelaki. Siapa sih yang 
> > tidak
> bangga punya istri banyak? yang artinya banyak dikagumi perempuan.
> > coba anda perempuan yang jadi istri pertama dan suaminya minta ijin kawin 
> > lagi
> atau tidak minta ijin tapi punya istri lagi. pastilaaaahhhh anda juga akan 
> sakit
> hati dan mengutuk poligami ini.
> >
> > anda bilang akan mengijinkan anak perempuan anda kawin menjadi istri ke 2, 
> > ke
> 3, ke 4 dst. Tapi saya rasa bukan itu pertanyaannya yang kami maksud.
> > Maksudnya bagaimana kalau anak anda dijadikan istri pertama sedang suaminya
> poligami.
> > kalo soal ngerebut suami orang sih, tidak usah dipertanyakan perasaannya.
> sudah jelas menyokong poligami.
> >
> > saya juga sudah setuju dengan omongan anda mengenai salome.
> > yang saya tanya, apa istilah yang tepat bagi satu batang rame2? hehehe... 
> > pake
> senyum nih.
> >
> > mj,
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > --- In mediac...@yahoogroups.com, apiko joko mulyono <zidane_nih@> wrote:
> > >
> > >  
> > > Bung Tabrani Yunis & Mawar Liar Merah, Marthajan, serta penolak poligami
> yang lain....
> > >  
> > > Orang kesal tidak akan bisa menggunakan logikanya, mengatakan pelaku
> poligami sebagai bejad adalah gebyah uyah, penuh prasangka, karena tak semua
> pelaku poligami bermotif duniawi, mencari kenikmatan duniawi. Banyak ulama 
> yang
> berpoligami, ulama lain yang monogami tetap menghormati, begitu juga 
> sebaliknya.
> > >  
> > > Kalau saya pakai terminologi 'salome' untuk perempuan yang bersuami lebih
> dari satu lelaki itu memang cocok. Karena Islam melarang perempuan poligami.
> Istilah 'salome' lebih cocok lagi buat perempuan yang menjajakan kelaminnya di
> pinggir-pinggir jalan secara liar. Mau dipake Tabrani ho-oh, atau disetubuhi
> Marthajan juga ho-oh aja, yang penting dibayar sesuai kesepakatan.
> > >  
> > >  Al-Qur'an bahkan menyebut orang kafir itu sama saja dengan binatang 
> > > ternak.
> Perempuan yang poligami, baik dengan nikah apalagi tidak, jelas hukumnya 
> kafir,
> karena dilarang kok dilakoni. Saya masih menyebut perempuan seperti itu
> 'salome', bukan 'binatang ternak' karena bisa jadi ia sebenarnya perempuan 
> yang
> masih punya sedikit iman, cuma lagi goblok saja....
> > >  
> > > Kalau ada pertanyaan bagaimana kalau ibu, anak, atau salah satu anggota
> keluarga perempuan saya dipoligami oleh laki-laki penikmat sex, jawabannya
> jelas: SAYA TOLAK. Tapi kalau yang melamar adalah lelaki yang sholeh---tentu 
> ada
> ukuran2 tertentu yang saya pakai untuk menilai seseorang sholeh atau tidak---
> saya tidak keberatan, misalnya, anak perempuan saya dipinang untuk jadi istri
> ke-2, 3, atau ke-4 lelaki yang sholeh tersebut. Tetapi sebagai ayah, tentu 
> saya
> tidak akan memaksanya. Hak saya hanya memberikan pertimbangan yang
> sebaik-baiknya kepada anak-anak saya.
> > >  
> > > Menjadikan agama sebagai satu2nya tolok ukur dalam menjalani hidup tidak
> bisa dikatakan tertinggal. Apalagi yang dijadikan tolok ukur adalah Islam yang
> bersumber pada al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Seorang muslim yang mengawali
> hidupnya dengan hukum2 yang ada dalam al-Qur'an dan sunnah2 Rasul secara 
> benar,
> sudah pasti dia akan menggunakan akal sehatnya, dia juga akan mempelajari
> ilmu-ilmu lainnya. Pendeknya, seorang mukmin sejati menjadikan dalil-dalil 
> Naqli
> (al-Qur'an & hadits) dan dalil-dalil aqli (ilmu pengetahuan baik sains
> maupun ilmu sosial-budaya) sebagai cahaya dan penuntun hidupnya.
> > >  
> > > Seorang mukmin sejati memilih hidup poligami atau monogami pasti atas
> landasan2 yang sudah terlebih dahulu didialogkan dengan Allah Swt. Seorang
> mukmin sejati yang monogami dan poligami, jika mereka bertemu akan saling
> mengucapkan salam, saling menghormati, karena mereka sama-sama paham, hidup di
> dunia ini hanya sekejap. Seorang mukmin sejati tidak akan mempertaruhkan
> hidupnya yang pendek di dunia ini, hanya untuk mencari kenikmatan sesaat.
> > >  
> > > Oleh karena itu, jika mereka memilih berpoligami, harus karena Allah Swt.
> Seorang mukmin sejati adalah mereka yang akan selalu berusaha memperbaharui
> iman, menjaganya, serta meningkatkannya setiap waktu. Mereka akan mengoreksi
> setiap waktu. Sebab nurun alan nuuur, di atas kebenaran ada kebenaran..
> > >  
> > > Soal diskriminasi,
> > > Pernyataan bahwa poligami harus dihilangkan karena diskriminasi harus
> dihilangkan adalah pernyataan yang tidak ilmiah. Apalagi memastikan poligami
> pasti diskriminatif lebih tidak ilmiah lagi. Kalau yang jadi ukuran ilmiah
> adalah ilmu-ilmu sosial dari Barat, yang sekarang secara genit dipakai 
> landasan
> para aktifis perempuan untuk menentang poligami, bagi saya itu tak lebih dari
> apa yang disinyalir oleh Nabi sebagai pengikut (sampai ke lubang semut) 
> ideologi
> kafir!
> > >  
> > > Diskriminasi bisa terjadi dimana dan oleh siapa saja. Bahkan lelaki
> monogami, juga bisa diskriminatif, baik kepada istri atau anak2nya. Seorang
> istri juga bisa dikriminatif terhadap suaminya, misalnya ketika ia 
> menjelek2kan
> suaminya di depan teman2nya, atau ketika ia melakukan perselingkuhan dengan
> lelaki lain. Atau ketika dia untuk dirinya yang sesuai selera hawa nafsunya,
> sementara untuk suaminya, pelayanannnya asal-asalan.
> > >  
> > > Kata Allah Swt, hanya lelaki beriman dan perempuan beriman dan beramal
> sholeh saja yang akan 'berjihad' (bersungguh-sungguh) tidak melakukan tindakan
> diskriminatif (tidak adil), karena mereka sadar keadilan sangat dekat dengan
> ketaqwaan. Oleh karena itu, bagi orang beriman, soal aturan/ketentuan menikah
> poligami itu sudah selesai, tinggal bagaimana memenuhi aturan Allah tentang
> poligami itu dengan sebaik-baiknya.
> > >  
> > > Sekedar tahu saja, saya termasuk yang sangat-- saya ulangi, sangat-- 
> > > percaya
> diri untuk berbicara di depan siapapun untuk membela kebenaran aturan agama
> Allah ini (poligami). Bahkan dulu saya pernah diundang sebagai pembicara di
> seminar poligami di UIN Ciputat dan Unisma 45 Bekasi, disandingkan dengan DR
> Syamsudin Abbas dan DR Musdah Mulia, entah kenapa tak ada secuilpun perasaan
> minder, padahal saya hanya seorang lulusan S1. Ini bukan kesombongan, tetapi
> saya meyakini mungkin Allah menguatkan hati saya, sehingga begitu kuat 
> keyakinan
> saya bahwa siapapun yang mengatakan poligami harus dilarang (tanpa alasan yang
> dibenarkan Allah & RasulNya), biarpun yang berbicara Doktor atau profesor 
> pasti
> saya tolak. Dan saya insyaAllah akan berdiri di posisi itu sampai kiamat.
> > >  
> > > Jadi, daripada saya menanggapi logika debat kusir dengan Anda semua, lebih
> baik Anda undang saya di sebuah seminar yang bermartabat yang Anda buat,
> sandingkan saya dengan guru-guru Anda yang membuat Anda berpikir poligami 
> harus
> ditolak, dan disana Anda (selaku penonton) akan melihat dimana KEBENARAN itu
> akan berpihak!
> > >  
> > > Wassalam,
> > > ApikoJM
> > >  
> > >  
> > >
> > >
> > >      
> ___________________________________________________________________________
> > > Nama baru untuk Anda!
> > > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
> @rocketmail.
> > > Cepat sebelum diambil orang lain!
> > > http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
> > >
>  
> 
> 
> 
> Facebook:
> Radityo Djadjoeri
>


Kirim email ke