Bung Manneke,

Poligami itu adalah logika agama, bukan murni logika syahwat, walau di dalamnya 
ada urusan syahwat. Logika syahwat murni itu hanya ada dalam perzinaan, seks 
bebas, yang banyak dikampanyekan kelompok Islib. 

Karena logika poligami adalah logika agama, maka poligami bagi lelaki, bisa 
merupakan cara 'bermesraan dengan Tuhan', selain juga bagi istri-istrinya. 

Mau tahu kenapa begitu?

Apakah Anda tahu konsekuensi pria beristri lebih dari satu? Key words-nya 
adalah," berjihad (bersungguh-sungguh) bertindak adil." Tuntutan agar bisa 
bertindak adil adalah tuntutan yang berat, selain kecukupan nafkah, baik untuk 
istri dan juga anak-anak yang dilahirkan. Itu berlangsung seumur hidup. Kondisi 
yang berat inilah yang justeru menggiring pelaku poligami mendekat kepada 
Tuhan, meminta pertolongan. Saat-saat itulah lelaki poligami bermesraan dengan 
Tuhan. Adalah fitrah manusia, saat kepepet atau berada dalam marabahaya, ia 
akan mendekat kepada Tuhan. Lelaki poligami--tentu yang niatnya benar--- akan 
terus mendekat kepada Tuhan, karena seumur hidupnya, bisa jadi, akan terus 
berada dalam pusaran marabahaya: konflik istri-istri, kekurangan nafkah, atau 
ancaman perceraian. 

Juga ketika terjadi konflik antar istri, kekurangan nafkah, atau ancaman cerai, 
saat itulah dia mengingat pesan Tuhan agar bersabar, dan mendidik istri dengan 
tekun. Ingat-ingatan kepada Tuhan itulah bermesraan dengan Tuhan.

Begitu juga saat berjima' baik dengan istri pertama atau berikutnya, maka yang 
dipikirkan oleh lelaki poligami yang beriman antara lain," Betapa takjub aku 
kepada-Mu Tuhan, karena atas Kuasa-Mu sajalah ada perempuan yang rela berbagi 
satu lelaki dengan perempuan lain. Sebab kalau ia tak Engkau ciptakan perasaan 
rela dalam hati istri-istri hamba, niscaya mereka akan meninggalkanku, mereka 
akan jijik berbagi penis dengan  perempuan lain!!!!"

Bahkan saat-saat aku bertempur logika dengan Anda, atau para penentang poligami 
lainnya, hatiku tergiring mendekat kepada Tuhan, memohon pertolongan-Nya agar 
dicerdaskan pikiran, agar bisa menghancurkan berhala-berhala pikiran yang anti 
Tuhan.

Jadi poligami itu bukan cuma soal kesenangan menyemprotkan sperma kepada 
beragam kelamin perempuan, bung! Itu terlalu simplistis, kerdil, dan penuh 
prasangka.

Terserah kepada Anda, mau menuduh saya berlindung dibalik kedok agama atau 
membawa-bawa nama Tuhan, itu tak berpengaruh pada jiwaku. Karena benar atau 
tidaknya, hanya Tuhan yang tahu. Anda cuma bisa menuduh, mengira, berprasangka. 
 

Bagaimana Bung? 

Salam,
ApikoJM


--- In [email protected], "mediacare" <mediac...@...> wrote:
>
> 
> 
> Oh ya? kalo gitu, kenapa laki-laki yang doyan poligami tidak dianjurkan
> "bermesraan dengan Tuhan" saja daripada cari-cari daun muda yang seger untuk
> memuaskan syahwatnya sesudah istri pertama dipandang mulai layu? Kok cuma
> perempuan yang diharis-haruskan berlogika vertikal, sementara laki-laki boleh
> bebas berlogika syahwat?
> 
> Sungguh menjijikkan menutup-nutupi ketidakmampuan mengendalikan napsu dengan
> memakai nama Tuhan sebagai justifikasi. Kepada Apiko atau siapa saja yang 
> selalu
> gemar berkoar bahwa poligami adalah amanat Tuhan, coba tanggapi tantangan ini:
> tunjukkan di mana dan apa persisinya Tuhan berfirman bahwa poligami itu adalah
> kehendak-Nya?
> 
> Dari Manneke:Yang jelas dan spesifik ya: kita bicara soal poligami dengan 
> perempuan-perempuan
> muda yang segar dan tak berkekurangan apa-apa, BUKAN dengan perempuan yatim 
> yang
> miskin dan perlu disantuni. Kalo dengan perempuan yatim dan butuh santunan,
> ayatnya ada di An-Nissa. Tapi kalo Tuhan suruh poligami dengan perempuan yang
> lebih muda, lebih segar dan lebih cantik dari istri pertama, saya mau tahu 
> kitab
> suci mana yang suruh begitu.
> 
> Apiko sebaiknya tak usah bermulut besar dengan bicara soal logika segaka, 
> ketika
> jelas-jelas tulisannya menunjukkan krisis logika yang parah. Allah mana yang
> kasih kamu izin menyemburkan kebohongan dan kepicikan atas nama-Nya?
> 
> Saya akan bantu Cyntia, Marthajan dan para perempuan/laki-laki penentang
> poligami untuk mematahkan logika jongkokmu di sini.
> 
> manneke
> 
> -----------------------Bung Ade, Poligami kok terus ke cinta.Tidak salah 
> mencintai lebih dari satu orang, tapi ekspresi cintanya yg berbeda. Saya 
> cinta istri dan anak anak saya, itu lebih dari satu, tapi ekspresinya kan 
> beda.Pertanyaan saya, andai Al Quran tidak menyinggung sama sekali tentang 
> poligami, apakah anda masih percaya bahwa poligami tidak melawan 
> keadilan?Argumentasi pro poligami selalu mentok disitu. Jadi jangan² bener 
> hikayat dunia, yg salah ada orang yg menjalankan poligami dan mendasarkannya 
> dengan mengajarkannya seolah olah ajaran yang maha kuasaBenny D SetiantoSent 
> from my BenzBerry®mobile---------------------------------------------------
> 
> 
> 
> 
> 
>       From: Errol Siahaan <errolsiah...@...> 
>       Date: Tue Jan 19, 2010 11:23 am 
>       Subject: Re: [mediacare] Re: Buat Anda yang menolak Poligami dan pro 
> Dollygami 
>      errolsiahaan 
>        Offline 
>        Send Message 
>        Edit Membership  
> 
>       Pak modrator, maaf kalau masih menanggapi, tetapi kalau Bapak tidak 
> meloloskan, tidak apa :)
> 
>       Saya penasaran, Pak Ade kok hanya menanggapi paragraf ketiga dari email 
> saya. Sedang defensif, Pak? :)
> 
>       Bagaimana tanggapan Pak Ade tentang dua paragraf sebelumnya?
> 
>       Salam damai. 
> 
> Facebook:
> Radityo Djadjoeri
>


Kirim email ke