wah beib, gak lengkap lo ada counter-attacknya neh, balada pengendara mobil yang belom ada balada pejalan kaki aja doang lom ada yang buat kali yaaaaaaaaaak
On 11/7/08, Budi Chang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > del yach qlo re post................ > > > > Sebelumnya saya mohon maaf > bila tulisan berikut kurang berkenan. > Kami hanyalah ingin meminta maaf > kepada bapak ibu pengguna roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya. > > Sungguh, > > kami tidak memiliki maksud untuk 'mengganggu' kenyamanan anda. > > Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri, > > itu hanyalah karena kami merasa kepanasan. > > Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan, masker, > > yang kami gunakan di siang bolong. > > Tentunya rasa kepanasan ini tdk anda rasakan, > > karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi dashboard mobil > anda. > > Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung jaket, > > ataupun bagian bawah helm, he he he. > > Bila anda melihat kami mendaki trotoar, > > ataupun mengambil jalur kanan yang berlawanan, > > itupun bukan karena kami sok jago. > > Tapi kami hanya mencari alternatif jalur, > > sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV ataupun SUV bapak ibu > ?. > > Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang knalpot anda, > > yg belum tentu bebas emisi (maaf ya). > > Belum lagi kami takut di PHK, > hanya karena telat masuk kerja. > > Tentunya khusus hal ini, sebagian dari anda tidak perlu absen kan ?, > > kalo masuk kerja? > > Sebab kalo sebagian besar dari kami, > > harus pak-buu... Minimal dipotong uang transport, hiks!! > > Belum lagi, > > kami suka malu bila harus melewati resepsionis nan cantik > > yang menutup hidung kecil mereka, karena mereka mencium aroma knalpot > > dan 'bau matahari' dari jaket lusuh kami. > > Walau deodorant 5 ribuan telah kami semprot, > > tentu tidak sebanding dg parfum mobil anda > > yg 50 ribuan plus sejuknya AC mobil anda. > > Kami sadar kok, > > kami jg suka keterlaluan. > > Tapi kami juga gak pernah memprotes roda empat. > > Kami cukup tau diri kok, > > dengan pajak yg super murah kami, > > sehingga > kami harus rela mengalah bila berbicara tentang parkir. > Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir kami. > > Tentu berbeda dengan areal parkir bapak-ibu. > > Memang sih,tarif parkirnya aja beda J. > > Hmmm . . . . . , > > kami juga gak pernah protes kok, > > terhadap roda empat yang telah oleh pemerintah di-anak emaskan. > > Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun, > > di atas gusuran tanah dan rumah kami. > > Kami harus putar otak mencari tempat tinggal bagi anak dan keluarga, > > hanya demi bapak-ibu bisa cepat sampai tamasya ke ancol ataupun taman > safari. > > Ngomong2 tentang tamasya. > > Memang sih . . . . . . . . . . . . . . . ., > > mungkin anda sering melihat kami > > berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan. > > Tapi kami gak yakin apakah anda melihat kami, > > memijit tangan, kaki dan bahu mereka yang kecil ditempat parkir. > > Ini karena cara duduk > mereka yg sedikit berakrobat di atas motor kami. > > Tentunya berbeda dengan lucunya putra-putri anda > > yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di jok belakang. > > Kami juga gak keki kok, > > dengan senyum kecil bapak-ibu, > > bila melihat kami panik saat hujan turun. > > Dimana kami harus buru-buru, > > loncat dari motor, buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan. > > Terkadang kami membayangkan, > > bila kami ada di posisi anda. > > Mau gerimis kek, mau hujan gede kek, bodo' amat, > > cukup putar tuas kecil disamping stir, > > maka wiper kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan & > belakang. > > Aaaah enaknyaa di mobil. > > Kami juga gak protes kok, > > bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa menginstruksikan lembur kepada kami. > > kami cukup mengerti bila anda tidak pernah membayangkan, > > betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan > motor. > > Kami cuma berharap, > > bahwa petuah orang tua, > > yang mengatakan, kalo kena angin malam bisa kena paru-paru basah, > > adalah isapan jempol semata. > > Amit-amiiiit. > > Kami juga gak protes kok, > > bila jari jemari anda menjentikkan abu rokoknya lewat jendela, > > sehingga mengenai jaket kami. > > Ataupun celana kami harus 'menerima' sampah, > > yang anda buang lewat jendela. > > Mungkin kami dengan jaket hitamnya, > > tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi hi > > Mohon maaf juga bila, > > kami harus terlihat melotot di depan anda. > > Hmm sungguh, itu gak sengaja kok, . > > Sebab selama naik motor, mata kami harus dipicingkan agar tidak kena debu. > > Naaah begitu berhenti, > > secara refleks mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he > Maaf ya pak-bu. Peace !!! > > Memang siiih, > > kami sering bikin masalah di jalan raya, > > tapi setidaknya, > > kaum kami > belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini. > > (Jadi gak enak nerusinnya) > > Memang siiih, > > rata rata dari kami tidak berpendidikan. > > Walau beberapa rekan kami masih setia berprofesi pengojek > > untuk mengantar kaum berpendidikan nan terhormat ke tujuan, > > bila mereka diburu waktu atau hampir terlambat. > > Memang siih, > > rata-rata dari kami gak memiliki tata krama. > > Karena kami gak punya cukup uang untuk belajar > > di tempat kursus kepribadian ataupun pelatihan image development. > > (SD aja DO ? hiks!). > > Tapi setidaknya, > > kami cukup tau diri kok, > > untuk tetap menganggukan kepala > > kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis, > > bila kami bertemu anda di koridor kantor. > > Ataupun menjauh > > dari bapak-ibu yang sedang bercengkrama di lobi menunggu lift, > > karena celana dan sepatu kami tampak kotor terciprat air jalanan > > akibat sedan mewah anda > menyalip kami. > > Namun kami cukup terhibur kok, > > bila kami dapat mendengar sayup sayup lagu kesukaan kami, > > saat kita bersanding manis di lampu merah. > > Hilang rasa penat bahu dan pinggang kami, > > bila dentuman sound system anda membagi lagunya lewat kisi kisi jendela. > > He he he, > > pernah gak anda melihat kami > > juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda, > > walo cuma 10-20 detik. > > Eh. . . . . Jadi malu... > > Namun kami cukup terhibur kok, > > dengan sigapnya pak presiden menaiki motor roda dua > > untuk meresmikan balapan mobil, hiks. > > Walau kami tau persis, itu hanya gara gara terlalu > > banyak roda empat yang membuat jalan tol menjadi padat. > > Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang telat. > > Padahal mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing, > > udah gak sabar buat melesat, > > hanya untuk bisa dibilang sebagai yang > tercepat, > > dan rebutan trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat. > > What an ironic... > > Namun, kami cukup terhibur juga kok, > > dengan iklan di TV. > > Di mana banyak artis nan ganteng dan cantik, > > artis senior maupun junior, politikus, budayawan, > > berebut mengiklankan motor untuk kami. > > Walau kami tau persis, > > gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan motor > bebek. > > Sebab kami tau persis, > > mereka gak pernah direpotkan oleh naik dan turun dari mobil, > > karena supir nan setia membukakan pintu belakang bagi mereka. > > Yaahhh, > > kami gak bermaksud membela diri siih. > > Kami cuma mau sharing aja kok, > > kepada anda pengendara mobil roda empat, > > bahwa rasa sebel, muak, benci anda terhadap kami, > > sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas. > > Tuhan Maha Adil kan ? > > > > > > > > > > > > > > > > > > -- best regards, Astrid "Hide the pain and fear far The one who's right will win Know that everything is in your hands" RISE ~ Yoko Kanno, Origa --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google Groups. Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected] Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.co.id/group/aga-madjid?hl=id -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
