Bhineka Tunggal Ika hanya slogan, selama FPI masih dibiarkan berbuat
seenaknya di Indonesia

---------- Forwarded message ----------
From: Hendra <gpm...@gmail.com>
Date: 2010/7/27
Subject: Re: [mediacare] Orang Batak di larang Ibadah di Bekasi
To: mediac...@yahoogroups.com




Di kampung saya di Manado ada mesjid ditengah2 mayoritas Kristen. Dulu
seringkali ada pemuda2 mabuk Cap Tikus yang melempari jika ada suara
azan keluar dari Mesjid2nya krn dianggap terlalu berisik dll, namun
polisi yg beragama Kristen segera bergerak menangkap mereka. Setelah
dinasehati dan dihukum mereka kapok dan tidak lagi melakukannya.
Sampai skrg pun mesjid itu berdampingan dengan damai dgn gereja.
Herannya di Bekasi gak seperti itu ya. Saya merindukan aparat bisa
bertindak tegas kepada orang yang melanggar UUD tanpa takut meskipun
mrk mayoritas. Saya merindukan semua orang bisa saling menghormati krn
menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika. Saya merindukan semua orang
bisa sama2 beribadah dan sama2 membangun rumah ibadah di tanah air
yang sama2 diperjuangkan kemerdekaannya dengan bebas dan tanpa
intimidasi. Merdeka!

Hendra Kasenda

On 7/27/10, Lisman Manurung <lism...@yahoo.com <lismanm%40yahoo.com>> wrote:
> Mungkinkah pemerintah RI telah mulai menerima logika apartheid, bukan
> menurut ras seperti di Afrika Selatan, tetapi menurut agama?
>
> Jika iya, maka ke depan, nasib rezim yang terguling oleh perjuangan
> damai macam perjuangan Mandela bisa terjadi di  Indonesia.
>
> Bentuknya lain: rakyat-rakyat di komunitas non Muslim akan
mengusulkan ayat
> tambahan pada saat pilkada. Pertanyaannya sederhana, apakah masih
> mau Indonesia itu beribukota di JabotaBEKASI-DEPOK, atau dipindahkan ke
> Menado atau juga kamoung saya Porsea.
>
> Kok Porsea? Karena di kamoung saya yang komunitas Muslim hanya 5 %, sudah
> ada masjid besar yang jauh lebih besar dari ukuran gereja di sana. Itu
> sebelum  NKRI, jadi apalagi setelah NKRI!
>
>
>
>
>
> --- On Tue, 7/27/10, Hendra <gpm...@gmail.com <gpmagz%40gmail.com>> wrote:
>
>
> From: Hendra <gpm...@gmail.com <gpmagz%40gmail.com>>
> Subject: [mediacare] Orang Batak di larang Ibadah di Bekasi
> To: "mediacare" <mediac...@yahoogroups.com <mediacare%40yahoogroups.com>>
> Date: Tuesday, July 27, 2010, 9:01 AM
>
>
>
>
>
>
> Para pengurus dan jemaat Gereja HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi,
> melaporkan peristiwa tidak menyenangkan yang dilakukan oleh sekelompok
> orang ke Mabes Polri, Kamis (22/7/2010). Mereka mengaku disandera
> seusai beribadah.
>
> "Kenapa ibadah yang dihentikan? Seharusnya mereka yang mengganggu
> ketenteraman beribadah yang harus dihentikan."
>
> SANDRO GATRA - Jemaat Gereja HKBP Pondok Timur, Bekasi, beribadah
> sebelum membuat laporan di Mabes Polri
>
> Pimpinan Gereja, Pendeta L Simanjuntak, menceritakan, penyanderaan itu
> terjadi hari Minggu (18/7/2010) pagi. Sekitar 600 orang melarang
> jemaat untuk beribadah di RT 03 RW 06 Kampung Ciketing, Kelurahan
> Mustika Jaya, Bekasi. Menurut dia, pelarangan itu telah terjadi sejak
> Desember 2009 ketika mereka masih beribadah di Jalan Puyuh, Kelurahan
> Mustika Jaya. Akhirnya, Gereja itu disegel oleh Pemerintah Kota
> (Pemkot) Bekasi pada Maret 2010.
>
> Setelah penyegelan, kata pendeta, diadakan pertemuan antara pemkot,
> Polres Bekasi, dan instansi lain. Salah satu hasil pertemuan adalah
> ibadah dipindahkan ke tempat milik sendiri. Namun, di tempat baru
> dengan status lahan milik pribadi, jemaat tetap dilarang beribadah.
> Ada kelompok orang dengan atribut ormas berwarna putih yang datang
> memasang tiga spanduk menolak berdirinya Gereja di wilayah itu pada
> Sabtu (10/7/2010).
>
> Dikatakan pendeta, saat ibadah keesokan harinya, orang-orang
> berseragam putih itu kembali melakukan intimidasi. "Sebelum dan selama
> ibadah berlangsung, mereka berteriak-teriak agar jemaat bubar dan
> jangan melakukan ibadah di lokasi. Mereka berteriak sambil memukuli
> seng dan kaleng bekas," tutur dia.
>
> Pendeta mengatakan, intimidasi kembali terjadi pada ibadah pekan
> berikutnya. "Mereka meneriakkan: 'kalau kebaktian diteruskan, kami
> akan membuat anarkis dan kami tidak bertanggung jawab bila terjadi
> apa-apa.' Massa menerobos masuk ke lokasi ibadah. Setelah ibadah,
> jemaat disandera satu jam," katanya.
>
> "Anggota polres pernah mendatangi kami dan meminta ibadah jangan
> dilakukan di lokasi dengan alasan jumlah massa yang banyak. Kenapa
> ibadah yang dihentikan? Seharusnya mereka yang mengganggu ketenteraman
> beribadah yang harus dihentikan. Lokasi di mana pun tidak kami
> permasalahkan, ini adalah masalah hak asasi yang diinjak-injak,"
> katanya.
>
> Sebelum membuat laporan, sekitar 30 jemaat melakukan ibadah di halaman
> Gedung Bareskrim Mabes Polri. Sempat terjadi ketegangan ketika seorang
> anggota melarang kegiatan itu. "Saya bubarkan ini. Orang lagi rapat di
> dalam," ucap polisi berpakaian sipil. Karena tidak digubris, pria itu
> masuk ke dalam ruang sentra pelayanan kepolisian sambil mengatakan,
> "Jangan diterima laporannya."
>
>
>
>
>
>
>
>
>
 

Kirim email ke