> "Tawangalun" <tawanga...@...> wrote: > Larangan kawin bagi Pastur itu soale > dianggap sex itu elek.Buktinya yg > dipilih sebagai sang panebus adalah > orang yg bukan hasil hubungan sex, > kan Yesus lahir dari perawan.
Masalah kepercayaan agama Katolik saya menghormatinya, tidak ada urusan dengan masalah agamanya karena itu adalah wilayah kepercayaan mereka yang tidak boleh diganggu dan disalahkan malah harus dilindungi. Pendirian saya ini sama dan konsistent juga terhadap Islam, mau percaya apapun harus dihormati, dilindungi dan tidak boleh dicampuri. Namun kalo terjadi pelecehan sexual, atau terjadi teror jihad... nah hal begini bukan lagi urusan internal, semua orang berhak mencampurinya, berhak mengkritiknya, bahkan berhak menindak lanjutinya. Itulah semua yang terjadi hingga banyak pastor2 yang dipenjarakan bukan karena agamanya karena pelanggaran criminalnya, demikian juga terjadi pembentukan kubu "war on terror" dan banyak teroris jihad Islam tertangkap, dipenjara, dan juga banyak yang mati konyol mati terbunuh karena melawan secara sia2. Celibacy bukan monopoli gereja catholic, tetapi juga dilakukan dalam agama Buddha yang berlaku kepada pendeta2nya. Tapi kenapa agama Buddha bisa mengaturnya lebih baik dari Gereja Vatican ??? Jawabnya jelas, karena aturan Buddha secara internal tidak menyebabkan pendeta2 Buddha itu secara financial tergantung kepada pusatnya. Setiap kuil buddha bisa berdiri sendiri tanpa sentral2an seperti Gereja Catolic. Jadi gampang menanganinya, kalo ada pendetanya yang melanggar dan perlu dipecat bisa dipecat atau tetap bekerja sebagai pendeta Buddha menikah dengan anak isterinya diberi jaminan. Jadi pendeta buddha itu enggak semuanya celibacy tapi ada yang menikah dan punya anak2. Kelihatannya urusan celibacy hanya piliha dari masing2 pendeta Buddha ybs saja. Naaah.... kalo agama Buddha bisa mengatur dengan baik, kenapa Vatican enggak mau belajar dari agama Buddha ??? Yaaa.... Apapun keputusan Paus di Vatican, yang jelas beliau mengakui bahwa Gereja Catholic sedang diterpa badai yang hebat yang betul2 menggoyahkan maupun memusingkan paus itu sendiri. Ny. Muslim binti Muskitawati.
