Ian Samsudin
Mon, 09 Apr 2007 22:08:29 -0700
Sahabat Silat semua,
Berikut ini ku-post ulang (soale dulu kalo gak salah pernah deh tapi udah
lupa..mungkin waktu masih milis lama-silatbogor) sebuah artikel dari kompas
yang sangat menarik tentang pembuatan sekolah wushu shaolin di Indonesia.
Kupikir hal ini masih sangat relevan apalagi berkaitan dengan tujuan jangka
panjang Forum untuk merintis semacam akademi pencak silat indonesia :)
Meningat bahwa artikel ini dibuat tahun 2004, mungkin sekarang sekolah itu
udah jalan...ada gak yang bisa kasih update ya?
Sambil ngiri, soale Pencak Silat belum bisa bikin sekolah/akademi, kita bisa
juga belajar banyak dari bagaimana mereka mendirikannya. Sekolah Wushu
disponsori ini oleh PB Wushu --langsung mikir nih gimana ya dengan PB IPSI yang
ampe sekarang juga masih kembang kempis soal dananya :(...
Padahal kalo padepokan pencak silat yang luas itu kan bisa juga disulap jadi
semacam sekolah ato akedemi pencak silat ...wah keren abis deh ...
Kalo ngeliat sekolah wushu ini --yang dari smp/sma-- tidak akan heran kalo
kedepan akan muncul banyak atlet wushu yang berkualitas...
contoh saja jetli yang lahir dari sekolah wushu dan banyak lagi atlet di Cina
yang lahir dan berkembang dari sekolah/akademi wushu ..bias jadi bintang pilem
segala..
Langsung teringat dengan atlet2 silat kita yang mulai digeser oleh Vietnam
dan negara-negara lain...:(
Mungkin bangsa kita lagi sibuk mikir gimana bisa makan hari ini dan bukan
memajukan seni budaya kali ya..tapi kan ya ampun kan udah merdeka 50 tahun
lebih !
yah setidaknya kita masih bisa bermimpi dan senengnya kalo forum juga punya
mimpi yang sama, ayo kita rame-rame mimpi...kali kali aja besok besok bisa
diwujudkan dengan yayasan,dll...
salam
Ian yang lagi demen ngimpi yang indah2 ttg pencak silat
==
diambil dari www.kompas.co.id tertanggal 14 juli 2004
Kompas Rabu, 14 Juli 2004
Belajar Kungfu di Shaolin
ILMU bela diri dari rahib kuil Shaolin memang terkenal, bahkan melegenda di
seluruh dunia. Sejak dahulu, bahkan sampai sekarang, banyak orang berkeinginan
untuk menuntut ilmu kungfu di kuil ini.
Sebenarnya persyaratan untuk belajar kungfu di kuil Shaolin sekarang tidak
lagi seketat dan seberat zaman dahulu. Sekarang Anda tidak perlu lagi menjalani
tahap-tahap pengujian keuletan niat dan hati untuk bisa diterima sebagai murid
Shaolin seperti mengambil air dari sungai kemudian dipikul menuju kuil dan
sebagainya seperti digambarkan dalam film-film kungfu Mandarin.
Anda tinggal mendatangi pengurus kuil lalu mengutarakan keinginan untuk
belajar kungfu atau wushu Shaolin. Namun, jangan terkejut kalau pengurus kuil
atau orang yang ditugaskan menyambut tamu memberitahukan mengenai besarnya uang
sekolah yang harus dibayar untuk menuntut ilmu kungfu di kuil tersebut.
Uang sekolahnya cukup tinggi melangit bagi orang kebanyakan. Sekitar 100
dollar AS per orang per hari! Ini belum termasuk biaya makan dan akomodasi yang
bisa Anda pilih sendiri, hotel atau kamar apartemen di Kota Dengfeng.
"Seratus dollar Amerika per hari terlalu mahal dan terlalu berat bagi saya.
Coba bayangkan, berapa ribu dollar harus saya keluarkan kalau saya belajar enam
bulan di sana," kata Orian Lee (19) asal New York, Amerika Serikat.
Jauh-jauh datang dari negerinya di belahan barat Bumi ke negeri Tiongkok di
belahan timur Bumi ini, Orian Lee bermaksud menimba ilmu kungfu Shaolin. Dia
sebetulnya sudah belajar kungfu dari sebuah sasana kungfu di Kota New York.
Katanya, untuk meningkatkan kepandaiannya, semula dia memang merencanakan
untuk menuntut ilmu kungfu di kuil Shaolin. Tetapi, terbentur biaya yang tinggi
itu, dia kemudian memilih salah satu sekolah kungfu yang banyak terdapat di
Kota Dengfeng.
Saat ini Orian tekun menuntut ilmu kungfu di Henan Dengfeng Shaolin Epo Wushu
College di Kota Dengfeng, sekitar 10 mil dari kuil Shaolin. Di sekolah ini dia
membayar hanya 500 dollar AS per bulan untuk uang sekolah berikut makan (tiga
kali sehari) dan akomodasi berupa sebuah kamar (dengan kapasitas dua tempat
tidur untuk dua orang) di asrama sekolah tersebut.
Dia mengambil program belajar enam bulan dan sudah bayar di muka 3.000 dollar
AS. Orian mengakui, awal mula dia masuk di sekolah ini dia tidak bisa berbahasa
Mandarin. Tapi, kini setelah sebulan tinggal di sekolah ini dia sudah bisa
sedikit- sedikit berbicara Mandarin, terutama menyangkut hal keperluan
sehari-hari. "Baru-baru saya merasa stres karena tidak bisa berkomunikasi.
Tetapi, sekarang sudah tidak lagi. Sedikit-sedikit saya sudah bisa
berkomunikasi dengan mereka. Beberapa orang dari mereka bahkan belajar bahasa
Inggris dari saya. Kami saling belajar- mengajari," kata Orian dengan tersenyum.
Kota Dengfeng merupakan kota terakhir yang harus kita lalui untuk sampai di
kuil Shaolin sehingga kota ini biasa disebut sebagai "pintu gerbang menuju
Shaolin".
Kota ini berada sekitar 16 kilometer dari kawasan kuil Shaolin. Di kota ini
kita akan menjumpai sekitar 80 sekolah kungfu, mulai dari yang kecil dan
sederhana dengan jumlah murid puluhan orang sampai pada yang besar dan megah
dengan jumlah murid ribuan orang. Selain memasang papan nama bertata aksara
Mandarin, sekolah-sekolah ini juga memasang papan nama dengan bahasa Inggris.
Ada yang menyebut dirinya Shaolin College, ada yang menyebut diri School of
Shaolin Martial Arts, dan sebagainya.
Jadi, banyaklah pilihan kita untuk sekolah-sekolah kungfu Shaolin di sini.
Tapi, masalahnya adalah manakah yang bear-benar bermutu tinggi di antara sekian
banyak sekolah kungfu tersebut. Jadi, pandai-pandailah kita mencari informasi
mengenai kualitas sekolah-sekolah kungfu ini. (SN Wargatjie)
==
Sekolah Wushu Shaolin di Indonesia
Sekolah wushu Shaolin akan dibuka di Indonesia. Sekolah ini menempati areal
sekitar 10 hektar di Cibinong, sekitar 28 kilometer selatan Jakarta. Sekolah
ini diselenggarakan atas kerja sama Pengurus Besar Wushu Indonesia dengan Henan
Dengfeng Shaolin Epo Wushu College.
Tahun 2005 nanti Sekolah Shaolin Wushu Indonesia ini direncanakan sudah bisa
membuka pendaftaran penerimaan murid," ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Wushu
Indonesia (PB WI) Mediteriansyah (48) ketika ditemui di kantor sekretariat PB
WI di Senayan, Jakarta, bulan lalu.
Mediteriansyah menjelaskan, PB Wushu Indonesia dan pengurus Henan Dengfeng
Shaolin Epo Wushu College sudah sepakat menjalin kerja sama saling
mengembangkan wushu, khususnya dalam bentuk sekolah di Indonesia.
Berdasarkan perjanjian kerja sama ini, hak paten penggunaan sistem pengajaran
wushu Shaolin Epo College di Indonesia dipegang oleh PB WI.
Sebagaimana sekolah-sekolah umum di Indonesia, Sekolah Shaolin Wushu
Indonesia ini memberikan pendidikan umum tingkat sekolah dasar, sekolah
menengah pertama, dan sekolah menengah atas.
Namun, selain itu, berbeda dengan sekolah-sekolah umum biasanya, para siswa
Sekolah Shaolin Wushu Indonesia juga akan mendapatkan pendidikan wushu dan
bahasa Mandarin. Pendidikan dan pengajaran wushu dan bahasa Mandarin diberikan
menurut standar Shaolin Epo Wushu College dengan pelatihnya berasal dari
college ini, sedangkan untuk mata pelajaran lainnya, yakni Bahasa Indonesia,
Sejarah, dan sebagainya, dilakukan oleh guru-guru Indonesia.
Sebagaimana para siswa Shaolin Epo Wushu College di Dengfeng, para siswa
Sekolah Shaolin Wushu Indonesia juga tinggal di asrama yang disediakan pihak
sekolah. Mereka mendapat libur satu hari dalam sepekan.
Ujian mata pelajaran wushu dilakukan oleh sang pelatih yang berasal dari
Shaolin Epo Wushu College, sedangkan ujian mata pelajaran lainnya dilakukan
menuruti peraturan ujian sekolah yang berlaku di Indonesia. Jadi, Sekolah
Shaolin Wushu Indonesia ini akan menghasilkan lulusan sekolah dasar, sekolah
menengah pertama, dan sekolah menengah atas yang sekaligus pandai wushu sesuai
dengan tingkatannya.
"Dengan demikian, kita mempunyai dua sumber atlet wushu Indonesia, yaitu
sasana-sasana yang ada di pelbagai daerah di Indonesia dan Sekolah Shaolin
Wushu Indonesia di Cibinong," kata Mediteriansyah menandaskan. Selama ini atlet
wushu Indonesia yang bisa ditampilkan ke arena pertandingan jumlahnya terbatas
dan orangnya "itu-itu" saja.
"Dengan adanya Sekolah Shaolin Wushu Indonesia ini, akan ada semacam proses
pengembangan atlet wushu dalam bentuk deret ukur sehingga PB Wushu Indonesia
mempunyai banyak pilihan dalam mengembangkan atlet-atlet wushu yang potensial,"
kata Mediteriansyah.
Menurut Mediteriansyah, pendirian Sekolah Shaolin Wushu Indonesia ini
sebetulnya sebagai bagian dari upaya menjawab persoalan wushu di Indonesia.
Pengembangan cabang olahraga wushu di Indonesia selama ini terbentur pada
masalah budaya, kemajuan teknik serta prestasi, dan pendidikan intelektual sang
atlet.
Sekolah Shaolin Wushu Indonesia akan membungkus tiga persoalan tersebut
menjadi satu kekuatan yang mendorong pengembangan cabang olahraga wushu
Indonesia.
"Tanpa dibangunnya Sekolah Shaolin Wushu Indonesia ini, tidak mungkin atau
amat sulit buat seseorang pada umur remaja untuk bisa merangkul tiga hal
sekaligus, yaitu berprestasi dalam cabang olahraga wushu, mengerti budaya wushu
tanpa dihinggapi fanatisme, dan sekaligus memperoleh pendidikan sekolah secara
teratur dan wajar. Namun, dengan mengikuti pendidikan di sekolah ini, tiga hal
tersebut sekaligus dia bisa dapatkan," kata Mediteriansyah.
Jadi, para remaja yang dididik dalam Sekolah Shaolin Wushu Indonesia ini bisa
mempunyai peluang untuk menjadi seorang atlet wushu yang bisa dibina lebih
jauh, sekaligus menjadi seorang intelektual. Sebab, di sekolah ini dia juga
mengikuti proses pendidikan intelektual sehingga sekaligus bisa mengenal latar
belakang budaya wushu secara lebih wajar tanpa terjebak pada fanatisme.
Mediteriansyah menandaskan, pihaknya tidak menginginkan pencetakan
atlet-atlet wushu semacam spartan yang hanya melakukan kegiatan
makan-tidur-latihan, makan-tidur-latihan.
"Bukan seperti mempersiapkan para spartan, kami menginginkan para atlet wushu
yang tidak tertinggal sekolahnya, bisa berlatih sewajarnya, serta mengenal
budayanya," kata Mediteriansyah.
Keterangan ini mengingatkan penulis pada sebuah sebutan yang populer dalam
cerita-cerita silat Tionghoa, yaitu "Bun Bu Coan Cay".
Sebutan ini diberikan kepada seseorang yang pandai kesusastraan (bun)
sekaligus juga pandai kungfu (bu), yakni seorang intelektual yang pandai
kungfu. Sekolah Shaolin Wushu Indonesia ini kiranya ingin mencetak
lulusan-lulusan yang "Bun Bu Coan Cay", yang berpendidikan intelektual tinggi
dan sekaligus menguasai wushu.
Mudah-mudahan cita-cita ini bisa segera terwujud.
(SN Wargatjie Pengamat Wushu, Tinggal di Semarang )
==
Shaolin Epo Wushu College
SHAOLIN Epo Wushu Zhuan Xiu Yuan adalah salah satu dari lima sekolah kungfu
Shaolin papan atas di Kota Dengfeng. Sekolah yang di mancanegara dikenal dengan
nama Henan Dengfeng Shaolin Epo Wushu College tersebut saat ini memiliki
sekitar 5.000 murid.
Di Kota Dengfeng ada sekitar 80 sekolah kungfu Shaolin, mulai dari yang
memiliki puluhan murid sampai pada yang memiliki ribuan murid.
Henan Dengfeng Shaolin Epo Wushu College didirikan oleh Liang Yiquan (lahir
tahun 1931), yang dikenal sebagai salah seorang dari Sepuluh Guru Besar Kungfu
Papan Atas Tiongkok (Zhongquo Dang Dai Shi Da Wushu Mingshi).
Sehari-hari sekolah ini diurus oleh anaknya sebagai kepala sekolah, yaitu
Liang Shaozong (lahir Juni 1968) yang merupakan salah seorang dari 18 Intan
Shaolin (the 18 Diamonds of Shaolin).
Dengan Shaolin Epo Wushu College inilah, PB Wushu Indonesia (WI) menjalin
kerja sama untuk mendirikan sebuah sekolah wushu Shaolin di Indonesia.
"Bukan hanya pelatih saja yang kami datangkan dari Shaolin, tapi sekolahnya
juga kami bawa untuk didirikan di Indonesia," ungkap Ketua PB WI Mediteriansyah
kepada penulis dalam sebuah pertemuan di kantor sekretariat PB WI di Senayan,
Jakarta, bulan lalu.
Guru besar Liang Yiquan mendirikan Henan Dengfeng Shaolin Epo Wushu College
setelah dia pensiun dari dinas pemerintahan pada bulan April 1995. "Epo" adalah
nama kampung leluhur keluarganya di kawasan Dengfeng.
Guru besar Liang Yiquan lahir bulan Juli tahun 1931 sebagai generasi kelima
dari seorang pendekar Shaolin di kota Dengfeng. Dia berlatih kungfu tradisional
Shaolin di bawah bimbingan ayahnya sejak masa kanak-kanak. Kemudian ketika
usianya sudah meningkat lebih besar, dia dikirim oleh orangtuanya ke kuil
Shaolin untuk belajar kungfu di kuil ini. Di kuil Shaolin dia menjadi murid
rahib Shaolin, Shi Zhenbe, yang menganugerahkan nama Buddhis "Shi Suyi" padanya.
Guru besar Liang Yiquan menguasai aneka jurus kungfu Shaolin, antara lain
yang disebut "Yin-Yang Sheng Gong", "Xiao Wu Gong", Senam Kesehatan dan
Kebugaran, dan lain sebagainya. Dalam usianya yang sudah mencapai 73 tahun, dia
masih aktif berlatih kungfu dan setiap hari aktif mengawasi kegiatan
pembangunan beberapa bagian dari kompleks gedung sekolahnya yang besar dan luas
itu.
Dia pernah menjuarai beberapa pertandingan kungfu baik tingkat provinsi
maupun nasional di daratan Tiongkok. Antara lain, pada tahun 1988 dia keluar
sebagai juara pertama pada pertemuan antarperguruan kungfu tingkat nasional,
kemudian tahun 1994 dia berhasil menyabet medali emas dalam pertandingan
invitasi kungfu nasional.
Dia pernah mengunjungi Jepang, Amerika, Kanada, Jerman, Inggris, dan tiga
puluh negeri lainnya di dunia untuk memperkenalkan kungfu di negeri-negeri
tersebut. Dia meraih beberapa tanda penghargaan atas jasa-jasanya dalam
pengembangan kungfu di negerinya sendiri maupun di luar negeri.
Antara lain, Henan Martial Arts Pioneer Award. Beberapa jabatan tinggi pernah
dia pegang dalam kepengurusan organisasi kungfu, antara lain Wakil Ketua
Asosiasi Kungfu Shaolin, Ketua Asosiasi Riset Kungfu Shaolin, Wakil Ketua
Asosiasi Wushu Henan dan anggota komite dari China Traditional Martial Arts
Association.
Henan Dengfeng Shaolin Wushu College sudah mendapatkan sertifikat pengakuan
dari Kementerian Pendidikan dan Olahraga Pemerintah Republik Rakyat China.
Selain itu sekolah ini merupakan sekolah satu-satunya yang mendapatkan semacam
otoritas resmi dari pimpinan Kuil Shaolin untuk mendidik murid-murid awam
(non-rahib) Shaolin.
Henan Dengfeng Shaolin Epo Wushu College ini memberikan pendidikan umum dari
tingkat taman kanak-kanak sampai tingkat sekolah menengah atas, ditambah
pelajaran-pelajaran kungfu Shaolin tradisional, wushu, dan taekwondo. Sekolah
ini sekarang memiliki sekitar 5.000 (lima ribu) siswa dengan 128 pengajar seni
bela diri, 139 guru regular, dan 32 guru pengawas. Pada tahun 2000 sekolah ini
terpilih sebagai sekolah bela diri bintang lima oleh Asosiasi Olahraga Kota
Dengfeng. Sekolah ini pernah memenangkan beberapa kejuaraan atau pertandingan
kungfu, antara lain National Shaolin Kungfu Contest, Zhengzhao International
Shaolin Kungfu Festival of China, dan sebagainya. Dewasa ini, sekolah ini
menjadi salah satu dari sekolah kungfu Shaolin terkemuka di daratan Tiongkok
yang terbuka untuk siswa-siswa dalam negeri maupun luar negeri. (SN Wargatjie)
---------------------------------
Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]