NICA Adalah Badan Administratif Dibentuk Sekutu Bukan Belanda
Ingat, pemenang perang dunia kedua itu adalah Amerika bukan Belanda, sehingga
segala aktivitas disemua negara2 jajahan Belanda harus berasal dari persetujuan
Amerika dan Belanda adalah pihak yang kalah tetapi tetap diharapkan
konsultasi2nya untuk membantu hegemoni Amerika.
Bukan cuma Belanda, tapi juga Jepang tidak berbeda posisinya, sebagai negara
yang kalah perang, negara ini menjadi wilayah dibawah kekuasaan Amerika
meskipun secara administratif dipercayakan tetap kepada kaisarnya yang lama
yang bersedia tunduk kepada keputusan2 dari Amerika. Jadi jangan mentang2
pemerintahan Jepang masih semuanya orang2 Kaisar dan pemimpinnya juga masih
kaisar yang sama, lalu diartikan Jepang sudah dimerdekakan oleh Amerika
disamakan kekuasaannya dengan Amerika. Tidak demikianlah halnya.
Sama saja dengan Jepang, Indonesia yang juga bekas jajahan Jepang harus
diserahkan kepada sekutu terlepas apa pun yang ditulis dalam sejarah Indonesia,
tapi yang benar adalah bahwa Indonesia secara otomatis jatuh dan berada dibawah
kekuasaan sekutu.
NICA adalah NETHERLANDS INDIA CIVIL ADMINISTRATION yaitu Administrasi Hindia
Belanda yang adalah murni dibentuk oleh pihak sekutu yang merekrut bekas
pegawai2 Belanda yang berpengalaman dalam mengatur pemerintahan di Indonesia.
Tidak ada satupun kekuatan penjajahan yang masih eksist setelah berakhirnya
perang dunia kedua. Bahkan Inggris yang memiliki jajahan terbanyak didunia ini
memberikan semua konsesi nya kepada pemenang perang dunia kedua ini kepada
Amerika yang kemudian menjadikan sekutunya. Itulah sebabnya, semua negara2
bekas jajahan Inggris akhirnya mendapatkan kemerdekaannya dengan dukungan
Amerika melalui UN. Dalam kaitan ini, Amerika tidak merebutnya dengan
kekerasan senjata dari Inggris, melainkan mengambil alih kekuasaan Inggris
disemua jajahannya secara persuasif baik melalui referendum, bargain dan
kesepakatan2 administratif. Dalam hal inilah sebabnya kerajaan Jogya masih
tetap eksist karena merupakan bagian daripada kesepakatan2 itu yang diterima
Amerika atas inisiatif dari Belanda.
Itulah juga sebabnya, bahwa semua urusan politik yang terkait Indonesia, maka
oleh Amerika selalu diminta konsultasinya dengan pihak Belanda. Jadi dalam hal
ini, ewsemua permintaan ataupun keinginan yang berkait dengqan kepentingan
Indonesia yang diajukan kepada Amerika melalui UN, selalu akan dikonsultasikan
dulu dengan Belanda yang lebih lengkap arsip permasalahannya.
Yang dinamakan sekutu sebenarnya hanya Amerika sendirian, tetapi karena Amerika
merekrut pasukan negara2 lainnya, maka disebutnya sebagai "sekutu" yang bukan
berarti kekuasaan bersama, dan juga bukan berarti dominasi bersama, karena
semua grand designnya memang didominasi cuma oleh Amerika sendiri saja, dan
negara2 sekutunya hanya merupakan partner dalam memberi masukan2 penting untuk
mengambil keputusan.
Demikianlah, setelah Amerika keluar sebagai pemengang tunggal perang dunia
kedua, otomatis semua jajahan negara2 yang kalah jatuh dibawah kekuasaan
Amerika.
Untuk bisa secara fisik menguasai semua negara2 jajahan tsb inilah maka secara
administrative, Amerika merekrut tenaga2 berpengalaman yang pernah bekerja di
negara2 jajahan ybs. Demikianlah, NICA terbentuk atau dibentuk Amerika sebagai
lembaga administrative untuk menangani Indonesia yang pelaku2 nya adalah orang2
Belanda sendiri. Tujuannya adalah melucuti semua senjata tentara Jepang
diIndonesia bekas jajahan Belanda.
Jadi meskipun NICA bagian dari singkatan Nederland Administrative tetapi tetap
pusat kendalinya berada di Amerika.
Jadi kendali negara2 dunia oleh Amerika berlaku dan bertahan hingga sekarang
terutama melalui UN.
> Wal Suparmo <wal.supa...@...> wrote:
> Ratu Belanda lebih dulu mengungsi
> ke Inggris tetapi setelah terjadi
> Battle of Britain lalu mengungsi
> ke Canada, bukan Belgia. Belgia
> malah sudah lebih dulu diduduki
> Jerman. NICA adalah NETHERLANDS
> INDIA CIVIL ADMINISTRATION yaitu
> Administrasi Hindia Belanda dalam
> pengungsian di Australia
Bukan permasalahan yang penting kemana ratu Belanda itu mengungsi, karena
tempatnya harus dirahasiakan, ratu Belanda adalah ratu yang waktu itu terkaya
di Eropah setelah hancurnya kerajaan Inggris. Karena itu agen2 Jerman tetap
mengejarnya kemanapun dia lari. Dia bukan cuma mengungsi kesalah satu negara
di Eropah saja, tapi berulangkali berpindah setelah negara ybs jatuh kebawah
kekuasaan Hitler. Jadi bisa saja issuenya lari ke Inggris kemudian ke Kanada
dan saya pribadi tidak bisa memastikannya. Namun pasti dia pernah mengungsi ke
Belgia karena banyak keluarga dan sanaknya di Belgia, bahkan suaminyapun
berasal dari Belgia, dan negara Belgia juga berbahasa Belanda dari dulu hingga
sekarang.
Memang untuk menguasai dunia secara managerial oleh Amerika si pemenang perang
dunia kedua itu management-nya tidak gampang, karena itulah perlu dibangun
struktur pemerintahan domestik di-masing2 wilayah yang dalam hal ini
menghasilkan ciptaan negara2 baru yang kemudian masuk menjadi anggauta UN
setelah memenuhi persyaratan2.
Dengan management sekarang ini, maka beban dan anggaran dana untuk menguasai
setiap negara didunia ini menjadi lebih ringan bagi Amerika.
Jadi selain sebagai sekutu, juga aliansi Amerika dipilih dari negara2 yang
berpengaruh didunia yang banyak menguasai jajahan2nya. Dan negara2 inilah yang
kemudian didudukkan dalam Dewan Keamanan tetap yang memilik hak veto. Artinya,
meskipun dari luar kita anggap terjadi kontroversi atau pertentangan diantara
mereka, tetapi dominasinya tetap berada pada Amerika yang menguasai seluruh
managerial detail dari badan dunia ini. Kalaupun terjadi ketidak sepakatan,
maka hal itu hanyalah untuk melakukan check and control dalam mengawasi negara2
yang mau mengkhianati tujuan UN ini.
Contoh yang paling gamblang adalah kasus Hamas, meskipun dianggap oleh negara2
Arab dan Islam bahwa Hamas sudah terpilih sebagai mayoritas secara Demokrasi,
ternyata tetap tidak bisa diakui UN karena para pendukung Hamas ini
memplesetkan pemahaman Demokrasi ini dalam makna yang anti-demokrasi itu
sendiri.
Demokrasi adalah hak setiap negara untuk menentukan nasibnya sendiri, dan dalam
hal Hamas sama sekali bukan untuk tujuan menentukan nasibnya sendiri melainkan
untuk menentukan nasib orang Yahudi yang menurutnya wajib ditumpas dari muka
bumi ini.
Demikianlah, tanpa adanya negara2 pemegang hak veto ini, maka Hamas bisa masuk
dan diakui sebagai anggauta UN yang mewakili sebuah negara yang bertujuan
menumpas dan menguasai tanah negara lainnya.
Itulah juga alasannya mengapa Abu Abbas yang cuma kurang dari 10% saja
pengikutnya tetap diakui sebagai wakil resmi negara Palestina karena sebelumnya
Abbas ini pernah mendapatkan dukungan mayoritas rakyat Palestina warisan Yasser
Arafat ini.
Cobalah anda bayangin, sewaktu Indonesia berhasil mendapatkan dan menguasai
wilayah baru di Timor Timur, maka Suharto membutuhkan tenaga2 professional yang
dapat mengatur segalanya diwilayah yang baru ini. Jadi Suharto tidak bisa cuma
menyerahkan segalanya kepada tentara atau ABRI waktu itu, melainkan Suharto
merekrut orang2 Timor Timur sendiri yang bisa bekerja sama setia kepada
Indonesia. Jadi enggak mungkin Suharto merekrut memberi kekuasaan kepada
orang2 Timor Timur yang sejak semula memusuhi Indonesia.
Enggak beda dengan Amerika yang keluar sebagai pemenang perang dunia kedua,
Amerika bukan cuma berhasil menguasai sejengkal tanah seluas Timor Timur tetapi
menguasai seluruh tanah2 bekas jajahan2 dari negara2 Eropah yang dihancurkan
oleh Hitler yang kemudian menjadi aliansinya atau sekutunya. Dalam kaitannya
dengan Indonesia inilah, Amerika menyerahkan kepercayaannya kepada badan baru
yang dibentuknya yang anggauta2nya berasar dari rekrutment bekas serdadu2
Belanda. Westerling hanyalah salah satunya, dan Westerling itu bukan orang
Belanda tetapi keturunan Turki yang dulu pernah disewa Belanda untuk bekerja
dikerajaan Belanda.
Ny. Muslim binti Muskitawati.