Biarpun Perenang, Masuk Ke Istana Dilarang Pakai Baju Renang !!!
                                             
Biarpun anda itu jago karate, kalo diundang ke Istana harus pakai baju resmi 
bukan masuk ke Istana dengan mengenakan baju karate.

Ajaran begini enggak ada ayatnya dalam Quran dan Hadistnya, karena itu Quran 
dan Hadistnya bukan ajaran yang lengkap dan harus ditammbah dengan ajaran etika 
moral secara umum.

Bahkan seorang jendral sekalipun harus buka topinya atau penutup kepalanya 
sewaktu masuk dan duduk dalam persidangan di markas besarnya.

Membuka penutup kepala merupakan tata cara sopan santun etika Internasilan 
didalam ruangan apalagi ada orang yang lebih tinggi pangkatnya dari kita.  
Kecuali musuh atau tahanan yang masuk keruangan dibawa oleh sipir penjara, maka 
tahanan musuh ini harus pakai baju penjara dan tutup kepala tahanan.

> Al Faqir Ilmi <alfaqiri...@...> wrote:
> (KompasianaBaru-Jakarta) Istana
> kepresidenan bertingkah lagi,
> kali ini mereka mengharuskan wartawan
> wanita salah seorang reporter AntaraTV
> untuk melepaskan jilbabnya saat
> wawancara dengan Ibu Presiden Ani
> Yudhoyono. Jilbab merupakan salah satu
> penutup kepala untuk seorang wanita
> muslim, aneh kalangan protokoler
> berbuat begitu, kita perhatikan
> biasanya kalangan wanita yang bertugas
> di Istana mereka mengenakan
> jilbab mereka, apakah karena ini
> wawancara dengan Ibu Ani jadi harus
> dibuka jilbabnya?
> 

Setiap tempat ada aturannya. Sebagai olaharagawan renang misalnya, tentu tidak 
boleh masuk ke Istana hanya dengan pakaian renang meskipun dia adalah perenang.

Demikianlah, kalo aturannya tidak boleh pakai jilbab, harus dibuka jilbabnya 
meskipun dia seorang muslim.

Adalah etika moral Internasional dimana kita harus buka topi atau tutup kepala 
dikala menghadap atasan atau masuk kerumah orang.

Ajaran dan aturan Islam hanya boleh dipaksakan di Mesjid, tidak bisa dipaksakan 
di Gereja, di kuil, di Kelenteng, apalagi di Istana.

Yang salah itu bukanlah aturan di Istana-nya, melainkan aturan2 Islam itu 
sendiri yang salah sehingga membedakan antara laki2 dan wanita.  Professi tidak 
membedakan gender, INGAT ini ya!!!

Ny. Muslimm binti Muskitawati.






Kirim email ke