Islam Booming di Eropah, Mualaf Perancis Menepis Paranoid
Katagori : Muslim Convert News
<http://swaramuslim.com/islam/weblog.php?id=C0_48_4>
Oleh : Redaksi <http://swaramuslim.net/>  07 Feb 2006 - 2:00 pm 
<http://swaramuslim.com/islam/comments.php?id=5148_0_4_0_C>
  [image] Seorang gadis berkulit putih tampak sedang berbicara melalui
telepon genggamnya. Wanita berwajah khas Prancis itu tak ada bedanya
dengan wanita muda lain yang sedang mencicipi kopi di sebuah kafe di
pinggir jalan Paris.

Mary Fallot adalah gadis berkebangsaan asli Prancis. Ia lahir dan
dibesarkan di negara yang dikenal sebagai kiblat mode dunia itu. Yang
berbeda, Fallot ternyata beragama Islam. Terlihat jilbab mungil
menyelimuti kepala wanita yang telah memeluk Islam tiga tahun lalu itu.

Namun, fenomena berbondong-bondongnya wanita kulit putih berkebangsaan
Prancis yang masuk Islam, justru menggusarkan sejumlah kalangan.
''Fenomena ini sedang booming dan itu mengkhawatirkan kami,'' kata
Kepala Badan Intelijen Dalam Negeri Prancis, Pascal Mailhos.

Pandangan Mailhos ini ternyata banyak penganutnya. Badan yang khusus
menangani kegiatan antiteroris di negara-negara Eropa, melihat fenomena
maraknya penduduk Eropa masuk Islam, membuat mereka bekerja ekstra
mengawasi wanita seperti Fallot. Sebab, di mata polisi Eropa, sosok
seperti Fallot merupakan figur yang berpotensi membahayakan keamanan.

Kalau sebelumnya polisi hanya perlu mengawasi kemungkinan ancaman dari
orang muda berparas Timur Tengah yang memang selama ini kerap
diidentikkan sebagai pelaku bom manusia, kini mereka juga harus
mengawasi wanita berparas Eropa. ''Sangat mungkin bagi teroris
memanfaatkan lengahnya pengawasan terhadap wanita Eropa itu,'' kata
Magnus Ranstrop, peneliti teroris dari Universitas Pertahanan Nasional
Swedia.

Memang, ketakutan berlebihan yang tak beralasan sedang menjangkiti
sebagian besar warga Eropa. Mereka khawatir cara kematian Muriel
Degauque, warga Belgia yang masuk Islam, karena meledakkan dirinya dalam
serangan ke tentara Amerika Serikat (AS) di Irak, akhir tahun kemarin,
akan ditiru.

  [image] Bom manusia oleh Degauque ini, mereka generalisasi bahwa mualaf
--sebutan bagi yang baru masuk Islam-- berpotensi melakukan hal serupa.
Sementara, sebagian besar dari mualaf di Prancis adalah wanita.

Bagaimana Fallot menanggapi paranoid pihak keamanan Prancis itu? Wanita
muda ini menolak semua anggapan tak berdasar tersebut. Ia masuk Islam
bukan karena keterpaksaan. Tak adanya penjelasan rinci atas beberapa
pertanyaan mendasar dari agama yang dianut sebelumnya, membuat ia
tertarik masuk Islam. ''Bagi saya, Islam menyampaikan cinta, toleransi,
dan kedamaian,'' katanya tulus.

Meski Fallot mengakui ada di antara mualaf yang berpola pikir radikal.
Tapi, dari mereka itu yang kemudian melakukan tindakan kekerasan, bisa
dihitung dengan jari. Ia menyebut seperti Richard Reid dan John Walker
Lindh, warga AS yang tertangkap di Afghanistan.

Terlepas dari itu, pemeluk Islam di Eropa tumbuh bak jamur di musim
penghujan setelah peristiwa ledakan World Trade Center (WTC). Meski,
tidak ada peneliti yang menghitung berapa jumlah pasti penduduk Eropa
yang beralih ke Islam setiap tahunnya.

  [image] Data PBB menunjukkan, jumlah penduduk Muslim Eropa meningkat
100 persen pada 1999 dibanding tahun sebelumnya, menjadi 13 juta atau
dua persen dari seluruh penduduk Eropa. Sebanyak 3,2 juta di Jerman, dua
juta di Inggris, 4-5 juta di Prancis, dan sisanya tersebar di negara
Eropa lainnya, terutama kawasan Balkan.

Dan tak dapat disangkal, lebih banyak wanita yang masuk Islam ketimbang
pria. Pandangan selama ini, wanita Eropa masuk Islam karena menikah
dengan lelaki Muslim. ''Kenyataan wanita lebih banyak masuk Islam tak
terbantahkan lagi,'' kata Haifa Jawad, dosen di Universitas Birmingham,
Inggris. Fallot sendiri hanya tertawa ketika teman-temannya mengatakan,
ia masuk Islam karena kekasihnya orang Islam. ''Mereka tidak percaya
kalau saya melakukannya atas kehendak sendiri,'' terang Fallot.

Ia merasakan sangat dekat dengan Tuhan setelah masuk Islam. Islam itu
sederhana, lebih teliti, dan mudah karena semua ajarannya telah
dijelaskan secara eksplisit. Di Islam, ia menemukan suatu pola pikir
hidup, aturan yang dapat diikutinya.

Alasan itu menjadi dasar bagi banyak wanita yang pindah ke Islam.
''Banyak dari wanita itu mengeluhkan atas rusaknya moral masyarakat
Barat,'' kata Jawad. ''Mereka merasa memiliki atas apa yang ditawarkan
Islam.'' Mereka juga tertarik atas pola hubungan antara pria dan wanita.
''Ada lebih banyak ruang untuk keluarga dan peran ibu dalam Islam. Dan
ternyata wanita tidak menjadi objek seks belaka,'' kata Karin van
Nieuwkerk yang mempelajari perilaku masuk Islamnya wanita Belanda.

  [image]  [image] Sarah Joseph, pendiri majalah gaya hidup Emel,
mengatakan hal senada. Ia juga menolak anggapan wanita yang masuk Islam
karena tidak ingin terpengaruh gerakan feminis Barat, tak sepenuhnya
benar. Prof Stefano Allievi, pengajar di Universitas Padua, Italia,
mengatakan, keputusan mereka masuk Islam mempunyai arti politik. ''Islam
menawarkan spiritualitas politik, ide tentang misi suci,'' katanya.

Setelah memutuskan masuk Islam, mereka melaksanakan ajarannya secara
bertahap. Semisal Fallot, ia merasa belum siap langsung mengenakan
jilbab. Ia mengenakan pakaian yang lebih panjang dan longgar di awal
keislamannya. Para mualaf ini, lebih taat dari yang terlahir dalam
keadaan Islam.

Di awal keislaman seorang mualaf, menjadi momentum yang sangat sensitif.
''Mereka sangat ingin dan siap melaksanakan semua yang diajarkan,'' kata
Batool al-Toma, pelaksana program 'Muslim Baru' di Islamic Foundation
Leicester, Inggris.

''Mereka ingin membuktikan sesuatu atas keyakinannya itu dengan sebuah
pengorbanan,'' tambah Ranstorp yang bisa jadi pengorbanan itu dalam
bentuk aktivitas di luar kewajaran. Ia mencontohkan Degauque yang
sebelumnya adalah pengguna narkoba, telah menjadi korban dari orang yang
memanfaatkan semangat pembuktian dirinya itu.
Shalom,Tawangalun.
   Tell A Friend
<http://swaramuslim.com/islam/tellafriend.php?id=5148_0_4_0_C>  |  P
<http://swaramuslim.com/islam/printerfriendly.php?id=5148_0_4_0_C> 

Kirim email ke