Digital LifeStyle@ NetCafe / Warnet/WiFiPosted by: "endang tr" 
endang_tr2...@yahoo.com 
Thu May 6, 2010 7:35 am (PDT) 


Pak Ardi,

Apa kabar?
Bicara2 tentang lelang harta karun, saya ingin bertanya?
Apa sih beda benda purbakala, benda antik, benda purbakala dengan nilai 
historis, benda purbakala dengan nilai seni?


Facebook: Radityo Djadjoeri
YM: radityo_dj
Twitter: @mediacare

From: Ardi Sutedja K. <asuted...@yahoo.com>
To: apwkomi...@yahoogroups.com
Sent: Thu, May 6, 2010 8:33:22 AM
Subject: RE: [APWarnet] Bila lelang harta karun tak laku ...why?

  
He.he kan saya sudah bilang, lihat deh pasti jualannya nanti di keteng dan 
tidak transparan! Padahal peminat di dalam negeri pun cukup besar dan kenapa 
harus dijual? Sudah saatnya ada orang waras yang berpikir untuk melestarikkan 
warisan2 ini untuk anak2 cucu kita, bukannya nanti disuruh rame2 pergi keluar 
negeri melihat koleksi warisan budaya yang justru berasal dari negeri sendiri!
 
Kenapa sih nggak ada yang mau mikir dan modalin tanah dan mem-Bangun museum2 
lagi, kan museum tidak harus pemerintah yang membangun, swasta pun juga boleh 
dan bisa.
 
Salam,
Ardi
 
From:apwkomi...@yahoogro ups.com [mailto:APWKomitel@ yahoogroups. com] On 
Behalf Of rrusd...@yahoo. com
Sent: Thursday, May 06, 2010 08:22
To: apwkomi...@yahoogro ups.com
Cc: Hukum-Online@ yahoogroups. com
Subject: [APWarnet] Bila lelang harta karun tak laku ...why?
 
  
aneh... biasanya lelang laku... ini ada apa ?
wait and see ?.... wait for what kah :-)
budaya 1000 tahun... Indonesia - Cina... di bumi Nusantara... ?
jadi gimana nasibnya...?
dari: http://lipsus. kompas.com/ topikpilihan/ read/2010/ 05/04/18253943/ 
Tak.Ada.Peserta. .Lelang.Mungkin. Diulang
===
Lelang Muatan Kapal
Bila Lelang Harta Karun Tak Laku...
Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liauw
Rabu, 5 Mei 2010 | 09:31 WIB
Error! Filename not specified.
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO 
Benda muatan kapal tenggelam (bmkt) dari bangkai kapal di perairan Cirebon 
tertata rapi untuk dapat dilihat calon peserta lelang di sebuah gudang 
penyimpanan di Jakarta, Selasa (4/5/2010). Benda arkeologi yang berjumlah 
271.384 buah tersebut terdiri dari keramik, gelas, dan perhiasan diperkirakan 
bernilai US 80 juta. Benda ini akan dilelang pada Rabu 5 Mei mendatang. 
TERKAIT:
* Sepi Peminat, Lelang Tetap Digelar
* Hari Ini 271.000 Artefak Dilelang
* Panitia Lelang Minta Dispensasi 
* Tak Ada Peserta, Lelang Mungkin Diulang
* Artefak Kapal Tenggelam Dijual Borongan
JAKARTA, KOMPAS.com- Sekretaris Jenderal Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan 
Benda Berharga asal Muatan Kapal Tenggelam Sudirman Saad mengatakan, pihaknya 
telah menyiapkan tiga opsi bila lelang harta karun berusia 1.000 tahun yang 
diangkat dari perairan utara Cirebon pada 2004-2005 gagal dilakukan.
Opsi ini diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 49 Tahun 1985 tentang Izin 
Survei dan Pengangkatan Barang-barang Muatan Kapal tenggelam. "Opsi pertama, 
kami akan kembali mengadakan lelang," ujar Sudirman ketika dihubungi 
Kompas.com, Rabu (5/5/2010) pagi.
Jika pada lelang kedua dan ketiga belum ada peminat yang memenuhi syarat, 
seperti menyetor uang jaminan penawaran lelang sebesar 20 persen dari perkiraan 
harga limit lelang atau senilai Rp 147 miliar dari taksiran nilai lelang 
sebesar Rp 736 miliar,  pihaknya dapat menyerahkan lelang ke badan lelang 
nasional atau internasional.
Selain opsi di atas, ada pula opsi ketiga, yaitu meminta bantuan lembaga 
internasional, seperti UNESCO, untuk mengumpulkan peminat yang tertarik 
membelinya. "Bisa juga pemerintah melakukan kerja sama G to G atau dengan 
museum-museum negara lain," katanya.
Soal syarat penyertaan uang jaminan penawaran lelang sebesar 20 persen, menurut 
Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta III Etto Sunaryanto, 
dimaksudkan untuk menunjukkan kesungguhan dari peserta lelang.
 
JAKARTA, KOMPAS.com- Panitia Nasional Benda Muatan asal Kapal Tenggelam 
kemungkinan akan melakukan lelang kedua apabila tak ada peminat pada pelelangan 
pertama. Sekitar 271.000 artefak yang diangkat dari perairan Cirebon akan 
dilelang pada Rabu (5/5/2010) pukul 14.00.

Seperti diberitakan, pelelangan yang merupakan pelelangan resmi pertama oleh 
Pemerintah Republik Indonesia ini sepi peminat. Meski telah ada 20 calon 
peminat dari dalam dan luar negeri, hingga berita ini diturunkan belum ada yang 
mendaftar dan menyetorkan jaminan uang sekitar 16 juta dollar AS.

Sekretaris I Panitia Nasional Benda Muatan asal Kapal Tenggelam (BMKT), 
Sudirman Saad, mengatakan, lelang kedua kemungkinan digelar bila tak ada 
peserta. "Tidak ada peminat, maka kami menggelar lelang kedua. Kapan akan 
dilaksanakannya, kami akan mengevaluasi dulu faktor yang membuat lelang pertama 
sepi peminat," kata Said kepada wartawan, Selasa (4/5/2010).

Meski begitu, Said mengatakan, pelelangan pertama tetap akan berlangsung pada 
Rabu (5/5/2010) tanpa peserta sekalipun hingga batas waktu pendaftaran. Maka 
dari itu, lelang itu akan disebut tak ada peminat dan tak ada penjualan. 
---
ref: http://www.micronics.info http://www.java-cafe.net 
http://www.apwkomitel.org http://www.facebook.com/people/Rudi-Rusdiah/651699209

Kirim email ke