Rebutan Dana Dibelakang Pembunuhan Mahmoud al-Mabhouh
                                                 
Dubai minta bantuan Internasional untuk menangkap ke 11 orang yang diduga 
sebagai pelaku pembunuhan terhadap Mahmoud al-Mabhouh yang adalah anggauta 
operasi teror group Hamas.

Sampai detik ini belum ada satupun negara yang memberi jawaban untuk memberikan 
bantuannya atas permintaan pemerintahan Dubai ini.

Sangat kontradiksi atas permmohonan pemerintah Dubai ini, yang jelas pemerintah 
Dubai sendiri adalah boneka Inggris.  Bertolak belakang sekali dengan kenyataan 
bahwa group Hamas ini bukan anggauta perserikatan bangsa-bangsa (UN).  Bahkan 
oleh UN, group Hamas ini masuk dalam blacklist sebagai group teroris 
Internasional yang harus dimusnahkan.

http://www.jpost.com/Israel/Article.aspx?id=168902

Jelasnya, tidak mungkin ada negara didunia yang bersedia memberikan bantuannya 
untuk menangkap para pembunuh Mahmoud al-Mabhouh ini.

Pemerintah Dubai sendiripun kemungkinan besar cuma basa basi saja dalam meminta 
bantuan ini, karena kemungkinannya pemerintah Dubai ini telah menerima ancaman 
dari Hamas yang bertekad untuk menangkap para pelakunya ini.  Apabila 
pemerintah Dubai mengabaikan ancaman Hamas, bukan tidak mungkin Hamas akan 
menyerang Dubai dengan mengirimkan anggauta teroris-nya ke Dubai.

Dua orang Palestina yang diduga terlibat dalam pembunuhan ini berhasil 
ditangkap di Jordania untuk kemudian diserahkan ke polisi Dubai untuk 
pemeriksaan selanjutnya.  Satu dari tahanan ini adalah anggauta Pejuang group 
Al-Fatah.  Atas kenyataan inilah Hamas menuduh bahwa Mossad berada dibelakang 
pembunuhan ini dengan memperalat Al-Fatah, tetapi dilain pihak, group PLO 
mengeluarkan pernyataan resminya bahwa kedua orang itu adalah deserter yang 
telah menyebrang kepihak Hamas.

http://en.wikipedia.org/wiki/Mahmoud_al-Mabhouh

Tuduhan Hamas bahwa Mossad berada dibelakang para pelaku ini bisa dijamin 100% 
tidak benar dan tidak mungkin.  Cara2 pembunuhan ini sama sekali bukan ciri2 
Mossad.  Mabhouh disiksa dulu sebelum dibunuh mati, terlalu buang2 waktu dan 
tidak pernah Mossad bertindak seperti ini.  Kesebelas pelakunya sengaja 
memperlihatkan dirinya agar direkam oleh video hotel sehingga masing2 bisa 
jelas tampak wajahnya.  Semua pelakunya ternyata memakai paspor palsu dari 
beberapa negara Eropah antara lain Inggris, Irlandia, Perancis, dan Jerman.  
Tidak satupun dari negara2 itu yang pernah mengeluarkan pasport dengan nama2 
para pelaku itu.  Kesemua cara2 ini sama sekali bukan cara2 Mossad yang selalu 
effisien dan tidak pernah mengeroyok seseorang yang mau dibunuhnya.  Apalagi, 
Mabhouh itu bukan target penting bagi Israel, dia sudah berulang kali ditangkap 
pemerintah Israel dalam kasus2 teror sebelumnya.

Seorang perwakilan Hamas di Libanon menyatakan, bahwa kemungkinan besar 
pejabat2 tinggi Hamas sendiri yang memerintahkan pembunuhan sadis ini.  Sebelum 
pembunuhan terjadi, Mabhouh melakukan kunjungan ke konsulat Iran, kemudian juga 
melakukan pertemuan dengan teman2nya disuatu tempat diluar hotel tempat dia 
dibunuh.

Mabhouh sendiri sudah ber-tahun2 lamanya keluar dari Gaza mengungsi ke Syria 
bersama keluarganya.  Kemungkinan dia memang sedang diburu oleh agen2 Hamas 
karena membawa lari puluhan juta dollar dana bantuan Iran yang dipercayakan 
kepadanya.  Dana bantuan Iran ini tidak mungkin ditransfer melalui bank, 
satu2nya jalan adalah dijinjing dalam tas yang disampaikannya melalui konsulat 
Iran dari sebuah negara netral seperti Dubai ini.

Sangat tidak mungkin agen rahasia Israel bisa mengendus uang yang dijinjing 
didalam tas ini, apalagi Mabhouh sendiri menggunakan paspor yang bukan namanya 
sendiri.  Sedangkan jejak Mabhouh berhasil bocor setelah kunjungannya ke 
konsulat Iran di Dubai, dari sinilah kelihatannya dia diikuti oleh para 
pembunuhnya yang kemudian juga masuk ke hotel tempat tinggal Mabhouh ini dengan 
menggunakan paspor palsu dari berbagai negara2 Eropah yang kenyataannya tidak 
pernah digunakan untuk pemesanan tiket pesawat terbang.

Untuk tujuan apa Mabhouh disiksa dulu sebelum dibunuh???  Tidak lain tentunya 
penyiksaan ini bertujuan agar Mabhouh menunjukkan dimana uangnya itu 
disembunyikannya.  Barulah Mabhouh dibunuh setelah dia dipaksa menunjukkan 
dimana tas itu disembunyikannya.

Dari semua surat2 yang ditemukan dikamar hotel Mabhouh tidak ada tanda2 atau 
bukti2 bahwa Mabhouh ini berniat kembali ke Gaza, justru sebaliknya, tiket 
baliknya adalah kembali ke Syria bukan ke Gaza, bahkan Mabhouh masih sempat 
menelepon isterinya sebelum dia dibunuh.

Dulu sewaktu masih aktif di Gaza, Mabhouh ini sudah terkenal sebagai kunci 
penting pengumpul dana bantuan untuk Hamas.  Jadi tidak syak lagi, Mabhouh 
melarikan diri ke Syria, dia ganti nama, dan mencuri semua dana bantuan untuk 
Hamas yang berhasil didapatkannya dengan membohongi para pemberinya se-olah2 
dia masih sebagai perantara penyampaian bantuan tsb.

Wajar, dengan terjadinya blokade Israel yang begitu ketatnya, maka semua 
infrastruktur Hamas lumpuh sama sekali sehingga menyebabkan masing2 pemimpinnya 
mengambil kesempatan untuk memperkaya diri sendiri dan lari menyelamatkan diri 
keluar dari Gaza untuk tinggal dinegara lainnya.

Jadi tidak mungkin Mabhouh menyimpan dananya dengan namanya, dia pasti 
mengganti pakai nama palsu untuk menyimpan uangnya dibank.  Kemungkinan besar, 
Mabhouh sudah berhasil menyimpan uangnya disebuah bank di Dubai, namun dia 
tertangkap oleh para pembunuhnya, disiksa untuk memaksa memberi tahu cara2 
menarik simpanannya dari Bank di Dubai sebelum dia dibunuh.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke