Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan di Belanda, ternyata lebih dari
60% merasa dirinya tidak berdosa, 25% ragu2, jadi hanya 15% saja yang merasa
dirinya berdosa. Bahkan hanya 10% saja dari responden yang bisa menyebutkan
dengan benar kesepuluh hukum Allah. Jadi bisa disimpulkan bahwa kata DOSA
itu sudah kadaluarsa alias sudah tidak perlu diomongin lagi, mungkin dirumah
ibadah saja orang yang masih mau memikirkan masalah dosa. Yang berdosa itu
hanya orang lain tapi bukan diri sendiri. Sedangkan orang yang merasa
dirinya berdosa adalah orang yang sakit jiwa alias rada gelo githu.

Orang jaman dahulu merasa ngeri bahkan takut berbuat dosa, tetapi pada jaman
sekarang ini bahkan kebalikannya jadi ketagihan dan ngebet sekali ingin
berbuat dosa misalnya dalam soal perselingkuhan. Masalahnya selama ini tidak
ketahuan, selama itu pula tidak berdosa misalnya Tiger Woods, ia baru merasa
berdosa bahkan mengaku bersalah setelah ketahuan, bahwa ia berselingkuh.
Padahal kalau direnungkan bagaimana kurang cantik istrinya Tiger Woods,
tetapi kenyataannya masih tetap saja ingin jajan. Mungkin ada benarnya juga
ungkapan: “Coba makan tu jangan hanya sama ikan asin terus-menerus kali-kali
coba makan dengan ikan tongkol”.

Tidak bisa dipungkiri bahwa jutaan ibu rumah tangga ketagihan nonton orang
berbuat dosa baca sinetron, semakin besar dosa yang dilakukan semakin seru
pula jalan ceritanya. Maka dari itulah film yg menarik untuk ditonton adalah
film mempunyai unsur SMS (Sadis, Mistik dan Sex). Kenapa kasus Antasari
begitu menarik perhatian publik, karena ada masalah perselingkuhannya. Bagi
mereka yang belum pernah berselingkuh, apa salahnya coba icip-icip toh buku
panduannya sudah ada silahkan klik: http://selingkuh.blogspot.com/

Tidak bisa dipungkiri berbuat dosa itu menyenangkan, nikmat dan enak. Dosa
itu seperti juga makanan, kita tahu bahwa makanan yang tidak sehat itu pada
umumnya adalah makanan yang enak-enak. Bahkan Shakespeare sendiri pernah
pernah bilang waktu terindah yang pernah kita rasakan adalah disaat kita
melakukan dosa! Kalau berbuat dosa itu tidak enak, kenapa begitu banyak
orang terjerumus dalam dosa. Menurut pendapat seorang psikolog: ”Setiap
orang berpotensi untuk selingkuh?” Kagak percaya lihat saja berapa banyak
orang berselingkuh dilingkungan Anda, atau baca tuh koran setiap hari pasti
ada berita perselingkuhan.

Orang boleh melantunkan lagu ”Cobalah untuk setia” ataupun khotbah bahwa
selingkuh itu haram dan dosa, tetapi pada umumnya antara teori dan praktek
itu beda seperti juga bumi dan langit. Tanyalah sendiri berapa banyak sudah
para pembimbing agama yang berselingkuh ataupun melakukan pelecehan seksuel,
hal ini sudah merupakan santapan berita harian. Doesn't everybody do it?
Jadi enggak ada yang aneh githu!

Ketika pertama kali Adam jatuh dalam dosa ia merasa malu, sehingga ia
berusaha untuk menyembunyikan diri. Beda dengan manusia jaman sekarang,
dimana setiap orang bahkan merasa bangga bisa berbuat dosa dimana mereka
pamer di BLOG, Facebook atau jejaring sosial lainnya. Mulai dari anak ABG
sampai pejabat tinggi seperti misalnya Bupati yg mentayangkan adegan film
maupun foto esek2nya. Acara-acara televisi pun seakan berlomba-lomba
‘mengajarkan’ penontonnya untuk ikut mencobanya. Bahkan anak-anak remaja
sudah dianjurkan untuk berselingkuh misalnya di MTV dalam X Factor ataupun
reality show Big Brother. Atau situs video Youporn yang di klik lebih dari
35 juta kali.

Sebutkanlah satu saja tindakan yang masih bisa dibilang atau dikategorikan
sebagi dosa pada jaman sekarang ini. Yang masih bisa disebut dosa itu; kalau
anda melanggar aturan lalu-lintas, sebab ini bisa ditilang. Selain dari itu
tidak ada lagi hal yang bisa disebut sebagai dosa. Maka dari itu tidaklah
heran kalau harga properti di Neraka jadi anjlok turun drastis, karena
hingga kapanpun juga tidak akan penghuninya.

Memang penjara itu penuh napi, tapi lebih dari dua pertiga diisi oleh para
dealer atau yang nge-drugs dan ini tidak termasuk dalam dosa atau dasatitah,
sedangkan para koruptor yang ditahan disana juga bukanlah orang yang berdosa
melainkan hanya korban politik atau orang yang iri sama mereka saja.

Cobalah jawab dengan jujur apakah Anda merasa sebagai orang berdosa?

Mang Ucup
Email: mang.ucup<at>gmail.com
Homepage: www.mangucup.org

Kirim email ke