Gereja Katolik Adalah Sisa2 Tyrani Dunia !!!
                                          
Sudah waktunya gereja Katolik dibubarkan karena gereja ini sangat korup, dana 
umatnya digunakan tidak secara demokratis, tidak terbuka, padahal organisasi 
didunia ini yang berhasil mengumpulkan dana terbesar sekarang ini adalah gereja 
Katolik.  Tapi gereja Katolik ini bukan membantu atau membagi kesejahteraan ini 
kepada umatnya, melainkan umat yang sangat fanatis ini hanyalah dijadikan sapi 
perahan.  Masalah ini sudah banyak diperdebatkan dikalangan pastor2 itu 
sendiri.  Usul2 dari esselon bawah tidak pernah mendapatkan pertimbangan, 
keputusan2 yang tyranical selalu menjadi tradisi gereja.

Sudah lebih dari 200 tahun, para pendeta, kardinal atau pastor2 mengusulkan 
agar Vatican memberi kebebasan para pastor untuk menikah, tetapi selalu diveto. 
 Persoalannya sangat sederhana, menikah itu bukan larangan dalam ajaran 
Katolik, namun kalo ada pastor2nya yang menikah pasti dipecat.

System kerja gereja katolik adalah merekrut perjaka2 untuk mengikuti pendidikan 
pastor yang lamanya sekitar 12 tahun, itu bukan waktu yang sedikit, setelah 
lulus pasti bekerja kepada gereja Katolik menjadi pendeta dengan gaji sangat 
kecil, asal cukum makan minumnya saja.  Tapi karena para pastor itu dibungkus 
atribut2 gereja maka penampilan luarnya tampak terhormat, bahkan banyak yang 
berpikir para pastor ini kaya2.  Memang ada beberapa pastor yang kaya, tapi 
bukan dari gajinya sebagai pastor, biasanya dari pemberian2 umat yang 
dirahasiakan, karena kalo ketahuan pusat gereja Katolik malah dipecat.

Jadi pastor2 gereja katolik itu betul2 budak2 pengangguran yang takut dipecat 
dengan penampilan luar yang terhormat.

Banyak pastor diam2 beristeri tanpa kawin resmi, punya anak2pun semuanya 
dirahasiakan, bukan karena malu, bukan juga karena dilarang, tapi akan dipecat 
dari pekerjaannya yang tidak mungkin bisa cari kerja lainnya diluar karena 
memang latar pendidikannya cuma kotbah2 katolik.

Cukup banyak pastor2 muda yang sukses mendapatkan dukungan umatnya yang mungkin 
pengusaha akhirnya meminta resmi mengundurkan dirinya dari gereja katolik.  
Proses pengunduran dirinya juga ber-belit2, biasanya ditolak, di-tahan2, dan 
kalo berhasil keluarpun masih diminta bantuan ini itu tanpa diberi gaji.

Bayangin kalo didunia ini ada 10 juta pastor saja, dan setiap pastornya 
merekrut 1000 umat, maka jumlah umatnya jadi 10 milyard, dan kalo setiap umat 
menyumbang sebulan cukup $1 maka setiap bulan gereja katolik mengumpulkan $10 
milyard cuma modal dengkul aja.  Untuk gaji pastor2 cukup biaya makan saya, 
pakaian seragam mereka bisa gratis dipesan langsung dari pusatnya.

Akibat dana yang luar biasa ini, gereja katolik menjadi kekuatan politik 
raksasa didunia ini.

Ada kasus di Amerika: 
satu keluarga katolik dari level ekonomi cuma cukupan mempunyai satu gadis 
berumur 15 tahun, gadis ini diam2 sering diciumi pastornya, tapi gadis ini 
senang2 aja.

Tiba2 gereja2 katolik dihebohkan adanya pastor yang tertangkap basah waktu 
menciumi gadis2 ataupun ciumi anak laki2, tidak terbukti terjadi pemerkosaan 
apalagi hubungan sex, tapi hal ini saja sudah melanggar.  Kalo ada dua sejoli 
yang ciuman didepan umum tentu tidak akan ditangkap, ditanyain juga enggak, 
begituan sangat bebas disini, tapi kalo yang berbuat begini itu pastor, biarpun 
mau sama mau tetap ditangkap polisi, dipenjara dan dipengadilan didenda jutaan 
dollar.

Setelah si pastor berhasil ditangkap dan diadili, diputuskan bahwa keluarga si 
anak laki2 atau si gadis akan mendapatkan ganti rugi setiap keluarga dua juta 
dollar.  Berita ini tersebar diseluruh Amerika.

Akibat kejadian ini, semua keluarga yang cuma level ekonominya cukupan akan 
cari2 bukti apakah anaknya pernah dicium, bahkan ada keluarga yang anaknya 
dihamili dan punya anak.  Dengan ada kejadian ganti rugi 2 juta dollar ini, si 
orang tua rame2 juga ngadu memperkarakan pastor2 ini, akibatnya Vatikan harus 
mengelurkan puluhan milyard dollar hanya untuk membayar ganti rugi atas 
perbuatan pastor2nya.

Ingat, kalo anda melakukan skandal sex dengan pasangan yang cukup umur, tidak 
ada yang bisa cari gara2 menuntut anda.  Tapi perbuatan yang sama kalo 
dilakukan oleh pejabat, politikus, public figure, atau pendeta2, maka pasti 
mereka ini dikalahkan dipengadilan dan harus mengeluarkan duit ber-juta2 dollar 
untuk ganti rugi.  Ini juga terjadi pada bekas presiden Clinton.  Tentu hal ini 
tidak bisa disalahkan, memang public figure tidak boleh perbuatannya tercela 
meskipun dianggap tidak bersalah karena urusan pribadi.  Public figur itu, 
pribadinyapun harus sempurna enggak ada excuse.

Demikianlah, ada lagi keluarga level ekonomi cukupan juga, si anak gadisnya 
sudah berumur 20 tahunan, saling mencinta dengan pastor itu, hamil dan punya 
anak, si pastor tidak punya uang, tapi si wanita ini bekerja.  Si pastor janji 
kalo nanti sudah pensiun dia akan nikahi gadis tsb.  Semuanya berjalan normal, 
hanya urusan ini dirahasiakan agar jangan dipecat oleh Vatican.  Mendadak issue 
masalah pastor terlibat skandal sex menjadi populer.  Ayah si gadis yang 
kebetulan lagi pengangguran karena ekonomi reses, mendadak mendapatkan ide, 
urusan anaknya hamil dan punya cucu dua sekarang ini bisa mendapatkan duit 
lebih dari 5 juta dollar, sang ayah berkonsultasi dengan lawyernya, dan sang 
Lawyer seperti ketiban rejek, langsung sang Lawyer mengambil alih kasus ini, si 
gadis yang sudah jadi ibu anak dua ini tidak tahu menahu kalo ayahnya kerja 
sama dengan Lawyer lagi bikin rencana project uang 5 juta dollar.

Akhirnya masalah ini diperkarakan, si wanita dengan dua anak ini tidak bisa 
melindungi suaminya yang jadi pastor, mau diakui suami juga enggak bisa karena 
ada larangan pastor itu menikah.  Karena di Amerika ini gampang, kalo anda 
mengakui orang itu suami anda atau isteri anda, tanpa surat nikah juga 
pengadilan akan menerimanya.  Tapi dalam kasus ini, si wanita mendadak aja 
dipanggil pengadilan, si Lawyer itu sudah menyiapkan rencana yang rapih, si 
wanita ini dijadikan korban, sebagai saksi, dan pertanyaan2 di pengadilan juga 
enggak susah dijawab, cukup ditanya, punya anak berapa, siapa bapaknya, dan 
selesailah sudah.  Si pastor langsung dipenjara dan kalo Vatican minta 
dilepaskan harus bayar 10 juta untuk kasus ini karena menghamili gadis dengan 
dua anak.

Begitulah, banyak pastor2 yang merasa enggak salah, karena korbannya memang 
mencintai sang pastor, tapi bukan begitu lah ceritanya, aturan tetap aturan, 
kalo enggak boleh kawin tahu2 punya anak pasti salah lah dimata hukum.  Padahal 
kalo dibandingkan orang biasa, mana pernah ada yang dihukum kalo ada kejadian 
seperti itu.  Tapi ini khan bukan masalah orang biasa yang jadi pelakunya, tapi 
pastor.

Demikianlah, urusan pastor berkonspirasi sex diseluruh Amerika makin panas, 
di-mana2 pastor dituntut, bahkan yang tidak ada terlibat sex juga di-cari2, 
dijebak, meskipun sang pastor sanggup membuktikan dengan saksi2 ataupun 
pengakuan korban bahwa dia tetap bersalah, tetap aja keputusan pengadilan itu 
salah.....  begitulah, enggak gampang jadi pastor, harus hati2, jadi dengan 
gaji sekecil itu, makin banyak uang Vatican terkuras.  Besarnya uang denda 
ganti rugi inipun tergantung kesalahannya, kalo skandal ini dilakukan terhadap 
anak2 dibawah umur, maka dendanya bisa lebih dari $10 juta.  Pokoknya, orang 
tua dan korban tak perlu banyak omong dipengadilan, semua diurus lawyer yang 
tidak perlu anda bayar cukup bagi hasil aja.  Jadi bisa dibayangin enggak lama 
lagi bisa bangkrut tuh Vatican.  Sayangnya masalah seperti ini cuma berlaku di 
Amerika, kalo di Indonsia menghamili perempuan tanpa dinikah sih yang salah itu 
wanitanya kenapa mau.

Oleh karena itu, dimanapun pastor itu berkumpul, tak ada yang berani buka mulut 
kalo mereka ada yang dijebak, karena kalo udah salah mau cari2 benar juga tetap 
disalahkan, karena mereka memang termasuk public figur yang harusnya sempurna.

Dana Vatican memang luar biasa, bahkan kabarnya penyelidikan angkasa luar oleh 
Nasa, katanya dibiayai Vatican, gereja ini meminta agar kalo ada penemuan2 yang 
spektakuler agar mereka juga mendapatkan laprorannya dari tangan pertama untuk 
dijadikan propaganda dakwah2 mereka.

Itulah sebabnya, banyak pastor2 juga mengusulkan agar pastor dibolehkan nikah 
sehingga mereka akan secara resmi bisa memelihara isteri dan keturunannya.  
Bagi Vatican masalahnya kalo para pastor itu menikah, mereka bukan terbentur 
urusan agamanya, melainkan urusan finansialnya, karena selama ini tidak ada 
tunjangan isteri anak untuk para pastor.  Vatican bisa bangkrut kalo harus 
menyediakan tunjangan isteri dan anak beserta uang pensiun bagi mereka yang 
sudah tidak bekerja.

Jumlah Lawyer di Amerika ini luar biasa banyaknya, mereka bersaing, cari duit 
enggak gampang, client biasanya digratisin dulu dengan istilah pro-bono, tapi 
untuk lawyer2 yang top, enggak ada tuh pro-bono.  Apalagi situasi lagi krisis 
ekonomi, dengan adanya kasus pastor ini, gencarlah semua pastor diselidiki, tak 
perlu ada buktinya, cukup ada foto lagi peluk tanpa cium sekalipun sudah bisa 
sedikitnya ngantongin $500 ribu.  Dan enggak perlu harus perempuan yang 
dipeluk, anak laki2 juga sama.

Paus di Vatican gencar mengumpulkan sumbangan umatnya, Lawyer2 Amerika rajin 
mengurasnya.

Jadi saya jadi ingat urusan naik haji dalam agama Islam, raja Arab rajin 
mengumpulkan dana haji dari seluruh dunia, dan uang nya disetor ke Amerika 
biasanya untuk maintenance ber-macam2 peralatan senjata, untuk air minum, untuk 
obat2an, dan untuk segalanya.

Jadi cukup dari Arab dan Vatican aja, semua orang Amerika boleh jadi 
pengangguran, enaaaak enggak tuh jadi orang Amerika????

Pengadilan Amerika selalu berpihak kepada yang lemah, biasanya yang lemah itu 
tidak sanggup membayar ongkos penyidik untuk mencari barang bukti, demikianlah 
apa bila barang buktinya kurang2 kuat biasanya tetap menang karena wanita dan 
anak2 disebut minoritas yang selalu harus dibela.  Cuma kalo barang buktinya 
kurang kuat, maka jumlah yang didapatkan agak kecil.  Apa yang terjadi di 
Amerika ini bisa dianggap sebagai bagian dari pemerataan ekonomi juga.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke